Cara Menjadi Pengusaha Saat Masih di Perguruan Tinggi: Part 1

Menjadi seorang pengusaha mestinya dimulai sejak sedini mungkin, bukan hanya setelah anda menyelesaikan pendidikan formal. Bahkan, ketika masih di perguruan tinggi, anda sudah bisa memulai merintis jalan menuju wirausaha  yang sesungguhnya. Apakah anda ingin tahu cara menjadi pengusaha ketika anda masih di perguruan tinggi? Kisah-kisah motivasi dan pengalaman dari para praktisi bisa menjadi rujukan bagi anda.

Cara Menjadi Pengusaha: Inspirasi dari Kevin Baressi

Kisah Kevin Baressi, salah satu pendiri Launchpad dan iSTEM, adalah salah satu contohnya. Kevin dan pendiri lainnya membutuhkan waktu 3 tahun untuk mendirikan perusahaannya. Namun saat ini, mereka bahkan bisa meluncurkan satu perusahaan baru setiap tiga bulan! Kuncinya adalah efisiensi. Untuk mempertahankan efisiensi tersebut, mereka mencari mahasiswa yang cocok, yakni mahasiswa tipe rulebreakers, risk-takers, dan mereka yang sangat bersemangat.

cara menjadi pengusaha 2

Kevin Baressi dinilai memiliki kriteria tersebut. Ia memiliki hampir semua kriteria yang dibutuhkan untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Awalnya, ia hanya ingin membangin sebuah browser yang unggul. Saat kreasinya masuk ke komunitas Stevens, sepertinya karyanya pantas untuk dikembangkan dalam sebuah perusahaan. Akhirnya, Kevin mendirikan Iubble yang membuatnya mudah ditemukan, disusun, dan dibagi ke konten web. Pada tahun 2016, Iuuble diakuisisi oleh FinTech Studios dengan valuasi 7 angka, dan Kevin kemudian menjadi Chief Technology Officer di perusahaan tersebut.

Dalam waktu beberapa tahun, sejumlah mahasiswa berbakat telah keluar-masuk dari Steven. Ternyata, ada sejumlah atribut atau sifat yang umumnya dimiliki para mahasiswa tersebut, atau keahlian yang harus mereka miliki agar sukses di bidang wirausaha.

Cara Menjadi Pengusaha: Kriteria Yang Harus Dimiliki

Orang-orang obsesif yang diberkahi dengan kemampuan teknologi hanyalah titik awal dari berdirinya sebuah perusahaan sukses. Sebenarnya, ada beberapa karakteristk lain yang dibutuhkan untuk sukses menjadi pengusaha. Jika anda ingin tahu cara menjadi pengusaha sukses, maka cobalah mengidentifikasi karakteristik berikut pada diri anda:

Ketabahan

Rintangan adalah hal yang tidak terelakkan. Pengusaha mahasiswa sukses adalah orang-orang yang tidak pernah menyerah, tidak suka ribut, dan selalu mencari cara untuk mewujudkan sesuatu. Orang-orang ini tidak mencari alasan atas kekalahan, dan mereka terus berupaya menyelesaikan tugasnya. Mereka berbeda dari para ahli teknologi lain yang tidak memiliki karakteristik yang sama.  Mereka bisa jadi mahasiswa dengan kemampuan rata-rata namun memiliki ketabahan di atas rata-rata.

Motivasi Yang Murni

Pengusaha paling sukses tidak pernah memulai sesuatu untuk mencari banyak uang atau untuk membangun sebuah perusahaan raksasa. Namun, mereka menemukan masalah yang menarik, tertarik untuk menyelesaikannya, dan mambawa solusi yang dihasilkan kepada banyak orang. Mendirikan sebuah perusahaan adalah suatu kemajuan yang alami dalam perjalanannya. Orang-orang yang murni digerakkan oleh keinginan untuk kaya biasanya hanya bisa bertahan sekitar 6 bulan. Setelah itu, berbagai masalah akan muncul.

Pemikiran Jangka Panjang

Romawi tidak dibangun hanya dalam satu malam, satu minggu, atau bahkan satu semester. Tidak juga Apple, Microsoft, atau Facebook. Dalam program Launchpad dan iSTEM, mereka mencoba bekerja sama dengan mahasiswa selama 6 tahun untuk mencoba membangun hubungan seumur hidup. Mereka yang merencanakan pekerjaannya dalam jangka panjang berpeluang besar untuk sukses. Anda hanya harus konsisten melakukan hal kecil setiap hari selama beberapa tahun.

Budaya dan Rekrutment

Mencapai milestone, melebihi ekspektasi, dan mengembangkan sebuah perusahaan adalah outcome dari budaya yang baik. Sayangnya, kebanyakan pendiri perusahaan baru dibuat bingung oleh budaya dari rekan-rekannya. “Kita hang out setiap hari” bukanlah sebuah budaya. Budaya adalah melulis gambar hidup untuk sebuah masa depan yang belum tiba, mempekerjakan orang-orang hebat dan memberikan otonomi kepada mereka, serta menciptakan suatu lingkungan kerja yang dipenuhi akuntabilitas.

Tanpa budaya, dan struktur kompensasi yang dibangun dari budaya tersebut, mustahil untuk menarik dan mempertahankan orang-orang berbakat di sebuah perusahaan. Sebagai pemilik atau manajer, anda harus mampu mempekerjakan dan memecat karyawan berdasarkan budaya yang dianut.

Ide-Ide Besar

Kebanyakan ide-ide besar mungkin terdengar gila awalnya. Facebook awalnya hanyalah sebuah situs jejaring sosial untuk sekumpulan mahasiswa. Google awalnya adalah sebuah mesin pencari urutan ke-12. Anda bisa membayangkan bagaimana ide seperti memperbolehkan orang asing tinggal di rumah penduduk secara acak. Semuanya terdengar buruk awalnya. Sebaliknya, ide-ide yang terdengar baik awalnya justru kebanyakan ide-ide buruk.

Pemikiran Yang Bermacam-Macam

Lakukan pertimbangan yang matang, baik di aspek pengembangan produk maupun tim. Tanyakan pada diri sendiri apakah temuan anda telah memenuhi kebutuhan dan hal-hal penting calon konsumen anda. Kelilingi diri anda dengan rekan-rekan kerja yang tidak hanya bermacam-macam latar belakangnya, namun juga pemikirannya. Jika hanya membangun tim dari orang-orang yang setipe dengan anda, maka pikiran anda tidak akan terbuka terhadap ide-ide dan kemungkinan-kemungkinan baru.

Nah, itu adalah beberapa kriteria yang mesti dimiliki pengusaha sukses. Coba identifikasi potensi anda, dan kemudian temukan cara menjadi pengusaha sekalipun anda masih berstatus mahasiswa.

Tagged With :

Leave a Comment