Sejak masa lalu, kerajaan bisnis dan kisah sukses selalu bermula dari fondasi yang kuat, artinya, usaha yang dirintis melalui persiapan yang tepat, tidak mengabaikan hal-hal kecil sekalipun. Jika anda bertanya mengapa 90% bisnis baru pada akhirnya gagal, jawaban yang paling lazim adalah: fondasi bisnis yang dibangun sudah rapuh sejak awal. Nah, bagaimana membangun fondasi bisnis yang kuat terutama bagi anda yang baru memulai usaha?
Tentunya, memulai sebuah usaha baru tidak semudah yang dibayangkan. Di awalnya, segala sesuatunya mungkin terlihat baik-baik saja di atas kertas, namun faktanya, pendiri usaha belum membangun fondasi yang memadai untuk produk yang mampu menyelesaikan atau menjawab permasalah konsumen di dunia nyata. Atau, mereka belum menciptakan saluran distribusi yang mudah dan bisa dikembangkan sesuai waktu.

Sayangnya, fakta menunjukkan bahwa 9 dari 10 perusahaan baru pada akhirnya bangkrut. Kemungkinan untuk sukses memang besar. Namun, jika kehidupan dan kesuksesan hanya masalah kemungkinan, maka kita tidak akan mau mengambil resiko, bukan? Berwirausaha berarti tidak gentar atau tidak terpengaruh oleh berbagai kemungkinan dan terus bergerak maju. Seorang pengusaha harus belajar dari orang-orang yang mimpi dan visinya jauh melampaui batas dirinya.
Bagaimana Membangun Fondasi Bisnis Yang Kuat Bagi Usaha Pemula?
Dengan mempertimbangkan hal di atas, mari kita lihat tiga bidang utama di mana sebagian besar perusahaan sukses membangun fondasi usahanya:
Pastikan Produk Anda adalah Pemenang
Seperti apa semestinya produk yang anda tawarkan ke publik? Jawabannya adalah produk yang memenuhi kebutuhan pasar secara luas. Hal ini mungkin terdengar biasa saja. Namun, anda akan kaget melihat fakta bahwa banyak perusahaan gagal karena masalah ini. Pada dasarnya, setiap produk atau teknologi baru mestinya mampu menyelesaikan masalah di dunia nyata, atau setidaknya, mampu meningkatkan atau memperbaiki sesuatu yang sudah ada sebelumnya.
Tidak masalah apakah produk anda disambut hangat oleh para ahli atau ada inovasi luar biasa di belakangnya. Namun, jika produk yang anda tawarkan tidak sesuai dengan kebutuhan pasar, maka misi anda tidak akan tercapai. Jadilah seorang pengusaha yang penuh rasa ingin tahu dan tanyakan pada diri anda apa aplikasi praktis atau manfaat dari produk tersebut bagi konsumen. Tanyakan hal ini terus-menerus hingga anda mendapatkan solusi atau jawaban yang jelas atas pertanyaan: “Masalah apa yang akan diselesaikan oleh produk saya?”
Sebelum merancang suatu produk atau jasa, cobalah buat daftar permasalahan terbesar yang anda hadapi atau orang-orang di sekitar anda setiap harinya, misalnya, tentang makanan, transportasi, komunikasi, atau kesehatan. Kemudian, pilih salah satu yang paling dibutuhkan banyak orang. Setelah mendapatkan daftar pendek, cobalah perluas riset anda. Setidaknya minta pendapat 100 orang di luar sana, dan lihat apakah mereka mengalami masalah yang sama. Coba tanyakan, “Jika produk ini jadi, apakah akan menyelesaikan masalah anda?”
Jangan hanya melihat dari sudut pandang anda sendiri. Cobalah posisikan diri di pihak orang-orang di luar sana (yang akan menjadi calon konsumen anda). Lihat segala sesuatunya dari lensa konsumen, bukan hanya sesuai spesifikasi anda. Riset pasar yang dilakukan secara dini semacam ini bisa menghasilkan feedback yang membantu anda menciptakan sesuatu yang berguna bagi banyak orang. Jadi, cara pertama membangun fondasi bisnis yang kuat adalah mengidentifikasi kekuatan potensial basis konsumen anda.
Jangan Percaya pada Pemasaran “Field of Dream”
Tak ada yang mengalahkan semangat seorang pengusaha pemula di awal berdirinya usaha. Energinya tinggi. Optimismenya cerah. Ide bahwa produk anda akan membuat perbedaan di dunia sangat memabukkan. Namun, hanya karena anda yang membangunnya, bukan berarti semua impian anda tentang bisnis tersebut akan terwujud. Tidak, anda harus bekerja keras mewujudkannya.
Setiap produk yang bagus mesti didukung dengan distribusi yang bagus, dan di situlah perlunya pemasaran. Bisa jadi, anda sebagai pendiri mesti mengirimkan email ke 75 orang teman di hari peluncuran produk, kemudian diback-up oleh media sosial dengan 500 pengikut. Diperlukan strategi dan energi untuk memperkenalkan produk anda, atau setidaknya, membuat mereka penasaran.
Tentunya, sebuah bisnis mesti didukung oleh mesin distribusi yang kuat, saluran pemasaran yang memungkinkan bisnis tersebut untuk tumbuh, serta sistem yang bisa disesuaikan dengan skala bisnis. Artinya, anda perlu mengidentifikasi saluran-saluran di mana produk anda dibutuhkan. Jika anda tahu siapa konsumen anda, maka anda akan mengetahui saluran pemasaran yang paling sesuai untuk menjangkau mereka. Jadi, untuk membangun fondasi bisnis yang kuat, temukanlah konsumen anda, dan temui di mana mereka berada.
Jangan Berhenti Bereksperimen
Sekalipun bisnis anda telah berjalan, dan produk anda telah mulai dikenali publik, jangan melupakan prinsip: “Test, test, dan test lagi.” Pada tahap ini, eksperimen terus-menerus adalah salah satu ciri khas orang yang memiliki pola pikir berorientasi pertumbuhan. Tim pengembangan produk harus bekerja untuk memperbaiki kualitas produk atau jasa yang ditawarkan secara terus-menerus.
Sebagai kesimpulan, untuk membangun fondasi bisnis yang kuat, anda mesti mengembangkan produk yang menjawab kebutuhan pasar, dan dipadukan dengan pemasaran yang efektif, serta pengujian dan perbaikan kualitas produk secara terus-menerus. Inilah yang menjadi fondasi untuk stabilitas bisnis jangka panjang. Selamat mencoba!
Tagged With : manajemen bisnis • Strategi Pemasaran Produk