Mendirikan sebuah usaha untuk pertama kalinya bukanlah hal mudah. Banyak hal yang tidak bisa diprediksi dan banyak pula hal yang membuat kita merasa sangat bersemangat. Setiap hari, selalu ada tantangan baru, yang membutuhkan para pendiri untuk mempertimbangkan setiap aspek usahanya, termasuk penjualan, keuangan, manajemen, dan budaya organisasi. Setiap pengusaha memiliki pengalaman berbeda, tantangan yang berbeda, serta pelajaran yang berbeda. Apa yang mereka alami bisa menjadi pelajaran bagi pendiri usaha baru berikutnya.
Pelajaran Bagi Pendiri Usaha Baru: Hal-Hal Tak Terduga
Berikut adalah beberapa sharing pengalaman dari para pendiri usaha, serta saran bagi calon-calon pengusaha. Bagaimana mereka menghadapi tantangannya tentunya menjadi pelajaran bagi pendiri usaha baru di masa mendatang. Di bawah panduan mereka, calon pemilik usaha bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan yang penuh kejutan dan kerap dihadapi oleh mereka yang baru pertama kali mendirikan usaha.

- Bersiap untuk menyesuaikan diri. Anda memiliki semuanya – budaya, kisah, arahan, dan segala sesuatunya. Tetap buat diri anda nyaman dengan fokus pada aspek perilaku dan aspek teknis sebagai seorang pendiri usaha.
- Pastikan anda memahami keuangan dasar. Anda perlu pemahaman dasar tentang laporan keuangan, sekalipun anda tidak mendirikan startup bidang keuangan. Tanpa pemahaman dasar tentang laporan pendapatan, neraca, dan laporan arus kas, anda tidak akan bisa meminta pertanggung jawaban tim untuk pengeluaran yang di luar kewajaran. Banyak resiko finansial yang bisa anda alami jika anda tidak memiliki pemahaman dasar tentang keuangan ketika menjalankan usaha.
- Pertahankan visi secara konsisten. Pastikan bahwa anda memiliki suatu visi yang sangat strategis dan kemudian bersiap untuk mengambil langkah pasti. Di tahap awal berdirinya usaha, mungkin anda yang menjalankan semuanya, sehingga anda akan mengalami kerepotan dan berakhir dengan kelelahan. Namun, pastikan anda tetap bertahan dengan visi yang telah dirumuskan. Tetaplah fleksibel, bekerja keras, bersenang-senang, namun tetap konsisten dengan visi anda.
- Pastikan bahwa produk atau jasa anda memenuhi kebutuhan konsumen. Salah satu pelajaran bagi pendiri usaha baru yang paling penting adalah mempelajari product-market fit, artinya, kesesuaian antara produk yang ditawarkan dengan kebutuhan pasar. Apapun produk atau jasa yang anda tawarkan, pastikan ide tersebut menyelesaikan setidaknya satu masalah di dunia nyata, bukan sekedar teknologi yang canggih semata namun tidak bernilai tambah bagi penggunanya. Jika produk atau jasa tersebut tidak menyelesaikan masalah apapun, maka beralihlah.
- Bersiap untuk membangun sistem dan struktur organisasi. Sejak awal berdirinya perusahaan, anda dituntut untuk mampu membangun struktur organisasi yang efisien. Untuk menanganinya secara lebih baik, pengusaha mesti fokus untuk membangun sistem komunikasi yang jelas, manajemen proyek, dan delegasi tugas sedini mungkin. Sistem kerja dan struktur yang efisien membantu perusahaan untuk tetap menjaga standar kualitas yang tinggi, sekalipun sedang berusaha mengembangkan perusahaan.
- Perhatikan manajemen arus kas. Salah satu tantangan yang dihadapi pendiri usaha baru adalah kompleksitas dalam mengelola arus kas. Banyak orang yang baru pertama kali mendirikan usaha hanya fokus pada ide bisnis, pengembangan produk, dan mendapatkan konsumen. Namun, manajemen arus kas yang efisien sangat penting, namun kerap diabaikan. Kekeliruan dalam manajemen arus kas bisa memicu kesulitan finansial meskipun perusahaan menghasilkan pendapatan yang cukup baik di atas kertas.
- Bangun tim keuangan yang kuat. Tim yang kuat di bidang keuangan sangat diperlukan untuk mengurangi stress saat pelaporan pajak. Banyak pengusaha pemula menganggap pajak tidak penting sejak awal dan pada akhirnya mengalami kesulitan saat pelaporan di akhir taahun. Pengusaha pemula umumnya lebih memperhatian tim penjualan, dan cenderung lupa mengkonsolidasikan tim keuangan. Jadi, salah satu pelajaran bagi pendiri usaha baru adalah memperhatikan urusan keuangan dan perpajakan sejak dini, sehingga anda tidak kerepotan kelak.
- Dapatkan nasehat dari sumber terpercaya. Tak satupun dari kita yang tahu apa yang tidak kita tahu, bukan? Sayangnya, kita biasanya enggan mengakuinya. Carilah nasehat yang terpercaya di waktu yang tepat. Sesuatu yang anda rasa kurang pas mungkin tidak begitu adanya, hanya karena anda masih pemula. Ide-ide baru, pandangan baru, proses baru bisa memicu semacam ketidaknyamanan, namun mungkin itulah yang anda perlukan di masa peralihan.
- Siapkan anggaran untuk bantuan lega. Bersiaplah membayar bea hukum. Jangan mengabaikan hal ini, karena pada akhirnya anda harus mendaftarkan usaha anda, bukan? Anda harus membayar untuk melindungi ide-ide anda agar tidak dicuri orang, melindungi nama perusahaan, desain produk, dan sebagainya. Anda juga perlu mengalokasikan uang untuk kemungkinan-kemungkinan skenario terburuk. Apakah semua ini akan menyita uang dan energi anda? Pastinya. Suka tidak suka, proses ini sangat penting.
Dapatkan pelajaran bagi pendiri usaha baru yang perlu anda perhatikan, khususnya untuk anda yang baru pertama kali mendirikan usaha, pada post selanjutnya.
Tagged With : manajemen bisnis • Usaha