Trading Divergence dengan Tepat Dalam Forex

Divergence adalah situasi ketika harga suatu aset bergerak arah yang berlawanan dengan arah indikator teknikal yang bertipe oscillator, seperti Stochastic Oscillator atau Relative Strength Index (RSI). Divergence memperingatkan kepada kita bahwa momentum pergerakan harga aset saat ini melambat, sehingga pergerakan harga nanti kemungkinan akan berbalik arah (reversal).

Mengingat sifatnya yang mengisyaratkan pembalikan arah (reversal) sebelum peristiwa itu terjadi, banyak trader memburu divergence sebagai sinyal trading yang berpotensi memberikan keuntungan besar. Namun, praktik trading divergence dalam forex itu sendiri tidaklah sederhana.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum trading divergence. Pertama, kamu harus mengetahui jenis-jenis divergence. Kedua, kamu harus mengetahui kelemahan divergence dan cara mengatasinya.

Jenis Divergence

Ada dua jenis divergence, yakni Divergence Positif dan Divergence Negatif. Berikut ini karakteristik masing-masing:

  1. Divergence Positif terjadi ketika pergerakan harga menurun, tetapi arah indikator teknikal malah naik. Ini merupakan sinyal bullish.
  2. Divergence Negatif terjadi ketika pergerakan harga naik, tetapi arah indikator teknikal malah turun. Ini merupakan sinyal bearish.

Penurunan dan kenaikan yang dimaksud dalam pengertian divergence ini bukan berbentuk garis lurus, melainkan dilihat dari puncak tertinggi (high) dan terendah (low). Contohnya terlihat pada bagian bergaris merah dalam gambar di bawah ini.

Trading Divergence dengan Tepat Dalam Forex

Pergerakan harga pada GBP/USD membentuk level tinggi yang lebih tinggi (higher high). Akan tetapi, Relative Strength Index (RSI) malah membentuk level tinggi yang lebih rendah (lower low). Pergerakan harga GBP/USD kemudian benar-benar berbalik turun setelah munculnya sinyal Divergence Negatif ini.

Kelemahan Divergence

Ada tiga (3) kelemahan utama dalam trading divergence yang perlu diwaspadai, yaitu:

  1. Divergence dapat mengisyaratkan pembalikan tren harga (reversal), tetapi reversal juga sering terjadi tanpa adanya divergence.
  2. Divergence menandakan pelemahan momentum tren yang sedang berlangsung, tetapi tidak dapat menunjukkan berapa lama momentum yang lemah itu sendiri akan berlangsung. Apabila pelemahan momentum itu berlangsung lama, pergerakan harga akan cenderung sideways (ranging) dan posisi trading kita akan floating dalam waktu lama.
  3. Momentum tren yang sudah melemah pada suatu waktu dapat menguat lagi apabila memperoleh katalis tambahan secara fundamental. Apabila hal ini terjadi, maka reversal dapat dianggap batal dan posisi trading kita mengalami loss. Kita dapat mendeteksi penguatan momentum tren dari formasi candlestick maupun indikator Average True Range (ATR).

Bagaimana cara mengatasi ketiga kelemahan trading divergence tersebut? Pertama, jangan hanya mengandalkan sinyal divergence untuk trading. Penting sekali mengombinasikan dua sampai tiga indikator teknikal dalam satu grafik agar dapat memperoleh sinyal yang terkonfirmasi dengan baik.

Kedua, praktikkan money management yang baik dengan menerapkan stop loss dan rencana trading secara disiplin. Apabila sinyal divergence sudah jelas batal, maka jangan ragu untuk cut loss daripada menderita kerugian yang lebih besar lagi.

Tagged With :

Leave a Comment