Apa Bedanya Sertifikat Deposito dan Deposito Berjangka?

Kadang-kadang, ada orang datang ke bank untuk membuka deposito, lalu marah-marah karena hanya diberi slip kecil saja, bukannya sertifikat deposito yang elegan. Padahal, bukti pembukaan deposito berjangka memang hanya berupa slip, tak peduli berapa besar nominal dana yang didepositokan. Apabila ingin mendapatkan sertifikat deposito, maka nasabah seharusnya menandatangani formulir pembukaan jenis deposito yang berbeda.

Apa Bedanya Sertifikat Deposito dan Deposito Berjangka

Sepintas, produk deposito berjangka dan sertifikat deposito memang sama-sama simpanan berjangka di bank yang baru bisa dicairkan setelah jangka waktu tertentu. Namun, keduanya memiliki karakteristik khas masing-masing. Berikut ini sejumlah perbedaan sertifikat deposito dan deposito berjangka yang harus Anda ketahui:

1. Metode Pengelolaan Bunga Deposito

Perhitungan dan pembayaran bunga untuk deposito berjangka biasa akan dilakukan pada akhir masa jatuh tempo. Anda juga bisa menentukan sendiri apakah bunga yang diperoleh akan dicairkan bersama dengan pokok deposito? atau bunga ditarik langsung ke rekening tabungan, sedangkan dana pokoknya di-rollover (deposito ARO)? atau bunga dan pokok tidak akan ditarik, melainkan semuanya di-rollover ke periode deposito berikutnya (ARO Plus)?

Hal ini berbeda dengan jika Anda membuat sertifikat deposito. Perhitungan bunganya dilakukan sejak awal pembukaan, sehingga Anda sudah tahu persis berapa nilai yang termuat dalam sertifikat tersebut. Bunga dan pokok dari sertifikat deposito juga tak bisa diperpanjang otomatis (rollover), melainkan harus dicairkan sesuai jangka waktu yang telah ditentukan.

2. Status Kepemilikan Deposito

Perbedaan sertifikat deposito dan deposito berjangka berikutnya terletak pada status kepemilikan. Status kepemilikan deposito berjangka tak dapat dipindahtangankan. Jadi, deposito berjangka biasa hanya dapat dicairkan oleh nasabah pembukanya langsung, atau oleh orang lain yang membawa surat kuasa dari nasabah, atau ahli waris dengan membawa kelengkapan yang diminta bank. Sifat aset keuangan ini tidak bergerak, sehingga lebih cocok untuk simpanan pensiun atau dana pendidikan anak di masa depan.

Baca Juga:   3 Faktor yang Mempengaruhi Bunga Deposito Anda

Di sisi lain, sertifikat deposito merupakan aset yang bisa dipindahtangankan kepada orang lain, diperjualbelikan, atau bahkan dijadikan agunan pinjaman. Ini membuat sertifikat deposito menjadi rentan pencurian atau pembobolan, sehingga Anda perlu berpikir baik-baik mengenai tempat penyimpanan yang aman. Namun, karena hal ini juga, sertifikat deposito jadi multiguna. Sertifikat deposito bukan cuma bisa jadi wahana investasi masa depan, melainkan juga untuk mahar pernikahan, hadiah ulang tahun, dan lain-lain.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar