Ciri-ciri dan Daftar Saham Blue Chip Di Indonesia

Membeli saham-saham blue chip sering disebut-sebut sebagai cara investasi saham paling aman, karena perusahaan emiten memiliki kinerja mumpuni dan termasuk market leader dalam skala nasional. Mereka juga terkenal rutin membagi dividen dalam jumlah yang menggiurkan. Namun, apa saja saham blue chip itu? Untuk mengetahuinya, mari simak ulasan lengkap tentang karakteristik dan daftar saham blue chip berikut ini.

Saham Blue Chip Di Indonesia

Kita tidak bisa menengok daftar saham blue chip dari indeks tertentu. Memang saham-saham emiten bergengsi ini masuk dalam indeks seperti LQ45 dan JII. Namun, tak semua saham dalam indeks LQ45 dan JII merupakan saham blue chip. Jadi, apabila ingin berinvestasi dalam saham blue chip, Anda harus mengenali ciri-cirinya terlebih dahulu.

Berikut ini beberapa ciri-ciri yang dapat ditinjau dari profil masing-masing emiten:

  1. Perusahaan penerbit saham itu sudah terkenal, memiliki rekam jejak panjang, serta bermodal besar.
  2. Perusahaan memiliki produk yang berkualitas tinggi, mendominasi segmentasi pasarnya, dan termasuk market leader dalam bidangnya.
  3. Perusahaan termasuk dalam jajaran emiten yang memiliki kapitalisasi pasar terbesar di bursa.
  4. Perusahaan memiliki kinerja stabil selama bertahun-tahun, dibuktikan dengan pertumbuhan laba yang konsisten dan atau pembagian dividen tahunan.

Nah, pertanyaannya, diantara lebih dari 600 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, manakah yang termasuk kriteria tersebut? Berikut daftar saham blue chip yang dapat dilihat di BEI per awal tahun 2019 ini:

  1. BBCA (Bank BCA)
  2. BBRI (Bank BRI)
  3. BMRI (Bank Mandiri)
  4. ASII (Astra International)
  5. AALI (Astra Agro Lestari)
  6. PGAS (Perusahaan Gas Negara)
  7. JSMR (Jasa Marga)
  8. WSKT (Waskita Karya)
  9. PTBA (Bukit Asam)
  10. UNTR (United Tractors)
  11. TLKM (Telkom)
  12. UNVR (Unilever)
  13. KLBF (Kalbe Farma)
  14. SMGR (Semen Indonesia)
  15. MYOR (Mayora Indah)
  16. INDF (Indofood Sukses Makmur)
Baca Juga:   Awali Perdagangan Kamis 20 Juni 2019, IHSG Bergerak di Zona Hijau

Apabila Anda menengok grafik harga dari nama-nama yang masuk dalam daftar saham blue chip ini, maka akan menemukan bahwa pergerakan harganya tidak selalu naik. Hal ini wajar saja, karena kenaikan dan penurunan harga merupakan bagian dari fluktuasi pasar. Bedanya, meski harga saham fluktuatif, tetapi fundamental perusahaan dan kinerja keuangan emiten blue chip umumnya tetap bagus.

Meski demikian, patut diperhatikan bahwa kapitalisasi pasar suatu emiten tidaklah bersifat permanen, sehingga statusnya tak baku. Dari tahun ke tahun, daftar saham blue chip dapat mengalami perubahan, walaupun frekuensi perubahannya tak secepat daftar LQ45 atau indeks saham serupa.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar