Investasi emas merupakan salah satu favorit masyarakat Indonesia, baik yang tinggal di pedesaan maupun perkotaan. Namun, imbal hasil emas bisa jadi tak setinggi aset investasi lain seperti saham atau reksa dana. Bahkan, apabila Anda hanya menyimpan emas selama kurang dari satu tahun, besar sekali kemungkinan harus jual rugi. Jadi, bagaimana solusinya? Mudah saja. Pertama, jangan simpan semua kekayaan Anda dalam emas. Dan kedua, atur porsi investasi emas sejumlah tertentu saja dalam koleksi portofolio yang terdiri atas beragam jenis aset investasi.

Warren Buffett, investor ternama yang termasuk salah satu orang terkaya di dunia, pernah mengatakan, “Satu hal yang bisa saya katakan kepada Anda mengenai (investasi emas) adalah bahwa itu tak akan menghasilkan apa-apa antara sekarang sampai masa yang akan datang, kecuali menonton Anda. Sementara, Anda tahu, Coca-cola akan menghasilkan uang, dan saya kira Wells Fargo (salah satu perusahaan AS) akan menghasilkan uang. Jauh, jauh lebih baik untuk memiliki angsa yang terus menerus bertelur ketimbang angsa yang hanya duduk di sana, membutuhkan asuransi, penyimpanan, dan hal-hal seperti itu.”
Melalui nasehat itu, Buffett mengingatkan bahwa investasi emas akan membutuhkan tempat penyimpanan dan jaminan keamanan (asuransi) yang tidak sedikit. Padahal, satu-satunya harapan bagi keuntungan di masa depan hanyalah ekspektasi kenaikan harga emas yang bisa (dan bisa juga tidak) terjadi.
Dibandingkan emas, banyak jenis aset lainnya yang menawarkan keuntungan lebih menggiurkan. Ambil contoh uang hasil menyewakan rumah atau apartemen. Dividen dan Capital Gain ketika Anda berinvestasi saham. Bunga yang diperoleh apabila Anda membeli surat utang negara (obligasi). Jika diperhitungkan, maka proyeksi profit akan berkali lipat lebih besar daripada emas. Namun, hal ini juga tak lantas berarti investasi emas itu pasti buruk.
Sejak jaman dahulu kala, emas dikenal sebagai pelindung kekayaan dari masa ke masa, melewati situasi gejolak perang dan krisis ekonomi terburuk sekalipun. Dalam konteks ini, investasi emas bermanfaat pula untuk menyeimbangkan risiko dalam portofolio Anda. Apabila kelak investasi lain yang lebih menguntungkan itu mendadak tumbang karena krisis, maka simpanan emas akan menyelamatkan Anda.
Pertanyaannya, berapa besar investasi emas yang ideal dalam koleksi portofolio? Apabila Anda punya pendapatan tetap dari profesi kerja yang cukup mapan, maka Anda dapat mengalokasikan antara 2-5 persen dari budget investasi bulanan untuk disimpan dalam bentuk emas. Sedangkan jika Anda berpendapatan tidak tetap dengan berprofesi sebagai trader full-time atau profesi berisiko tinggi lain, maka ada baiknya mengalokasikan antara 10-20 persen dari portofolio untuk emas. Pertimbangkan pula untuk investasi non-fisik saja melalui fasilitas seperti tabungan emas perbankan dan investasi emas online untuk menghindari biaya cetak dan penyimpanan yang tinggi.
Tagged With : cara mengatur keuangan • investasi emas