Pada post sebelumnya dibahas beberapa kriteria yang dimiliki para mahasiswa yang berpotensi menjadi pengusaha sukses. Jika anda ingin tahu cara menjadi pengusaha sukses sejak dini, kriteria tersebut perlu anda ketahui. Di antaranya adalah ketabahan, niat atau motivasi yang murni (bukan hanya dorongan finansial), budaya dan rekrutmen, ide-ide besar, serta pemikiran yang bermacam-macam. Jika anda merasa memiliki kualitas tersebut, mungkin pertanyaan berikutnya adalah, “Apa yang harus saya lakukan kemudian?”
Meskipun keberadaan support system seperti iSTEM dan Launchpad mungkin bisa membantu, tidak ada keharusan bagi anda mengikuti program kewirausahaan agar bisa membangun usaha sendiri. Yang anda perlukan hanyalah fokus membangun sesuatu yang sangat dibutuhkan orang. Pastikan memantau setiap trend maupun teknologi yang berkembang di masyarakat, karena trend tersebut bisa jadi bertahan setidaknya dalam beberapa tahun. Selain itu, selalulah berusaha agar produk atau jasa yang anda sediakan dapat meningkatkan kualitas hidup konsumen anda.

Cara Menjadi Pengusaha : Mengapa Dimulai dari Kampus?
Akan ada masa-masa di mana anda menyadari bahwa anda tidak bisa melakukan semuanya sendiri. Tida masalah. Mungkin hanya ada satu CEO di sebuah perusahaan, namun membangun sebuah bisnis dari nol adalah pekerjaan team. Beberapa kisah berikut mungkin menjadi inspirasi bagi anda:
Tetap di Kampus
Para pemikir outside-the-box berusia muda telah menyaksikan kisah mahasiswa dropout, seperti Mark Zuckerberg dan Steve Jobs, pada akhirnya menjadi pengusaha tersukses di dunia. Bagi sebagian orang, kisah ini menunjukkan bahwa gelar sarjana tidak menjamin kalau seseorang bisa memiliki semangat wirausaha. Namun sebenarnya, mereka hanyalah kisah-kisah pencilan. Perguruan tinggi telah banyak berubah sejak era mereka.
Dengan mindset, motivasi, dan keahlian yang sesuai, perguruan tinggi bisa menjadi suatu tempat di mana mimpi-mimpi bertema wirausaha bisa berkembang, karena mahasiswa bisa belajar cara menjadi pengusaha sejak dini. Ada banyak alasan lain mengapa kampus adalah tempat yang tepat untuk belajar menjadi pengusaha:
- Kampus menyediakan jejaring yang jauh memadai bagi mahasiswa, sehingga mereka bisa menjangkau sesuatu yang tidak bisa dilakukan sendiri.
- Kampus juga menyediakan komunitas bagi mahasiswa untuk memperkenalkan produk mereka. Misalnya, web browser Iubble milik Kevin diadopsi oleh separuh dari komunitas kampus sebelum diakuisisi.
- Saat ini, banyak kampus saat ini menawarkan program kewirausahaan yang didukung oleh profesor-profesor ternama. Mereka menawarkan panduan dan dukungan bagi mahasiswa yang ingin belajar menjadi pengusaha.
Program Wirausaha
Jika anda mempunyai pilihan untuk bergabung dalam sebuah program kewirausahaan, maka lakukan riset terlebih dahulu. Beberapa tips berikut mungkin membantu:
- Pilihlah program dengan track record yang baik dan jalin komunikasi jangka panjang.
- Memilih program wirausaha sama dengan memilih seorang teman untuk mendirikan perusahaan bersama: anda harus memahami nilai, tujuan jangka pendek dan jangka panjang mereka, serta bagaimana mereka menyikapi kesuksesan dan kegagalan.
- Jangan haya memilih seseorang yang kantongnya paling tebal. Wirausaha adalah edukasi, bukan bank. Kesederhanaan akan mendorong tumbuhnya disiplin dan fokus. Jika anda benar-benar membutuhkan dana tambahan, maka carilah investor.
- Anda bisa mendaftar di beberapa program akselerator bagi pengusaha pemula, dan sejumlah perguruan tinggi/organisasi menyediakan kompetisi kewirausahaan. Cobalah bergabung.
- Lakukan riset perushaaan yang pernah menerima sokongan dana dari investor atau lembaga keuangan. Lakukan komunikasi, jalin hubungan, dan mintalah kesempatan untuk memperkenalkan diri kepada investor atau lembaga keuangan tersebut.
Tentukan Prioritas
Bagi sebagian mahasiswa, tidak mudah untuk menyeimbangkan kehidupan kampus dengan aktivitas kewirausahaan. Alhasil, mahasiswa terkadang kesulitan untuk menentukan prioritas. Terlebih dahulu, tentukanlah tujuan karir jangka pendek dan jangka panjang anda. Tanyakan dalam motivasi anda untuk pendidikan dan bisnis. Hal ini dapat membantu anda menentukan apa yang sebenarnya anda butuhkan. Mulailah dari empat pertanyaan berikut:
- Mengapa anda memulai usaha sebelum wisuda?
- Mengapa anda tetap bertahan di kampus?
- Apakah keahlian yang anda dapat di kampus berguna untuk membangun usaha?
- Apakah anda melihat karir masa depan di bisnis anda setelah wisuda nanti?
Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut akan benar-benar menunjukkan alasan yang sesungguhnya bagi anda untuk belajar cara menjadi pengusaha saat masih berada di perguruan tinggi. Kemudian, tentukan kapan waktunya mengorbankan waktu berlajar demi mengejar peluang bisnis, atau sebaliknya. Setiap situasi tergantung kepada kondisi deadline-nya. Namun dengan prioritas yang jelas, anda bisa fokus mengejar apa yang anda inginkan pada saat tertentu.
Pada akhirnya, kewirausahaan berhubungan erat dengan orang: mitra pendiri usaha, konsumen, dan investor – semuanya adalah manusia. Produk dan teknologi hanyalah alat untuk menggerakkan ketiga kelompok orang tersebut menuju satu arah, yakni tujuan yang sudah anda tetapkan sebelumnya. Dapatkan tips lebih lanjut tentang cara menjadi pengusaha ketika anda masih berstatus sebagai mahasiswa pada post berikutnya.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha