Seperti dibahas pada post sebelumnya, sebelum memulai usaha sampingan tahun 2021 ini, maka perlu dipastikan apakah perusahaan pada pekerjaan utama anda memberikan peluang untuk itu. Caranya adalah dengan mempelajari kontrak kerja anda. Kemudian, susunlah daftar tugas dan target yang ingin anda capai serta kapan anda akan mencapainya. Lanjutkan dengan membuat daftar rencana anggaran dan biaya, mulai dari apa saja yang harus dibeli di awal pendirian usaha, hingga hal-hal yang perlu dibeli setelah perusahaan beroperasi.
Cara Membuat Rencana Anggaran Usaha Sampingan Tahun 2021
Seperti dibahas sebelumnya, pendekatan less-is-more lebih cocok untuk usaha sampingan tahun 2021 yang baru dirilis. Sebagian kebutuhan bisa anda beli nanti jika sudah benar-benar yakin tidak akan beralih ke usaha lain. Pastikan anda mempertimbangkan beberapa hal berikut sebagai anggaran awal untuk usaha sampingan anda:

- Perlengkapan kantor
- Teknologi, seperti komputer atau ponsel khusus untuk mendukung pekerjaan sampingan anda;
- Bahan-bahan yang perlu dibeli;
- Biaya pemasaran awal (seperti biaya pembelian software untuk membangun website, pendaftaran URL dan iklan online, dan semacamnya);
- Biaya-biaya yang terkait untuk mendaftar di platform freelance online atau marketplace yang mungkin anda gunakan untuk menemukan konsumen;
- Software akunting.
Perencanaan Pajak pada Usaha Sampingan Tahun 2021
Jika anda tidak hati-hati, uang yang anda dapatkan dari usaha sampingan bisa saja menimbulkan masalah pajak yang serius kelak. Hal itu bisa saja menyita banyak waktu dan energi. Ada beberapa cara di mana usaha sampingan bisa menjadi masalah dalam kaitannya dengan pajak:
- Tergantung dari kondisi usaha sampingan anda pada tahun lalu, tagihan pajak anda bisa saja meningkat hingga ratusan (atau bahkan ribuan) dollar;
- Jika usaha sampingan anda cukup sukses, anda mungkin harus membayar pajak sesuai estimasi sepanjang tahun. Jika anda tidak membayar on-time, anda mungkin harus membayar denda;
- Bagaimana jika IRS meminta bukti bahwa anda benar-benar membelanjakan uang sebesar $1.000 untuk keperluan memasak sebagai biaya usaha? Apakah anda memiliki nota atau laporan bank untuk membuktikan berapa jumlah yang benar-benar anda belanjakan?
Hal-hal di atas tidak hanya perlu dipertimbangkan, namun juga harus dipersiapkan. Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari masalah perpajakan pada usaha sampingan anda:
Sisihkan Uang Untuk Pajak Penghasilan
Lihat kembali daftar gaji anda pada pekerjaan utama. Anda bisa melihat bahwa perusahaan memotong sebagian dari gaji anda untuk membayar pajak penghasilan, sebelum dikirim ke rekening. Lakukan hal yang sama untuk usaha sampingan anda. Terlepas dari besar kecilnya uang yang anda hasilkan, bukalah sebuah rekening tabungan terpisah dan sisihkan 20-35% dari seluruh penghasilan tersebut untuk pajak. Dengan demikian, anda akan memiliki uang yang cukup untuk membayar pajak penghasilan. Dengan cara ini, anda tidak akan kelabakan pada saat jatuh tempo pajak tiba.
Apakah Anda Perlu Membayar Pajak Bulanan?
Sistem perpajakan umumnya menggunakan sistem akrual. Artinya, pajak jatuh tempo pada saat transaksi terjadi sepanjang tahun, jadi tidak dibayar secara lump sum. Itulah sebabnya mengapa anda harus membayar pajak triwulanan, yang dibayar setiap 3 bulan sepanjang tahun. Anda bisa membayarnya dengan uang yang anda sisihkan pada rekening khusus tersebut.
Buka Rekening Terpisah
Sebaiknya, pisahkan uang yang anda hasilkan dari pekerjaan utama dan dari usaha sampingan. Buka rekening khusus untuk pendapatan dan biaya-biaya yang terkait dengan usaha sampingan anda tersebut. Dengan demikian, anda bisa mengetahui dengan benar jumlah penghasilan netto dari bisnis tersebut sepanjang tahun. Sama halnya dengan usaha kecil lainnya, anda bisa mengurangi sebagian belanja atas usaha sampingan dari pendapatan kena pajak.
Buat Sistem Pencatatan Sederhana
Pastikan anda menyimpan semua catatan, nota, tanda terima, atau faktur dari seluruh pengeluaran terkait usaha sampingan tersebut di satu tempat yang mudah diakses. Dengan demikian, anda bisa mengetahui berapa banyak deduksi yang dapat anda klaim. Kemudian, jika lembaga pengawas atau badan inspeksi tiba-tiba datang dan meminta anda memverifikasi semua belanja tersebut, anda tidak akan kesulitan. Berikut adalah beberapa jenis informasi yang perlu anda simpan dan catat dengan sebaik-baiknya:
- Faktur
- Nota
- Laporan bank
- Catatan bisnis
- Formulir pajak
- Biaya pemeliharaan mobil
- Biaya bahan bakar, dan sebaagainya
Minta Bantuan Pakar
Jika anda mencoba menangani semua urusan keuangan dan pajak pada usaha sampingan sendiri, hal tersebut bisa menyita banyak waktu dan energi. Tidak ada salahnya anda bekerja sama dengan seorang konsultan pajak atau penasehat pajak profesional. Sebelum memutuskan, pastikan anda mengecek rekam-jejak dan referensi terkait konsultan pajak tersebut.
Anda tidak harus membentuk sebuah entitas bisnis di awal pendirian usaha, kecuali jika anda memasuki bisnis dengan potensi liabilitas yang tinggi. Banyak pengusaha mengambil langkah ini setelah menjalankan usaha sampingan tersebut selama beberapa bulan. Pada akhirnya, mendaftarkan usaha sampingan tahun 2021, baik dalam bentuk CV, PO, dan sejenisnya, akan memberikan banyak manfaat bagi usaha anda kelak.
Tagged With : bisnis sampingan • freelancer • Investasi freelancer • manajemen bisnis • usaha sampingan