Ada Apa dengan Reksa Dana Sinarmas Asset Management?

Reksa dana Sinarmas Asset Management menghiasi headline berita keuangan Indonesia selama beberapa hari belakangan ini. Bukan hanya mengalami suspensi, Sinarmas Asset Management juga dikabarkan berseteru dengan salah satu agen reksa dana online. Pemberitaan yang simpang siur boleh jadi membuat calon investor pemula bertanya-tanya, apa yang terjadi pada salah satu manajer investasi (MI) terkemuka ini?

 

Suspensi Sementara OJK

Situasi saat ini bermula ketika agen penjual reksa dana online PT Bibit Tumbuh Bersama mengirim edaran tentang suspensi tujuh reksa dana kelolaan Sinarmas yang terdaftar dalam aplikasinya pada tanggal 26 Mei 2020. Tujuh produk reksa dana yang dimaksud adalah Danamas Pasti, Danamas Stabil, Danamas Rupiah, Danamas Rupiah Plus, Simas Saham Unggulan, Simas Syariah Unggulan dan Simas Syariah Berkembang. Bibit juga memberikan saran pada para kliennya agar menjual produk-produk reksa dana yang dimaksud.

Edaran tersebut menguak fakta bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mensuspensi aktivitas pembelian dan switching pada reksa dana kelolaan PT Sinarmas Asset Management melalui surat edaran bertanggal 20 Mei 2020. Akan tetapi, suspensi sebenarnya hanya berlangsung sementara. Para subscriber reksadana Sinarmas Asset Management juga tetap diperbolehkan untuk melakukan penjualan selama masa suspensi.

Cegah Kerugian Reksa Dana Dengan 3 Tips Ini

Pihak Sinarmas Asset Management mengonfirmasi suspensi tersebut terjadi sehubungan dengan volatilitas harga obligasi dan mengetatnya likuiditas pasar, sehingga pihaknya kesulitan memperoleh harga jual wajar. Akan tetapi, sebagaimana dilansir oleh CNBC dan Tempo, produk yang terkait masalah ini hanyalah Danamas Mantap Plus dan Simas Syariah Pendapatan Tetap.

Masalah tersebut teratasi setelah Sinarmas Asset Management mencatat harga aset secara lebih konservatif. Produk reksa dana terkait kini sudah dapat diperjualbelikan seperti biasa. Di sisi lain, Sinarmas Asset Management mengajukan komplain terhadap Bibit atas rekomendasinya yang dianggap menyimpang dari petunjuk OJK. Berselang sehari kemudian, Bibit menyampaikan permintaan maaf secara publik kepada Sinarmas Asset Management dan mengganti presiden direkturnya.

Baca Juga:   Apakah Investasi Reksa Dana Bisa Jadi Nol?

 

Sikap Investor Dalam Merespons Suspensi OJK

Sinarmas Asset Management bukanlah manajer investasi pertama yang menerima suspensi dari OJK. Pada akhir tahun 2019, sejumlah manajer investasi lain sempat menghadapi suspensi juga dengan alasan yang beragam. Mayoritas suspensi tersebut segera berakhir dalam hitungan hari setelah masalah teknis terkait berhasil diselesaikan oleh manajer investasi.

Di tengah kondisi pasar saat ini, suspensi serupa dapat terjadi lagi pada manajer investasi mana saja. Sebagai investor, langkah apa yang patut diambil jika menerima berita suspensi OJK terhadap reksa dana pilihan kita? Pertama, bersikaplah tenang karena suspensi bisa jadi berhubungan dengan masalah teknis yang bersifat wajar di tengah fluktuasi pasar.

Kedua, ikuti berita akurat tentang latar belakang suspensi tersebut. Mintalah konfirmasi langsung kepada manajer investasi jika perlu. Ketiga, tinjau alokasi investasi reksa dana yang kita miliki dalam prospektus dan fact sheet masing-masing. Selama investasi disalurkan ke perusahaan-perusahaan yang bonafide, maka kita tak perlu khawatir sama sekali.

Terakhir, periksa lagi latar belakang manajer investasi yang mengelola reksa dana kita. Manajer investasi yang memiliki latar belakang perusahaan besar dan persediaan modal memadai biasanya mampu menanggulangi masalah dengan cepat, sehingga investor tidak perlu panik jual.

Tagged With :

Leave a Comment