Kebanyakan trader forex hanya mengenal tiga jenis chart saja, yaitu Line Chart (grafik garis), Bar Chart (grafik batang), dan Candlestick Chart. Diantara ketiganya, Candlestick merupakan jenis chart yang paling populer dan paling banyak digunakan oleh trader forex di seluruh dunia. Alasannya karena Candlestick chart telah memuat informasi lengkap mengenai pergerakan harga dan bisa langsung digunakan untuk analisis teknikal forex tanpa indikator tambahan sekalipun.
Sebenarnya, ada pula beberapa jenis chart lain yang sarat informasi dan bisa dipergunakan untuk analisis teknikal forex tanpa indikator. Sayangnya, masih jarang sekali trader yang mengenal jenis-jenis chart tersebut. Kebanyakan platform trading forex pun tidak menyertakannya secara built-in, sehingga trader perlu memasang custom indicator agar dapat memanfaatkannya. Tahukah Anda, jenis chart apa sajakah itu? Beberapa jenis chart canggih tapi kurang terkenal itu adalah Tick Chart, Point and Figure Chart, dan Heikin Ashi.
1. Tick Chart
Tampilan Tick Chart bisa menyerupai Bar Chart maupun Lines Chart, tetapi mengandung perbedaan penting. Chart konvensional (Lines Chart, Bar Chart, dan Candlestick) menggambar satu bar baru setelah suatu waktu tertentu, seperti per 5 menit, 1 jam, 1 hari, dan seterusnya. Sedangkan, Tick Chart akan menggambar satu bar baru setelah terjadinya sejumlah perdagangan tertentu. Misalnya 200-Tick Chart, berarti satu bar akan tercipta setelah terjadi 200 kali perdagangan.
Sepanjang hari, frekuensi transaksi forex pasti naik-turun. Oleh karena itu, pergerakan Tick Chart tidak selalu seragam. Pada sesi Eropa hingga pembukaan sesi Amerika, Tick Chart bisa jadi sangat sibuk hingga menciptakan lima tick dalam satu menit. Namun, pada masa-masa sepi seperti sesi Asia, maka pertambahan tick bisa menurun drastis hingga lima tick dalam satu jam atau sejenisnya.
2. Point and Figure Chart
Jenis chart langka ini diperkirakan sudah eksis sejak akhir era 1880-an atau awal 1890-an. Tampilannya sangat unik, karena mengabaikan unsur waktu. Garis vertikal pada chart menunjukkan harga, sedangkan garis horizontal menunjukkan kondisi tren naik (simbol X) dan tren turun (simbol O).

Pengguna Point and Figure Chart sering memanfaatkannya untuk trading intraday, karena dianggap mempermudah dalam memantau garis tren dan titik-titik breakout. Namun, trader pemula bisa jadi akan kesulitan memanfaatkannya sebelum benar-benar menguasai cara trading dengan bar chart dan konsep trading breakout.
3. Heikin Ashi
Heikin Ashi merupakan pengembangan dari candlestick oleh para pakar. Bentuknya mirip dengan candlestick chart biasa, tetapi rumus perhitungan setiap bar-nya berbeda dengan candlestick. Candlestick biasa tercipta dari harga pembukaan (Open), tertinggi (High), terendah (Low), dan penutupan (Close) dalam satu periode waktu tertentu. Namun, Heiking Ashi dibuat dari rata-rata harga Open dan Close, serta harga maksimum (paling tinggi diantara High, Low, dan Close), serta harga minimum (paling rendah diantara High, Low, dan Close).
Hasilnya, Heikin Ashi memunculkan grafik yang lebih smooth dan jernih daripada candlestick biasa. Namun, kondisi harga saat ini belum tentu terlihat pada grafik Heikin Ashi. Oleh karenanya, pemanfaatan Heikin Ashi dalam trading forex juga membutuhkan latihan khusus.
Nah, diantara ketiga jenis chart langka ini, adakah yang menarik perhatian Anda? Apabila ya, cobalah periksa platform trading untuk mengetahui apakah chart tersedia di sana. Jika tidak, carilah custom indicator yang banyak beredar di forum trader. Berlatih cara menggunakannya secara optimal pada akun demo hingga mahir, kemudian baru menerapkannya dalam live trading.
Tagged With : analisa teknikal • trading forex