Berita Ekonomi yang Menguntungkan Untuk News-Trading

Banyak trader forex di Indonesia menyukai teknik news-trading untuk mendapatkan keuntungan cepat pada momen perilisan berita ekonomi tertentu dari Amerika Serikat. Umumnya,  para trader mengantisipasi pergerakan harga yang cukup besar di pasar forex saat publikasi data Non-farm Payroll (NFP) pada hari Jumat pertama setiap bulan. Namun, berita ekonomi yang menguntungkan untuk news-trading sebenarnya bukan hanya NFP.

Berita Ekonomi yang Menguntungkan Untuk News-Trading

  • Non-farm Payroll

Non-farm Payroll merupakan salah satu bagian dari laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat yang memuat jumlah pekerjaan baru dalam satu bulan terakhir. Untuk negeri sebesar AS, penyerapan tenaga kerja merupakan faktor yang sangat menentukan bagi pertumbuhan ekonomi secara umum. Data-data ekonomi lain pun seringkali ditentukan oleh naik-turunnya NFP. Oleh karena itu, tak heran bila Dolar AS bisa menguat pesar jika NFP melampaui ekspektasi, atau anjlok drastis jika NFP menurun lebih rendah dari ekspektasi.

Pergerakan harga di pasar forex seusai rilis data NFP bahkan bisa mencapai 100-200 pips dalam hitungan di bawah satu jam. Hal ini membuatnya sangat menguntungkan untuk news-trading.

  • Gross Domestic Product (GDP)

GDP memperhitungkan keseluruhan aktivitas ekonomi suatu negara. Kenaikan pertumbuhan GDP dapat dimaknai sebagai perkembangan positif dalam perekonomian negara tersebut. Sebaliknya, penurunan pertumbuhan GDP merupakan kabar buruk. Namun, apabila Anda ingin menggunakannya untuk news-trading, maka perlu memerhatikan berapa besar ekspektasi pertumbuhan GDP. Nilai tukar mata uang negara tersebut hanya akan menguat atau melemah, apabila pertumbuhan aktual GDP lebih tinggi atau lebih rendah dari eksepktasi awalnya.

  • Pengumuman Suku Bunga (Interest Rate)

Suku bunga termasuk salah satu daya tarik investasi suatu negara. Bunga yang tinggi akan mengajak investor asing untuk menanamkan modalnya di negara tersebut, sedangkan penurunan bunga berpotensi mendorong investor melarikan dana-dananya. Karena alasan ini, kenaikan dan penurunan suku bunga berbanding lurus dengan nilai tukar mata uang negara yang sama.

Baca Juga:   4 Strategi Day-Trading Untuk Trader Forex

Sayangnya, spekulasi mengenai suku bunga semakin mudah beredar dalam beberapa tahun belakangan ini. Pengumuman mengenai kenaikan atau penurunan suku bunga kini seringkali tak diikuti dengan pergerakan searah oleh nilai tukarnya. News-trader masih menyukai pengumuman suku bunga sebagai salah satu sarana trading, tetapi risikonya sudah meningkat lebih tinggi dibandingkan data NFP atau GDP.

  • Consumer Price Index (CPI)

CPI lebih lazim dipahami sebagai inflasi konsumen, yakni laju kenaikan harga-harga di tingkat konsumen dalam kurun waktu tertentu. Kenaikan CPI dapat mendorong bank sentral untuk menaikkan suku bunga. Demikian pula, penurunan CPI memotivasi bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Hal ini mengakibatkan pengumuman data CPI berpengaruh cukup besar terhadap nilai tukar mata uang dan potensial untuk digunakan dalam news-trading. Bahkan, dampak berita ekonomi mengenai CPI bisa lebih besar daripada GDP.

Selain ketiga jenis berita ekonomi tersebut, ada pula rilis data penjualan eceran (Retail Sales) dan neraca perdagangan. Namun, dua jenis berita ini berdampak lebih rendah dan kadangkala tak berpengaruh sama sekali.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar