Saham bank termasuk salah satu favorit investor di Bursa Saham Indonesia. Namun, kemampuan bank untuk menghasilkan keuntungan itu berbeda-beda. Bahkan ada bank yang masih merugi meski sudah berdiri selama bertahun-tahun.
Jadi, pertanyaannya, bagaimana cara memilih saham bank Indonesia yang paling untung? Salah satu caranya adalah dengan memeriksa Net Profit Margin (NPM).

Net Profit Margin (NPM) termasuk rasio yang dihitung untuk mengukur seberapa efektifnya suatu perusahaan dalam menghasilkan laba, atau dikenal juga dengan istilah Rasio Marjin Laba dalam bahasa Indonesia. Rumusnya adalah Laba Bersih dibagi dengan Penjualan atau Pendapatan Usaha.
Kita dapat menemukan data laba bersih maupun penjualan (pendapatan) dalam laporan keuangan kuartalan dan tahunan, kemudian memperhitungkannya dengan mudah. Selain itu, kita juga bisa menengok data NPM yang sudah siap pakai pada platform penyedia data seperti RTI Business.
Bandingkan NPM saham bank Indonesia, kemudian kita akan mengetahui bank-bank mana saja yang memiliki rasio NPM terbesar. Semakin besar NPM, berarti bank itu lebih efektif dalam menghasilkan laba.
Hasil studi pada akhir Juni 2022 mengungkap 10 saham bank Indonesia yang memiliki NPM terbesar sebagai berikut:
- Bank Bisnis Internasional (BBSI) 57,68%
- Allo Bank Indonesia (BBHI) 47,57%
- Bank Mestika (BBMD) 36,18%
- Bank BCA (BBCA) 35,80%
- Bank BTPN Syariah (BTPS) 32,38%
- Bank Woori Saudara (SDRA) 31,41%
- Bank Mandiri (BMRI) 29,66%
- Bank Mega (MEGA) 28,64%
- Bank BRI (BBRI) 26,31%
- Bank BNI (BBNI) 25,39%
Data NPM tersebut dapat dimanfaatkan sebagai referensi untuk memilih saham bank yang menguntungkan. Namun, ada baiknya memperhitungkan pula rasio-rasio keuangan lainnya dalam rangka analisis saham perbankan yang menyeluruh.
NPM bukanlah jaminan bahwa saham pasti berkualitas bagus dan menghasilkan cuan melimpah bagi investor dalam jangka pendek. Ada perusahaan yang saat ini mampu menghasilkan laba dengan baik, tetapi masih memiliki skala bisnis yang sangat kecil dan perlu mengalokasikan lebih banyak dana untuk berekspansi. Ada pula perusahaan yang mampu menghasilkan laba, tetapi enggan membagikan dividen kepada para pemegang sahamnya.
Data NPM juga bukan satu-satunya rasio keuangan yang dapat dipergunakan untuk mengukur profitabilitas suatu bank. Kita juga bisa memanfaatkan rasio Return-on-Asset (ROA), Net Interest Margin (NIM) dan Current Account/Saving Account (CASA).
Tagged With : analisa fundamental • saham