Kesalahan Pengusaha Pemula yang Bisa Bikin Bangkrut

Setiap orang dapat menjadi seorang pengusaha. Akan tetapi, bagi seorang pemula akan ada banyak rintangan yang harus dihadapi. Salah satunya adalah kesalahan dalam pengelolaannya. Hal itu seolah menjadi ketakutan tersendiri bagi para pemula yang ingin terjun ke dunia usaha. Oleh karena itu, agar dapat meminimalisir kejadian tersebut, maka pada artikel ini akan dibahas mengenai kesalahan pengusaha pemula dalam berwirausaha.

Kesalahan Pengusaha Pemula yang Bisa Bikin Bangkrut

Faktor Internal

Berikut ini adalah beberapa faktor internal kesalahan pengusaha pemula yang dapat membuat usahanya bangkrut;

  • Kurangnya Modal Usaha

Memulai sebuah usaha pasti akan membutuhkan modal. Modal yang diperlukan dapat berupa dana, peralatan ataupun keahlian. Tetapi yang mendominasi disini ialah dana yang harus dikeluarkan. Pembiayaan menjadi penopang utama bagi jalannya sebuah usaha. Hal tersebut seolah menjadi kekhawatiran tersendiri ketika akan memulai sebuah usaha. Biasanya bagi para pemula kurang mempertimbangkan persoalan modal. Padahal hal itu sangat memengaruhi usaha yang sedang dirintis. Besarnya modal seharusnya dapat dikelola dengan baik sehingga menghasilkan laba penjualan produk atau jasa.

Selain itu, kesalahan pemula lainnya adalah mudah untuk berinvestasi besar tanpa belajar terlebih dahulu. Ketika gagasan sebuah bisnis terlihat bagus maka Anda langsung berinvestasi tanpa mengambil waktu sedikitpun untuk melakukan validasi. Sebaiknya, tanyakan gagasan tersebut kepada ahlinya atau komunitas para pengusaha. Anda pasti akan mendapatkan pencerahan dan belajar untuk mengenalkan produk kepada konsumen potensial. Jadi, pikirkanlah dahulu sebelum melakukan investasi. Karena kesalahan fatal pengusaha muda sering terjadi pada hal ini.

  • Kurang Pengalaman

Seorang pemula yang baru memulai karirnya pada dunia usaha masih kurang pengalaman. Sehingga apa yang diusahakannya tidak berjalan dengan baik atau stagnan. Sebagai pemula dalam mengawali karirnya harus melakukan survey mengenai minat dan permintaan pasar. Kecenderungan mereka lebih membutuhkan barang atau jasa apa, sehingga kita sebagai produsen hadir untuk menawarkan solusi atas kebutuhan mereka.

Melakukan kegiatan survey lapangan bisa dengan melihat rekapan data statistik melalui website kementerian perindustrian. Atau dengan membaca berita nasional yang berkaitan hal tersebut. Seorang pebisnis pemula harus cerdas dalam melihat peluang usaha yang ada. Jangan sampai kalah dengan yang lainnya.

  • Tidak Ada Minat

Menanamkan minat dalam berwirausaha menjadi bagian yang sangat penting. Tetapi jika dalam diri kita menolak atau tidak ada minat, hal itu tentu berbahaya. Karena usaha yang akan dijalani nantinya pasti tidak akan bertahan lama. Kita menjadi mudah bosan dan malas – malasan dalam bekerja. Jadi, mulai dari sekarang bangunlah minat bisnis Anda. Misalnya, Anda lebih berminat dan  memilih untuk mengembangkan bidang kuliner maka pilihlah bidang itu. Cari sebanyak – banyaknya informasi mengenai kuliner dan rencanakan peluang tersebut sebaik mungkin.

  • Tidak Ada Perencanaan yang Matang

Setelah mengetahui minat diri dalam membuka usaha pada bidang tertentu, maka mulailah perencanaan. Hal ini sering diabaikan oleh pemula karena terlalu terburu – buru. Sebaiknya Anda membuat business plan dengan matang. Mulai dari perencanaan keuangan, pemilihan tempat, pengelolaan usaha, pegawai, peralatan yang diperlukan, bentuk bangunan yang akan dirancang dan lain sebagainya. Perlu diperhatikan dengan rinci. Sebaiknya Anda juga melakukan konsultasi dengan pihak – pihak yang sudah pernah terjun di dunia usaha sebelumnya. Dengan melakukan hal tersebut, harapannya dapat meminimalkan kesalahan yang terjadi.

