Istilah Seputar Trading Minyak Mentah yang Perlu Kamu Tahu

Minyak mentah termasuk salah satu komoditas yang paling menarik dan menguntungkan dalam dunia trading dan investasi keuangan. Gejolak harga minyak setiap hari membuka peluang cuan yang melimpah bagi trader yang mahir mencermati pasar. Tapi, sebelum berkecimpung dalam trading minyak mentah, ada baiknya kamu mengenal sejumlah istilah penting ini terlebih dahulu.

Istilah Seputar Trading Minyak Mentah yang Perlu Kamu Tahu

  • Brent Crude Oil (BCO): BCO merupakan salah satu harga minyak mentah acuan global, khususnya mengacu pada minyak yang ditambang dari Laut Utara (Eropa).
  • West Texas Intermediate (WTI): WTI merupakan salah satu harga minyak mentah acuan dunia, khususnya mengacu pada minyak asal Amerika Serikat.
  • WTI-Brent Spread: Artinya secara harfiah adalah “selisih WTI-Brent”. Harga minyak Brent biasanya sedikit lebih mahal daripada minyak WTI, tetapi selisih antara keduanya dapat menyempit dan melebar sesuai dengan perkembangan pasar minyak dunia.
  • Fracking: Salah satu metode ekstraksi minyak yang bernama asli “Hydraulic Fracturing”. Proses ini berkembang dan sangat populer di Amerika Serikat, tetapi menghadapi banyak pro-kontra lantaran efek sampingnya yang buruk bagi lingkungan.
  • Barel: Unit pengukuran harga minyak mentah di pasar keuangan. Satu barel biasanya memuat 42 galon atau 158 liter minyak mentah.
  • Barel per hari (bph): Jumlah barel minyak yang ditambang setiap harinya. Amerika Serikat merupakan negara penghasil minyak mentah terbesar dengan produksi sekitar 12 juta bph.
  • OPEC: Kependekan dari “Organization of Petroleum Exporting Countries” (Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi). Kartel ini mewakili sekitar 15 negara produsen minyak besar. Sekertaris Jenderal OPEC berganti-ganti, tetapi Arab Saudi dianggap sebagai pemimpin “de facto” lantaran statusnya yang sangat dominan dalam pengambilan keputusan OPEC.
  • OPEC Plus: Kartel yang terdiri atas negara-negara anggota OPEC ditambah sejumlah negara produsen minyak non-OPEC, khususnya Rusia.
  • Energy Information Administration (EIA): Salah satu badan dalam Departemen Energi AS yang bertugas mengumpulkan, menganalisis, dan mempublikasikan data-data terkait sektor energi. EIA merilis laporan persediaan minyak pekanan (weekly inventory) yang biasanya berdampak pada harga minyak.
  • Baker Hughes: Perusahaan penyedia jasa bidang migas terbesar di dunia. Baker Hughes merilis data jumlah rig di AS setiap hari Jumat. Perubahan data yang terlalu drastis dinilai sebagai faktor yang mempengaruhi pergerakan harga minyak.
Baca Juga:   3 Risiko Geopolitik yang Mengancam Harga Minyak Tahun 2019

Nah, itulah beberapa istilah penting yang wajib dipahami oleh semua trader minyak. Tapi wawasan ini saja belum cukup untuk mensuksesan aktivitas trading kamu. Sangat penting pula mempelajari analisis teknikal dan fundamental, serta manajemen risiko, guna merancang strategi trading yang benar-benar menguntungkan.

Tagged With :

Leave a Comment