7 Wawasan Penting tentang Saham Blue Chip

Ketika mulai berinvestasi saham, seorang pemula hampir pasti memperoleh rekomendasi agar menanamkan modal pada saham blue chip saja. Namun, saran itu belum tentu benar-benar menghasilkan keuntungan bagi sang pemula. Mengapa demikian? Karena pemula belum tentu memahami seluk-beluk saham blue chip.

Artikel ini akan mengulas tujuh (7) hal terkait saham blue chip yang paling penting untuk diketahui oleh para calon investor dan trader. Mari simak bersama.

Daftar Saham Paling Mahal di Indonesia dan Prospeknya

  • Apa itu saham blue chip?

Saham blue chip adalah saham-saham yang memenuhi minimal lima kriteria berikut ini. Pertama, kapitalisasi pasar sangat besar (<Rp10 triliun). Kedua, emiten merupakan pemimpin pasar (market leader) dalam bidang usahanya. Ketiga, kinerja perusahaan sudah terbukti tangguh. Keempat, emiten mampu membagikan dividen secara konsisten. Kelima, perdagangan sahamnya sangat likuid (likuiditas tinggi).

  • Saham blue chip ada berapa?

Tidak ada ketentuan tentang jumlah saham blue chip. Yang terpenting, suatu saham blue chip harus memenuhi kelima kriteria tadi.

  • Saham blue chip bergerak di bidang apa?

Saham blue chip dapat bergerak dalam bidang apa saja, mulai dari saham bank hingga tambang. Berikut ini beberapa contoh saham blue chip di Bursa Efek Indonesia per Desember 2022: BBCA, BBRI, ASII, ANTM, UNVR, TLKM, PTBA, ADRO, IDBP, INDF, KLBF, dan ITMG.

  • Apakah LQ45 itu blue chip?

Saham LQ45 mencakup 45 saham yang memiliki likuiditas tertinggi di BEI. Mengingat salah satu syarat saham blue chip adalah memiliki likuiditas yang tinggi, maka sewajarnya kita dapat menemukan mereka dalam indeks LQ45. Akan tetapi, tak semua saham LQ45 merupakan saham blue chip.

  • Apakah saham blue chip pasti untung?

Saham blue chip tidak pasti untung. Mari ambil contoh saham GGRM yang telah merosot beruntun dari puncaknya pada nyaris Rp100 ribu sampai kurang dari Rp19 ribu saat ini. Hal ini terjadi akibat bisnis rokok yang sudah tidak prospektif, padahal GGRM mengandalkannya sebagai sumber pendapatan utama.

Agar dapat membeli saham yang menguntungkan, kita tetap harus menyelidiki latar belakang bisnis usaha serta kondisi fundamental dan teknikal saham. Perlu diperhatikan bahwa kinerja perusahaan dapat berubah dari waktu ke waktu, sedangkan data saham yang dikenal blue chip saat ini kemungkinan bersumber dari laporan keuangan pada periode yang sudah lama berlalu.

  • Mengapa saham blue chip cocok untuk pemula?

Saham blue chip yang memenuhi kelima kriteria di atas merupakan saham dari perusahaan-perusahaan dengan kinerja keuangan yang baik atau bahkan terbaik di bidangnya. Dengan demikian, risiko kolaps atau pailit dapat diminimalkan. Di sisi lain, perusahaan kemungkinan besar akan membayar dividen bagi investor.

Harga saham blue chip juga bergerak dengan relatif stabil, serta memiliki likuiditas yang memadai. Kedua faktor ini membantu adaptasi pemula dengan kondisi pasar yang bergejolak, tanpa perlu mengalami guncangan mental maupun finansial yang parah.

  • Apakah ada saham blue chip syariah?

Ya, banyak saham dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang tergolong blue chip pula di BEI. Antara lain TLKM, BRIS, PGAS, INDF, JPFA, dan masih banyak lagi. Kamu dapat memilahnya sendiri dengan menengok daftar DES terbaru yang diterbitkan oleh BEI dan DSN MUI, kemudian mengurutkan saham berdasarkan kapitalisasi pasarnya.

Tagged With :

Leave a Comment