  • Kurangnya Pemasaran

Pemasaran menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen. Pada umumnya mereka akan tertarik ketika produsen mampu memasarkan produknya dengan kemasan yang unik, pengiklanan melalui berbagai media, khususnya media elektronik. Sasaran pasar juga perlu diperhatikan, jika sasarannya adalah para kawula muda perbanyaklah pemasaran melalui media sosial. Karena mereka sangat aktif menggunakannya.

Setelah itu lakukanlah pengamatan pada konsumen. Respon terhadap barang atau jasa yang dijual apakah bagus atau tidak. Jika bagus maka manfaatkanlah peluang itu tetapi jika tidak maka Anda harus bersiap – siap untuk melakukan review ulang dan perbaikan pada produk. Bahkan hal yang mungkin dapat terjadi adalah melakukan ‘banting stir’ pada usaha Anda. Ketika hal itu terjadi maka pertimbangkanlah matang – matang .

  • Tidak Memprioritaskan Pelanggan

Jasa atau produk yang ditawarkan akan menjadi tidak berarti apapun apabila hal tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan pelanggan atau konsumen. Mereka biasanya akan membeli yang mereka butuh dan inginkan. Sehingga sebagai produsen harus meneliti terlebih dahulu sebelum produk dipasarkan.

Faktor Eksternal

Berikut ini adalah beberapa faktor eksternal kesalahan pengusaha pemula;

  • Terlalu Banyak Menerima Masukan

Masukan brilian dapat menyukseskan usaha Anda. Tidak meperdulikannya bisa membuat diri sendiri kehilangan peluang emas. Sebaliknya, menerima masukan yang terlalu banyak juga berbahaya. Karena hal tersebut membuat Anda menjadi tidak fokus. Sebaiknya pilihlah seorang pembimbing dalam bisnis yang sesuai dengan bidang usaha Anda. Bukan pada semua bidang bisnis.

Pembimbing akan memberikan ide bisnis, nasihat dan solusi dari timbulnya permasalahan yang dihadapi. Mereka biasanya telah memiliki jam terbang tinggi pada dunia bisnis. Sehingga pengalaman yang mereka dapatkan dapat dijadikan jalan informasi sebagai petunjuk atau panduan kesuksesan usaha Anda.

  • Partner Kerja yang Salah

Ide – ide cemerlang tidak menjamin kesuksesan usaha Anda. Tetapi partner kerja yang bekerja dengan Anda dapat menyukseskannya. Ide merekalah yang dapat menjadi solusinya. Oleh karena itu, penting sekali untuk Anda dalam menemukan pegawai yang loyal dan mampu bekerja cepat demi perusahaan. Sebagai atasan, tentunya Anda membutuhkan orang yang memiliki keterampilan dan kemampuan berbeda – beda. Hal ini disesuaikan dengan pembagian job description mereka.

Sebaiknya dalam merekrut partner kerja tidak hanya asal – asalan. Tetapi juga harus mempertimbangkan beberapa faktor. Hal itu dapat diatasi melalui rangkaian tes psikologis, tes kepribadian, wawancara, dan tes lainnya. Sehingga mereka yang nantinya akan bekerja lebih siap dan mudah untuk mewujudkan visi serta misi perusahaan.

  • Jaringan Bisnis

Seorang pebisnis harus memiliki jaringan bisnis yang luas. Hal itu berkaitan dengan pengembangan dan kesuksesan pada jenis usaha yang sedang digelutinya. Pihak – pihak penting terutama para pebisnis besar dan para ahli industri harus Anda kenal. Semakin luasnya hubungan pertemanan bisnis Anda maka akan semakin dikenal oleh banyak orang. Hal ini tentu peluang penting dalam sebuah usaha baru. Dapat meningkatkan jumlah konsumen serta pendapatan juga semakin bertambah.

Demikianlah penjelasan mengenai kesalahan pengusaha pemula yang dapat membuat bangkrut pada perusahaannya. Harapannya dengan Anda mengetahui hal di atas, maka kesalahan dapat ditekan. Sehingga memberikan semangat dan optimisme pada diri Anda untuk berwirausaha. Ingatlah, dengan berwirausaha berarti menciptakan lapangan kerja baru bagi orang lain. Itu artinya Anda mampu menolong ekonomi orang lain di tengah permasalahan pengangguran yang semakin hari semakin tinggi jumlahnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi semua orang. Janganlah takut mencoba untuk berusaha menjadi pengusaha, baik dalam bisnis online ataupun offline. Ambil setiap langkah sebagai pembelajaran terbaik bagi kesuksesan diri. Kesempatan tidak akan datang dua kali, maka manfaatkanlah setiap peluang yang ada. Selamat mencoba dan mempraktekkannya. Terima kasih.

Silahkan beri penilaian untuk artikel ini:

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 5,00 out of 5)

Loading...

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar