Jika anda merencanakan ekspansi bisnis tahun ini (baik dengan cara memperluas pasar, memperluas portofolio produk atau jasa, atau menambah staf), ada banyak hal yang mesti dipertimbangkan juga. Pada post kali ini, kita akan membahas sejumlah poin penting yang perlu dipertimbangkan pemilik bisnis, ketika sedang merencanakan upaya ekspansi atau pengembangan bisnis di tahun ini.
Apa Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Merencanakan Ekspansi Bisnis?
Membentuk Badan Hukum Usaha
Banyak usaha kecil awalnya dimiliki oleh satu orang saja atau berbentuk kemitraan biasa, karena struktur usaha semacam itu sangat sederhana secara administratif dan tidak banyak aturan hukum yang mesti dipenuhi. Namun, struktur bisnis ini tidak memberikan perlindungan hukum yang memadai terhadap aset pribadi pemilik dan tidak juga memberikan fleksibilitas di aspek perpajakan.

Jadi, jika anda ingin merencanakan ekspansi bisnis, maka hal pertama yang perlu dipertimbangkan lagi adalah badan hukum bisnis yang akan anda gunakan, misalnya menjadi sebuah CV atau Perseroan Terbatas (PT), dan sebagainya. Badan hukum usaha memberikan status hukum, yang memisahkan antara entitas usaha dari aset pribadi. Artinya, aset pribadi anda sebagai pemilik (rumah, kendaraan, investasi pensiun, dll) mendapat proteksi dari hutang dan liabilitas bisnis secara hukum.
Mengurus Lisensi dan Perizinan Yang Diperlukan
Jika anda memilih menambah kategori produk atau jasa atau memperluas jangkauan pasar, maka anda mungkin perlu mengajukan permohonan lisensi atau perizinan baru. Aturan dan regulasi yang berlaku mungkin sedikit bervariasi, dan tergantung pada jenis usaha yang anda jalankan. Misalnya, usaha yang membutuhkan izin usaha antara lain:
- Izin usaha umum
- Lisensi pajak penjualan
- Izin penjualan makanan seperti roti dan minuman;
- Izin lokasi;
- Lisensi bisnis musik, kesehatan, pertamanan, hiburan, dan sebagainya
- Lisensi bisnis profesi seperti jasa akuntan, pengacara, dokter, teknisi, dan sejenisnya
Selain itu, mungkin ada jenis usaha tertentu yang membutuhkan lebih banyak perizinan. Anda sebagai pengusaha perlu mencari informasi tentang apa saja yang mesti dipenuhi. Sekali lagi, aturan yang berlaku di setiap daerah mungkin sedikit bervariasi.
Menambah Karyawan
Jika anda tidak lagi bisa melakukan semuanya sendiri, atau anda ingin berbuat lebih banyak namun tidak memiliki waktu atau keahlian khusus untuk menyelesaikannya, maka inilah saatnya mencari bantuan. Dengan merekrut karyawan, anda bisa melepaskan diri dari beberapa tugas administrasi dan operasional. Tentunya, menambah karyawan berarti menambah biaya gaji dan menambah tanggung jawab baru, seperti:
- Pengurusan nomor induk/registrasi karyawan baru
- Registrasi gaji
- Melengkapi informasi dan dokumen personal karyawan baru
- Informasi gaji dan upah (gaji, upah, lembur, cuti, tips, bonus, komisi, dan semacamnya)
- Dokumentasi asuransi kesehatan
- Informasi bank atau rekening karyawan
- Kebijakan asuransi dan kompensasi karyawan, dsb
Menambah karyawan Kontrak atau Tenaga Lepas
Bekerja dengan karyawan kontrak atau tenaga paruh waktu (freelance) bisa meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis anda, karena anda bisa merekrut orang dengan keahlian tertentu untuk menangani tugas-tugas yang tidak bisa anda tangani sendiri secara profesional. Namun, perlu diingat bahwa karyawan kontrak bukanlah karyawan tetap. Perusahaan tidak boleh salah memperlakukan mereka.
Sistem penggajian karyawan tetap dan karyawan kontrak pastinya berbeda, sehingga perhitungannya mesti dilakukan sendiri. Misalnya, mereka tidak menerima tunjangan dan biaya lembur. Selain itu, cara kerja mereka juga berbeda. Karyawan kontrak bisa menentukan bagaimana dan kapan mereka bekerja, sedangkan karyawan tetap diikat dengan aturan jam dan tempat kerja. Bagaimana dengan peralatan kerja? Karyawan kontrak juga bertanggung jawab menyediakan alat dan perlengkapan untuk menyelesaikan tugasnya, sedangkan karyawan tetap menggunakan asset kantor sepenuhnya.
Mengembangkan Bisnis Keluar Negeri
Apakah anda merencanakan ekspansi bisnis keluar propinsi atau bahkan keluar negeri? Anda tentunya harus mengurus izin operasi di tempat baru. Artinya, anda juga harus memenuhi sejumlah persyaratan untuk beroperasi di negara lain. Sebuah usaha yang berstatus ‘domestik’ di satu negara tentunya akan berstatus ‘asing’ di negara lain. Ketentuan usaha sebuah usaha tentunya juga berbeda antar negara. Namun secara umum, sebuah perusahaan dikatakan menjalankan bisnis jika sudah memenuhi salah satu kriteria berikut:
- Ada secara fisik (kantor, gudang, atau ritel) di negara tersebut;
- Memiliki karyawan di negara itu;
- Mengadakan pertemuan langsung dengan klien atau konsumen di negara tersebut;
- Telah memenuhi ambang batas minimum penjualan.
Sebagian besar lembaga pemerintah terkait memiliki website yang memuat informasi tentang persyaratan registrasi usaha, pengurusan izin, dan informasi pajak. Jadi, jika anda sedang merencanakan ekspansi bisnis baik dari segi skala usaha maupun jangkauan pasar, maka pastikan anda mendapatkan informasi lengkap tentang perizinan yang dibutuhkan. Anda mungkin juga memerlukan bantuan seorang ahli hukum, karena situasi setiap perusahaan pastinya berbeda. Untuk menghindari masalah yang tidak diinginkan, bantuan seorang ahli hukum adalah solusinya.
Tagged With : manajemen bisnis