5 Emiten Migas yang Layak Diperhatikan Trader Saham

Minyak dan gas termasuk komoditas yang harganya paling bergejolak di dunia. Di sisi lain, harga saham-saham migas seringkali mengikuti jejak kenaikan dan penurunan harga minyak. Hal ini membuka peluang profit yang cukup menggiurkan bagi trader saham yang jeli.

Saham-saham siklikal dari sektor tambang yang volatile seperti migas sebaiknya dihindari oleh investor yang menginginkan profit stabil jangka panjang dengan risiko rendah. Akan tetapi, emiten migas bisa jadi cocok bagi trader saham yang ingin mendapatkan keuntungan dari fluktuasi harga jangka pendek. Mana sajakah emiten migas tersebut? Ini daftarnya:

  • PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC)

MedcoEnergi termasuk salah satu perusahaan migas paling menonjol di Indonesia. Bidang usahanya mencakup eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi, industri hilir (produksi LPG dan distribusi bahan bakar disel), serta pengelolaan pembangkit tenaga listrik. Emiten migas ini juga sudah mentas di arena internasional dengan kawasan eksplorasi dan produksi di Libya, Oman, Yaman, Thailand, Vietnam, dan Tanzania.

5 Emiten Migas yang Layak Diperhatikan Trader Saham

  • PT Elnusa Tbk (ELSA)

Elnusa merupakan perusahaan terkemuka Indonesia di bidang jasa minyak dan gas bumi. Jasa yang disediakannya mencakup jasa data geofisik, pengeboran migas, pengelolaan lapangan minyak, dan jasa-jasa pendukung industri migas lain. MEDC dan ELSA termasuk dua saham favorit di kalangan trader saham Indonesia.

  • PT Radiant Utama Interinsco Tbk (RUIS)

RUIS bergerak di bidang pertambangan minyak dan penyedia jasa penunjang untuk industri migas dari hulu sampai hilir. Sejumlah jasa yang ditawarkannya antara lain jasa konstruksi, operasional dan pemeliharaan; jasa lepas pantai; jasa pengujian tak rusak; jasa inspeksi dan sertifikasi.

  • PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)

ENRG merupakan salah satu perusahaan di bawah Bakrie Group yang cukup kontroversial. ENRG memiliki 100 persen saham di perusahaan Lapindo Brantas yang terlibat skandal bencana lumpur Sidoarjo. Perseroan telah berupaya meningkatkan kinerja dalam beberapa tahun terakhir, dan direncanakan akan melakukan penawaran umum terbatas (PUT) atau rights issue pada bulan September 2019. Namun, harga sahamnya masih terpuruk dekat level gocap.

  • PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI)

Sebelum berganti nama menjadi PT Astrindo Nusantara Infrastruktur, perusahaan ini dulunya dikenal dengan nama Benakat Petroleum Energy dan Benakat Integra. Bidang usahanya berfokus pada pembangunan infrastruktur migas. BIPI termasuk salah satu saham gocap yang hanya mengalami lonjakan sesaat pada waktu-waktu tertentu saja, sehingga sangat tidak direkomendasikan untuk investasi jangka panjang.

Tagged With :

Leave a Comment