Pengertian Sertifikat Deposito, Keuntungan, dan Perhitungannya

XM broker promo bonus

Sertifikat deposito adalah salah satu jenis investasi berupa deposito yang diterbitkan dalam bentuk sertifikat dan bisa diperjualbelikan pada orang lain dalam jangka waktu tertentu. Nominal untuk membuka sertifikat deposito juga cukup besar, minimal sebanyak Rp10 miliar. 

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.03/2015 tentang Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank, pengertian Sertifikat Deposito adalah simpanan dalam bentuk deposito termasuk yang berdasarkan prinsip syariah yang sertifikat bukti penyimpanannya dapat dipindahtangankan. 

Sertifikat deposito juga merupakan salah satu investasi yang aman dan menguntungkan karena memiliki suku bunga yang cukup kompetitif dan bisa dibayar di awal, sehingga keuntungannya jelas. 

Berikut ini penjelasan lengkap mengenai sertifikat deposito, contoh, dan juga keuntungan yang bisa didapatkan. 

sertifikat deposito

Keuntungan Sertifikat Deposito

Berikut ini beberapa keuntungan Sertifikat Deposito yang wajib kamu ketahui. 

Suku bunga kompetitif

Suku bunga dari Sertifikat Deposito cukup kompetitif dan bisa dibayarkan di awal, sehingga keuntungan yang didapatkan juga cukup jelas dan bisa didapatkan di awal. 

Aman dan dijamin LPS 

Sertifikat Deposito merupakan jenis investasi yang cukup aman dan mendapatkan jaminan dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), sehingga kamu tidak perlu khawatir dengan keamanannya. 

Keamanan Sertifikat Deposito juga tercantum dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.03/2015 tentang Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank pasal 13 yang berbunyi, Bank yang menerbitkan Sertifikat Deposito wajib menerapkan prinsip perlindungan konsumen sebagaimana dimaksud dalam ketentuan yang mengatur mengenai perlindungan konsumen sektor jasa keuangan. 

Sertifikat bisa diperjualbelikan

Sertifikat deposito biasanya tidak diberi nama nasabah, untuk itu hal ini bisa diperjualbelikan kepada orang lain atau bisa juga dijadikan sebagai jaminan kredit. 

Jangka waktu cukup fleksibel

Menurut Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 10/POJK.03/2015 tentang Penerbitan Sertifikat Deposito oleh Bank pasal 5 ayat 2, dijelaskan jika lama waktu untuk Sertifikat Deposito paling singkat yakni satu bulan dan paling lama yakni mencapai 36 bulan. Cukup fleksibel untuk kamu yang ingin berinvestasi jangka panjang dan jangka pendek. 

Investasi mudah

Sertifikat Deposito bisa menerima segala mata uang seperti Poundsterling, Dollar, Euro, dan beberapa mata uang lainnya sesuai dengan kebijakan bank yang bersangkutan. 

Kekurangan Sertifikat Deposito

Meskipun memiliki banyak keuntungan, Sertifikat Deposito juga memiliki beberapa kekurangan yang wajib kamu ketahui. 

Setoran minimal besar

Jika deposito berjangka memiliki setoran yang kecil, Sertifikat Deposito memiliki setoran yang cukup besar, yakni biasanya minimal Rp10 miliar. Sehingga, untuk membuka Sertifikat Deposito, kamu memerlukan modal yang cukup besar. 

Hal ini sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia (PBI) Nomor 19/2/PBI/2017 tentang Transaksi Sertifikat Deposito di Pasar Uang, jika nominal untuk penerbitan Sertifikat Deposito yakni sebesar Rp10 miliar. 

Ada penalti jika dicairkan sebelum jatuh tempo

Sertifikat Deposito tidak bisa dicairkan sesuka hati, sebab jika belum jatuh tempo, bisa mendapatkan penalti. 

Sertifikat Deposito juga tidak bisa diperpanjang secara otomatis dan akan cair sesuai jangka waktu yang sudah ditentukan. 

Yang harus diperhatikan sebelum membuka Sertifikat Deposito?

Jika kamu tertarik untuk berinvestasi berupa Sertifikat Deposito, kamu bisa langsung langsung menghubungi bank yang kamu pilih, karena prosesnya mirip seperti dengan membuka rekening baru. 

Namun, sebelum membuka Sertifikat Deposito, sebaiknya kamu memperhatikan beberapa hal di bawah ini:

Suku bunga

Perhatikan suku bunga yang ditetapkan. Sebaiknya pilih suku bunga yang positif dengan tingkat pengembalian yang jelas dan bisa diprediksi dalam jangka waktu tertentu. 

Jangka waktu

Kamu bisa memilih jangka waktu untuk Sertifikat Deposito dalam beberapa pilihan, yakni mulai dari 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, hingga 12 bulan. 

Institusi

Pilihlah bank yang memiliki reputasi yang baik dan terpercaya. Sebab, nominal yang kamu keluarkan tidaklah sedikit, sehingga bisa menjamin keamanan investasi yang kamu lakukan. 

Contoh perhitungan bunga Sertifikat Deposito

Lisa berniat membeli 20 lembar sertifikat deposito (SD) dengan harga Rp50.000.000. Bunga yang diberikan yakni 7% per tahun dengan pajak sebesar 10%. Tenor waktu yang diambil yakni 12 bulan. 

Total sertifikat deposito yang dibeli Jennie:

Jumlah lembar sertifikat deposito x nilai sertifikat deposito

20 x Rp50.000.000 = Rp1.000.000.000

Baca Juga:   Ingin Buka Deposito? Kenali Dulu Beda 3 Jenis Deposito Ini

Bunga deposito yang didapatkan yakni:

Jumlah sertifikat deposito x bunga deposito x jangka waktu

Rp1.000.000.000 x 7% x (12bulan/12 bulan) = Rp70.000.000

Pajak bunga sertifikat deposito

Jumlah bunga x 10%

Rp70.000.000 x 10%= Rp7.000.000

Nilai bersih setelah kena pajak yakni Rp70.000.000-Rp7.000.000 = Rp63.000.000.

Jadi, bunga yang diterima oleh Lisa adalah sebesar Rp63.000.000. Bunga ini pun bisa diambil di awal, sehingga keuntungan yang kamu dapatkan jelas. 

Itu dia beberapa keuntungan, kekurangan dan cara perhitungan untuk keuntungan Sertifikat Deposito. Sebelum membukanya, pastikan kamu memilih Bank yang terpercaya dan memiliki keuntungan yang jelas, ya. 

Tagged With :

Leave a Comment