Faktor Utama yang Menggerakkan Harga Komoditas Minyak Dunia

XM broker promo Hadiah

Dalam berita-berita ekonomi internasional, kita sering membaca pernyataan seperti “Harga minyak naik karena konflik Timur Tengah” atau “Gangguan produksi di Afrika menggoyahkan harga minyak mentah” dan sejenisnya. Berita-berita semacam itu seringkali ditelan bulat-bulat oleh trader pemula, sehingga ketika kelak terjadi konflik lagi di Timur Tengah -dan ternyata tidak mengakibatkan pergolakan harga minyak- maka mereka kebingungan.

Lebih dari itu, kesalahpahaman tadi membuat banyak pemula menganggap analisis fundamental tidak dapat diandalkan. Bagaimana mungkin suatu hal mempengaruhi harga minyak kemarin, tapi tidak mempengaruhi harga minyak hari ini? Demikianlah kurang lebih pertanyaan yang timbul. Padahal, sejatinya harga minyak memang bukan digerakkan oleh konflik Timur Tengah maupun gangguan produksi migas.

Faktor Utama yang Menggerakkan Harga Komoditas Minyak Dunia

Konflik Timur Tengah maupun gangguan produksi memang termasuk diantara beragam faktor yang mempengaruhi harga. Akan tetapi, keduanya tidak serta-merta mengakibatkan pergerakan harga begitu saja. Faktor utama yang dapat menggerakkan harga komoditas minyak dunia itu hanya ada dua, yakni penawaran (supply) dan permintaan (demand). Konflik Timur Tengah dan gangguan produksi dapat mempengaruhi harga, hanya jika keduanya mengubah outlook supply dan demand minyak mentah saja.

Untuk itu, semua trader harus mencamkan pengaruh interaksi antara supply dan demand terhadap perubahan harga komoditas. Tak perlu menjadi pakar ekonomi untuk memahaminya. Ingat-ingat saja dua hal ini:

  1. Ketika supply tidak berubah tapi demand meningkat, maka harga akan naik.
  2. Ketika demand tetap tapi supply meningkat, maka harga akan turun.

Sederhana sekali, bukan!? Dalam situasi apa pun, prinsip pengaruh interaksi antara supply dan demand terhadap perubahan harga komoditas itu akan selalu berlaku. Asalkan memahami hal ini, maka trader dapat memprediksi dampak peristiwa ekonomi-politik terhadap harga komoditas apa pun dengan lebih objektif dan akurat.

Baca Juga:   Cara Average Down yang Menguntungkan dalam Perdagangan Saham

Umpamanya terjadi pertumbuhan ekonomi pesar di kawasan negara-negara berkembang, maka permintaan terhadap minyak mentah pasti bakal meningkat. Seandainya supply tidak bertambah dalam proporsi yang seimbang, maka harga minyak bakal naik juga. Tapi bagaimana jika supply ternyata meningkat lebih pesat dibandingkan demand? Dalam hal ini, harga minyak kemungkinan bakal menurun.

Pihak-pihak yang berupaya memanipulasi harga minyak mentah juga berorientasi pada interaksi supply dan demand yang sama. Sebut saja OPEC. Kartel negara-negara eksportir minyak itu biasa menjalankan kebijakan kuota produksi untuk menekan supply ketika harga minyak dianggap sedang murah atau demand berkurang. Sebaliknya, mereka akan segera mencopot aturan kuota itu ketika harga minyak sudah meroket atau demand dianggap cukup tinggi.

Tagged With :

Leave a Comment