Shiny object syndrome adalah fenomena pengalihan perhatian oleh peluang baru yang tampak lebih menyenangkan. Bagi para pengusaha, ini bisa berarti ide bisnis baru, produk atau jasa yang bukan merupakan bagian dari rencana bisnis saat ini. Mereka tertarik untuk mencoba hal baru yang tampaknya menjanjikan. Ketika anda menyadari bahwa anda mengalami shiny object syndrome, berarti anda sadar bahwa perhatian anda sedang teralihkan oleh kemungkinan atau rasa takut akan gagal.
Tidak ada sukses yang datang semalaman. Terkadang, diperlukan waktu bertahun-tahun. Hampir mustahil anda bisa sukses mendadak hanya dengan menghabiskan waktu beberapa jam menggunakan teknologi terbaru dan kemudian menjadi milyarder. Namun, sebagai orang yang visioner, para pengusaha bisa melihat potensi dari sebuah objek yang berkilau dengan cepat, dan mereka mulai tergoda dengan potensi tersebut dan mengabaikan bisnis utamanya.

Shiny Object Syndrome : Apakah Benar-Benar Menjadi Masalah?
Jika ingin bisnis anda tinggal landas dan mencapai level kesuksesan tertentu, maka dipelukan fokus, upaya, dan ketekunan. Meskipun ada bisnis yang sukses sebagai proyek sampingan, bisnis terbaik adalah usaha yang mendapat perhatian penuh dari pendirinya. Namun, pendiri bisa saja mengabaikan tugas yang diperlukan agar usahanya berjalan dengan baik. Selain itu, ‘shiny object’ alias benda berkilau ini tentunya sangat menarik, terutama ketika progress bisnis utama anda berjalan lamban. Atau, sekalipun perjalanannya cepat, jika anda sebenarnya memiliki rasa takut akan gagal, maka shiny object syndrome bisa terjadi.
Ketika anda tergiur dengan potensi baru yang nampaknya menarik, masalah bisa saja muncul, karena energi, fokus, dan perhatian anda teralihkan dari bisnis utama. Selain itu, pemikiran anda juga akan teralihkan. Bukannya memberikan upaya yang konsisten di satu arah, pengusaha malah mengikuti suatu trend singkat yang mengalihkan perhatiannya. Jika anda tergiur oleh suatu objek yang tampak berkilau, akan sangat sulit menghindarkan godaan yang sama di masa mendatang.
Jadi, ketika mendirikan sebuah usaha, maka anda sebagai pendiri harus melakukan tiga hal: menentukan produk kunci, mengetahui siapa konsumen utama, dan menemukan satu saluran untuk menjangkau konsumen tersebut. Jika identifikasi sudah dilakukan dengan baik, maka tugas anda berikutnya adalah mengembangkan bisnis dengan menggunakan tiga alat ukur tersebut sebagai patokan. Artinya, operasi perusahaan bisa menyimpang dari rencana hanya jika ada alasan yang jelas.
Sungguh merupakan suatu kabar buruk jika anda sampai menghabiskan energi untuk mengurusi banyak produk, banyak kelompok konsumen, dan banyak saluran pemasaran, karena anda masih mencoba-coba mencari ide yang ideal yang muncul ke permukaan. Hal ini biasanya terjadi di tahap-tahap awal, sehingga anda dan konsumen menjadi bingung. Konsumen yang bingung biasanya tidak mau membeli.
Shiny Object Syndrome: Benda Berkilau Seperti Apa?
‘Objek berkilau’ dimaksud bisa berupa ide bisnis baru atau join ventura yang menarik bagi pendiri usaha. Mereka tertarik mencobanya, terutama di awal-awal periode, ketika potensi masa depan usahanya belum terlihat begitu jelas, atau bisa juga belakangan, ketika usaha yang dijalankan terasa ‘jalan di tempat.’ ‘Shiny object’ bisa berupa teknologi baru: AI, blockchain, otomatisasi, dan robot. Objek dimaksud bisa saja datang dalam bentuk platform media sosial, ketika seseorang mendengar cerita sukses pengusaha di TikTok.
Perkembangan baru dan terobosan baru muncul setiap hari, dan sungguh manusiawi jika anda merasa terobosan baru itu mungkin cocok untuk anda. Ketika anda mengikuti berita atau media sosial, anda akan melihat segala sesuatu yang dikerjakan orang lain, dan mulai mencoba-coba untuk meniru strategi mereka. Di dunia yang berkembang pesat saat ini, di mana ada begitu banyak kemungkinan, kita kerap lupa untuk fokus pada satu hal.
Untuk menghadiri satu rapat saja, bisa jadi anda menghabiskan beberapa jam untuk berbicara mengapa anda memilih rute ini untuk mendapatkan uang. Hadirin meninggalkan acara dengan sejumlah catatan dan ide-ide yang penuh potensi. Namun, apa yang membuat para pembicara itu sukses bukanlah upaya yang berserakan di mana-mana, melainkan upaya yang fokus pada satu hal, hingga akhirnya mereka melihat buah dari kerja keras tersebut. Fokus adalah superpower, dan hal ini benar-benar berlaku, terutama bagi pengusaha.
Masalahnya, shiny object syndrome tidak akan pernah berakhir. Jika saat ini perhatian anda teralihkan oleh trend di TikTok, mungkin di masa mendatang perhatian anda akan teralihkan karena trend di YouTube, dan seterusnya. Ketika anda mulai fokus kembali ke usaha utama, maka object menarik berikutnya akan muncul. Sekali anda mengejar sesuatu yang tampak menarik, selamanya anda akan terus mengejar, tidak pernah berkomitmen dengan satu jalur bisnis dan tidak pernah menanganinya secara menyeluruh.
Tidak fokus pada satu bisnis adalah awal dari kegagalan anda sebagai pengusaha. Cobalah lihat kondisi anda. Apakah anda mengalami hal yang sama? Jika Iya, bagaimana cara menghindari shiny object syndrome ini? Dapatkan pembahasannya secara lebih rinci pada post berikutnya.
Tagged With : manajemen bisnis