Meningkatkan Produktivitas Perusahaan Melalui Tunjangan Yang Menarik – Part 1

Apa pendapat konsumen tentang produk atau jasa yang anda sediakan bukanlah satu-satunya penentu kelangsungan hidup perusahaan. Anda juga harus mempertimbangkan brand sebagai pemilik usaha, yakni apa yang dipikirkan karyawan tentang lingkungan kerja di perusahaan anda. Salah satu penentu utama brand anda sebagai perusahaan adalah tunjangan yang anda tawarkan. Hal ini juga menjadi pertimbangan penting ketika anda menyusun rencana untuk meningkatkan produktivitas perusahaan. Tunjangan benda dan tak-benda yang ditawarkan perusahaan dapat mempengaruhi bagaimana pendapat karyawan tentang perusahaan.

Meningkatkan Produktivitas Perusahaan dengan Tunjangan?

Sebenarnya, sejumlah studi telah dilakukan untuk melihat pengaruh tunjangan terhadap kinerja karyawan. Tentunya, setiap orang menginginkan gaji yang kompetitif dan tunjangan yang menarik. Namun, apa sebenarnya definisi ‘tunjangan yang menarik? Bagi karyawan? Setiap orang berbeda. Tunjangan yang diinginkan dan dibutuhkan seseorang berbeda dari orang lain. Itulah sebabnya, variasi menjadi kuncinya.

meningkatkan produktivitas perusahaan

Jika anda ingin meningkatkan produktivitas perusahaan melalui SDM, maka beberapa rekomendasi berikut mungkin cocok untuk perusahaan anda:

Gaji yang Tidak Pelit
  1. Ini sebenarnya bukan tunjangan, melainkan gaji yang diterima rutin oleh karyawan setiap bulannya. Gaji dan tunjangan dibahas juga karena keduanya saling terkait. Jika anda ingin menarik dan mempertahankan karyawan, maka tawaran gaji yang menarik adalah sebuah keharusan. Itulah sebabnya, perusahaan-perusahaan besar umumnya menawarkan gaji di atas rata-rata gaji yang berlaku secara nasional.

Untuk mengetahui apakah gaji yang ditawarkan cukup menarik, anda bisa menggunakan beberapa tools yang tersedia secara online. Cobalah mempertimbangkan beberapa faktor penting, seperti:

  • Pengalaman
  • Edukasi
  • Keahlian
  • Lokasi
Liburan Berbayar

Siapa yang tidak suka liburan yang ditanggung oleh perusahaan? Sayangnya, kurang dari 80% karyawan swasta mendapatkan akses terhadap waktu liburan yang ditanggung perusahaan. Beberapa data terbaru menunjukkan hal ini. Dengan kata lain, waktu libur berbayar adalah tunjangan yang sangat diinginkan. Lalu, berapa banyak yang mesti anda tawarkan? Sebuah lembaga survei bernama BLS menemukan bahwa karyawan full-time rata-rata mendapatkan waktu libur yang ditanggung perusahaan selama 10 hari setelah bertugas minimal 1 tahun.

Liburan selama 10 hari sebenarnya tidak akan merugikan perusahaan, jika dihitung dari imbal-balik yang diharapkan. Kita tahu bahwa mereka bekerja keras setiap hari. Jadi, cobalah menawarkan kebijakan gaji yang tidak pelit dan berikan mereka keringanan jika sudah bekerja selama beberapa waktu di perusahaan. Selain meningkatkan retensi, waktu libur yang ditanggung perusahaan bisa membantu mencegah munculnya rasa lelah, meningkatkan interaksi, dan meningkatkan produktivitas. Ini adalah sebuah win-win policy, alias kebijakan yang menguntungkan semua pihak.

Opsi Bekerja dari Rumah

Ketika Covid-19 melanda, kita mulai belajar bekerja dari rumah dan ternyata bisa bertahan. Saat ini, banyak karyawan yang justru lebih betah bekerja dari rumah, karena merasa nyaman bekerja tanpa harus meninggalkan rumah. Mereka juga bisa memilih untuk bekerja dari kantor. Ternyata, sebagian besar karyawan justru lebih suka bekerja dari rumah. Ini merupakan sebuah norma baru yang dihasilkan dari pandemi. Hingga saat ini, masih banyak perusahaan yang masih membiarkan karyawannya bekerja dari rumah atau memilih mode hybrid.

Tentunya, sistem kerja dari rumah adalah hal yang menarik. Namun, kita juga tahu seberapa pentingnya interaksi antara sesama. Meskipun bekerja dari rumah dan karyawan perusahaan tersebar di propinsi yang berbeda-beda, kita tetap suka berinteraksi, meski menggunakan platform media seperti slack atau rapat virtual.

Kepemilikan

Kepemilikan mungkin bukan hal pertama yang muncul dalam pikiran anda ketika merencanakan skema tunjangan bagi karyawan. Dalam hal, kepemilikan yang dimaksud adalah membiarkan karyawan anda menjadi ‘pemilik’ bagi pekerjaannya sendiri, sehingga mereka bisa berbangga dengan apa yang dikerjakan. Seperti pepatah mengatakan, jika anda mencintai apa yang anda kerjakan, maka anda tidak merasa seperti bekerja. Lalu, bagaimana anda mencintai apa yang dikerjakan jika anda tidak merasa memiliki atau tidak merasa bangga dengannya?

Jika anda memulai bisnis tersebut dari kecil dengan dukungan tim kecil pula, maka akan lebih mudah bagi anda membagi tugas dan membiarkan karyawan memilikinya. Bahkan, sekalipun perusahaan sudah berkembang dan memiliki lebih dari 200 karyawan, anda tetap bisa meneruskan mentalitas yang sama di perusahaan. Jika anda menawarkan manfaat semacam ini, maka anda mesti berkomitmen.

Artinya, jangan anda mikro-manajemen di dalam perusahaan. Namun, anda menumbuhkan para pemimpin baru dan menunjukkan kepada karyawan bagaimana pentingnya peran mereka terhadap visi dan misi perusahaan. Kepemilikan sejalan dengan pengakuan. Anda bisa memberi pengakuan terhadap kinerja dan peran karyawan menggunakan berbagai saluran, seperti penghargaan, kartu ucapan terima kasih, dan sebagainya.

Selain empat tunjangan dan manfaat yang dibahas di atas, masih ada skema lain yang bisa anda tawarkan sebagai bentuk upaya meningkatkan produktivitas perusahaan dengan menarik dan mempertahankan karyawan berbakat. Dapatkan pembahasannya lebih lanjut pada post berikutnya.

Tagged With :

Leave a Comment