3 Faktor yang Mempengaruhi Komoditas Minyak Tahun 2021

XM broker promo bonus

Komoditas minyak diperdagangkan dengan volatilitas dan fluktuasi sangat tinggi sepanjang tahun 2020. Harga minyak mentah WTI dibuka pada level USD61.23 di bulan Januari, tetapi langsung terjun bebas hingga hanya berharga sekitar USD11 per barel pada bulan April. Harga baru beranjak naik lagi mulai Mei, tetapi hanya mampu mendaki hingga USD48.30 di penghujung 2020. Bagaimana dengan harga komoditas minyak tahun 2021 mendatang?

Faktor yang Mempengaruhi Komoditas Minyak Tahun 2021

Banyak pihak merasa optimis harga komoditas bakal terus meningkat seiring dengan pemulihan ekonomi global pasca-COVID-19 pada tahun 2021. Akan tetapi, sebagian analis masih mewanti-wanti kemungkinan pemulihan bakal lebih seret karena vaksinasi COVID-19 juga bakal membutuhkan waktu lama. Selain itu, masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi komoditas minyak tahun 2021. Berikut ini diantaranya:

1. Kebijakan Pemerintah AS

Rezim Presiden AS Donald Trump mencabut banyak pembatasan eksplorasi migas yang diterapkan oleh pendahulunya, Barack Obama. Kebijakan ini telah berhasil mendorong Amerika Serikat menjadi produsen minyak nomor satu dunia. Akan tetapi, Presiden AS terpilih yang akan menggantikan Trump mulai Januari, Joe Biden, merupakan mantan wapres yang memiliki haluan politik senada dengan Obama.

Biden selama masa kampanyenya telah mempromosikan komitmen untuk memerangi pemanasan global, salah satunya dengan membatasi industri migas dan BBM tak terbarukan. Ia bahkan sempat menyinggung ingin melarang praktik fracking yang berkontribusi menggenjot produksi migas AS selama beberapa tahun terakhir. Apabila benar demikian, harga komoditas minyak (khususnya WTI) kemungkinan meningkat akibat berkurangnya pasokan dari AS.

2. Kemelut OPEC+

Menghadapi meroketnya produksi AS, OPEC menjalin hubungan lebih erat dengan beberapa negara produsen minyak non-OPEC seperti Rusia dalam asosiasi de facto OPEC+. Namun, situasi tersebut juga melahirkan percaturan politik dan kemelut kepentingan yang lebih ruwet dalam tubuh OPEC+.

Baca Juga:   Dampak Perang Dagang AS-China Terhadap Harga Minyak

Keputusan OPEC+ terakhir setuju meningkatkan produksi secara bertahap melalui rapat tiap bulan yang akan dimulai pada tanggal 4 Januari mendatang. Pertemuan bulanan ini berpotensi memicu gejolak harga minyak mentah yang lebih intens.

3. Trafik Transportasi Global

Latar belakang utama kejatuhan harga minyak tahun 2020 adalah lockdown dan pembatasan pada jalur transportasi global dalam rangka membendung virus Corona (COVID-19). Hingga saat ini, negara-negara maju maupun berkembang masih menerapkan lockdown yang kemungkinan bakal berlangsung hingga akhir Januari. Lockdown bahkan bisa diperpanjang jika penyebaran virus memburuk lagi.

Ada ekspektasi di sebagian kalangan bahwa permintaan untuk traveling bakal langsung melonjak setelah lockdown dicabut oleh berbagai negara. Namun, hal ini tidak akan berlangsung secara instan. Beberapa pemerintahan kemungkinan akan bertindak lebih hati-hati dan baru memperbolehkan trafik keluar-masuk normal dari dan ke luar negeri setelah warganya tervaksinasi. Padahal, program vaksinasi di negara maju yang sudah memesan vaksin saja kemungkinan baru akan selesai pada akhir tahun.

Tagged With :

Leave a Comment