Daftar Saham Menjanjikan Imbas Konflik Israel-Iran

Serangan Israel terhadap Iran pada hari Jumat (13/6/2025) segera dibalas dengan serbuan rudal Iran ke Israel pada hari Sabtu (14/6/2025). Eskalasi ketegangan ini mengakibatkan kenaikan harga beragam komoditas utama dunia, khususnya minyak mentah dan emas.

Daftar Saham Menjanjikan Imbas Konflik Israel-Iran

Harga minyak mentah melonjak sekitar sepuluh persen dalam dua hari, sehingga Brent kembali ke kisaran USD75 per barel. Harga emas naik lebih dari dua persen sampai rekor tertinggi satu bulan pada USD3400-an per troy ons. Tak pelak, prospek saham-saham terkait kedua komoditas vital itu pun makin menarik perhatian publik.

Beberapa saham berikut ini sudah meningkat di tengah memanasnya konflik Israel-Iran selama dua hari terakhir, tetapi masih punya potensi kenaikan lebih lanjut:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)
  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
  • PT Elnusa Tbk (ELSA)
  • PT Rukun Raharja Tbk (RAJA)
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
  • PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
  • PT AKR Corporindo Tbk (AKRA)

Imam Gunadi, Equity Analyst di Indo Premier Sekuritas, mengatakan kepada Kontan bahwa konflik Israel-Iran menimbulkan kekhawatiran terhadap risiko gangguan distribusi minyak di Selat Hormuz. Selat Hormuz merupakan jalur transportasi penting yang dilewati oleh sekitar 20% pasokan minyak dunia.

Risiko tersebut mendorong kenaikan harga minyak yang bisa menjadi katalis positif bagi emiten migas yang berpotensi mengalami kenaikan pendapatan dan margin. Kendati demikian, Imam memeringatkan bahwa efek seperti ini mungkin bersifat temporer. Perkembangan geopolitik dan intervensi negara-negara produsen minyak utama dapat menstabilkan pasar pada hari-hari yang akan datang.

Emiten yang benar-benar prospektif dalam jangka panjang semestinya memiliki bisnis yang mapan, sehingga bisa cuan dalam segala situasi pasar dan bukan hanya ketika terjadi gejolak geopolitik. Oleh karena itu, investor tetap perlu mencermati kondisi keuangan dan kinerja bisnis emiten itu sendiri.

Suatu emiten ideal seharusnya memiliki bisnis yang terdiversifikasi, efisien, dan memimpin dalam bidangnya. Selain itu, investor perlu memeriksa rasio profitabilitas, rasio utang, dan kelancaran arus kas demi memastikan kinerja keuangan emiten tersebut dari tahun ke tahun.

Tagged With :

Leave a Comment