Mengenal OPEC Plus, Pengendali Baru Di Pasar Minyak Dunia

Sejak duduk di bangku Sekolah Dasar, kita diajari bahwa OPEC (Organization of the Petroleum Exporting Countries) adalah kartel eksportir minyak terbesar di dunia yang mengendalikan pasokan dan harga minyak dunia. Namun, pengetahuan itu tak lagi relevan saat ini, karena telah muncul aliansi baru yang disebut sebagai OPEC Plus (kadang-kadang ditulis juga dengan simbol OPEC+).

OPEC Plus

Istilah OPEC Plus mengacu pada kerjasama antara negara-negara eksportir minyak yang tergabung dalam OPEC dengan beberapa negara produsen minyak non-OPEC. Mereka semua bersekutu dalam rangka mengatur kuota produksi secara berjamaan dan memengaruhi harga minyak dunia. Sejak akhir tahun 2016, mereka akan mengadakan pertemuan bersama secara berkala dimana masing-masing negara akan menyepakati pemangkasan produksi sebesar beberapa persen.

Negara-negara mana saja yang tergabung dalam OPEC Plus? Di dalamnya terdapat 14 negara anggota OPEC: Aljazair, Angola, Ekuador, Guinea Equatorial, Gabon, Iran, Irak, Kuwait, Libya, Nigeria, Republik Kongo, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Venezuela. Selain itu, sejumlah negara produsen minyak non-OPEC bergabung dengan undangan khusus, antara lain Rusia, Meksiko, Azerbaijan, dan Kazakhstan.

Secara mandiri, produksi total OPEC tak mencapai 50 persen dari skala pasar minyak dunia. Namun, dengan merekrut raksasa minyak Rusia dan kroni-kroninya, maka cakupannya bisa lebih dari 50 persen. Skenario ini meningkatkan efektifitas kebijakan kuota yang diambil dalam pertemuan OPEC Plus. Keputusan-keputusan yang dilahirkan OPEC Plus terbukti dapat menggenjot maupun menggulingkan harga minyak. Namun, kepatuhan (compliance) masing-masing negara terhadap komitmen yang dibuatnya dalam OPEC Plus seringkali dipertanyakan karena aliansi ini tak bersifat mengikat secara hukum.

Konon, dua negara paling dominan dalam OPEC Plus, Arab Saudi dan Rusia, telah mendiskusikan kemungkinan pendirian organisasi kartel minyak baru untuk menggantikan OPEC. Meski demikian, kemungkinannya dinilai kecil karena banyak negara anggota memiliki kepentingan politik yang saling berlawanan. Sebagai contoh, Arab Saudi dikenal sebagai sekutu dekat Amerika Serikat yang berdiri di posisi berlawanan dengan Rusia dan Iran. Mayoritas analis pasar berpendapat kalau keakraban OPEC Plus semata-mata diikat oleh kepentingannya dalam pasar minyak saja, dan bisa bubar sewaktu-waktu ketika dianggap sudah tidak relevan lagi.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar