Pandangan Warren Buffett Mengenai Investasi Emas vs Saham

Warren Buffett merupakan salah satu milyuner dan investor paling sukses sepanjang masa. Setiap tindak-tanduknya disoroti, dan banyak sekali keputusan investasinya ditelaah dan ditiru banyak orang di seluruh dunia. Namun, terlepas dari semua kesuksesannya, tahukah Anda bahwa Warren Buffett amat membenci investasi emas!?

Pandangan Warren Buffett Mengenai Investasi Emas

Pandangan Buffett mengenai investasi emas terhitung kontroversial, karena aset ini amat populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Namun demikian, ia berulangkali menyampaikan ungkapan negatif secara terbuka. Berikut ini beberapa pandangan Warren Buffett mengenai investasi emas yang sempat terekam oleh media massa, bersamaan dengan pernyataan mengenai preferensinya bagi investasi saham:

Emas digali dari bumi di Afrika, atau suatu tempat lain. Lalu kita melelehkannya, menggali lubang lain, menguburnya lagi, dan membayar orang untuk berjaga melindunginya. (Emas) ini tak punya kegunaan. Siapa saja yang melihat dari Mars bakal menggaruk-garuk kepala mereka.

Emas, saat ini salah satu favorit investor yang takut pada hampir semua aset, terutama sekuritas (yang nilainya sekarang sangat tinggi). Namun, emas punya dua kelemahan signifikan, karena tak punya banyak kegunaan dan tak menghasilkan. Memang, emas punya beberapa fungsi bagi industri dan dekorasi; tetapi permintaan untuk fungsi-fungsi itu terbatas dan tak mampu menyerap produksi baru. Sementara itu, jika Anda punya satu ons emas untuk selamanya, pada akhirnya Anda tetap akan punya satu ons itu saja.

Emas merupakan salah satu cara untuk membeli ketakutan (komentar Buffett terkait fungsi emas sebagai pelindung kekayaan di tengah ketakutan pasar pada masa-masa krisis finansial -red), dan memang cukup bagus untuk mendapatkan keuntungan dari ketakutan pasar sewaktu-waktu. Namun, (untuk mendapatkan keuntungan dari emas) Anda harus benar-benar berharap orang-orang akan menjadi makin takut dalam setahun atau dua tahun dari sekarang. Jika mereka makin takut, Anda akan mendapat keuntungan; jika ketakutan mereka berkurang, Anda akan mengalami kerugian; tetapi emasnya itu sendiri tak memproduksi apa-apa.

Apabila Anda mengambil semua emas yang ada di dunia, maka itu akan menghasilkan sebuah kotak berukuran sekitar 67 kaki per satu sisi. Sekotak emas itu, pada harga pasar sekarang, akan berharga sekitar USD7 Triliun -mungkin senilai sepertiga nilai semua saham di Amerika Serikat. (Padahal) untuk USD7 Triliun, Anda bisa mendapatkan semua lahan pertanian di Amerika Serikat, Anda bisa punya tujuh (perusahaan sebesar) Exxon Mobils, dan Anda bisa bisa punya 1 triliun Dolar sisanya… Apabila Anda tawarkan pada saya pilihan antara menyaksikan sekotak emas seharian dan memegang-megangnya sewaktu-waktu…sebut saja saya gila, tapi saya akan memilih lahan pertanian dan Exxon Mobils tadi.

Keempat komentar tersebut menegaskan pandangan Warren Buffett bahwa daripada berinvestasi pada emas, ia menilai investasi saham itu lebih menguntungan dan menawarkan masa depan lebih cerah. Emas memang dapat meningkat nilainya di masa-masa krisis, tetapi secara riil tak menghasilkan apa-apa; berbeda dengan perusahaan atau lahan pertanian yang jelas dapat memberikan hasil produksi nyata dan nilai tambah berdaya guna.

Nah, setelah mengetahui pandangan-pandangan ini, apakah Anda akan memilih berinvestasi emas, atau saham? Pilihannya ada di tangan Anda. Yang jelas, berdasarkan pengalaman banyak investor dan trader dunia, aset apapun bisa jadi menguntungkan ataupun merugikan, tergantung pada bagaimana cara setiap orang mengelola modal trading serta setajam apa pemahaman dan analisa Anda atas aset finansial yang jadi wahana investasi Anda.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar