Selama 2 tahun masa ketidakpastian dan disrupsi yang dipicu oleh pandemi, para pengusaha mulai mempertimbangkan prospek usaha mereka hingga beberapa tahun ke depan. Mereka juga mengantisipasi trend usaha kecil tahun 2022 yang mungkin mempengaruhi rencana bisnis. Perkembangan teknologi digital adalah sebuah rahmat, terutama dalam kaitannya dengan otomatisasi proses pekerjaan yang sifatnya berulang. Teknologi dapat meningkatkan produktivitas dan mendukung model kerja hybrid.
Trend Usaha Kecil Tahun 2022 Menurut Para Praktisi
Dengan penemuan low code dan otomatisasi tanpa kode, kini teknologi ini sudah bisa dijangkau oleh usaha-usaha kecil sekalipun. Namun, apa lagi trend usaha kecil tahun 2022 ini? Berikut adalah prediksi dari beberapa orang pemimpin bisnis ternama.

Tantangan Pendanaan
Dalam sebuah survey terhadap sejumlah perusahaan baru di AS dan UK, yang dilaksanakan oleh Angel Investment Network (AIN) tentang prospek bisnis mereka untuk Tahun 2022, tiga perempat responden merasa yakin dengan kondisi 12 bulan ke depan. Kondisi ini berubah secara dramatis dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana hampir 60% perusahaan baru melaporkan bahwa pertumbuhan usaha mereka terdampak selama pandemi.
Menurut pendiri AIN – Mike Lebus, meningkatkan investasi tetap menjadi tantangan terberat. Hal ini juga disampaikan oleh hampir 85% responden yang berpartisipasi pada survey mereka. Ia juga percaya bahwa pemerintah akan berperan dalam membantu menciptakan situasi yang kondusif untuk merangsang investasi di kalangan pemula. Di antaranya melalui keringanan pajak, yang diharapkan dapat mendorong munculnya investor-investor pemula, yang merupakan urat nadi pendanaan bagi perusahaan baru.
Go Public
Satu lagi trend usaha kecil tahun 2022 diprediksi oleh CEO dari jejaring sosial eSport Brag House, yakni Lavell Juan. Ia memprediksi terjadinya kenaikan jumlah perusahaan pemula yang akan memasuki ajang IPO (penawaran saham perdana), sebagai upaya untuk mendapatkan akses terhadap pasar modal secara lebih cepat. Diperkirakan bahwa trend usaha kecil 2022 ini akan terlihat terutama pada perusahaan yang bergerak di sektor olah raga dan perusahaan digital, karena sektor ini dianggap lebih siap untuk beroperasi di bawah keterbatasan akibat Covid-19.
Munculnya Pekerja Proyek
Dalam kaitannya dengan lowongan pekerjaan, banyak bisnis yang hanya fokus pada pekerjaan yang dilakukan dengan keahlian khusus. Hal ini terjadi karena otomatisasi dan teknologi semakin mengurangi kebutuhan terhadap staf admin yang bekerja full-time. Inilah pandangan pendiri platform frelance bernama UnderPinned – Albert-Clauson, yang memprediksi bahwa dunia usaha akan semakin banyak menggunakan sistem kerja jarak jauh untuk menciptakan tim-tim hybrid, di mana para pekerja paruh waktu dan pekerja full-time bisa bekerja bergantian.
Menurutnya, nilai yang sesungguhnya dari pekerjaan akan didapat dari pekerja yang memiliki keahlian tinggi, yakni mereka yang bekerja untuk proyek-proyek tertentu, bukan dari tim yang bekerja penuh di kantor. Namun, biaya tenaga kerja untuk mereka yang memiliki keahlian khusus ini juga akan meningkat, karena terjadinya globalisasi sistem kerja paruh waktu.
Pabrik Mulai Pindah
Trend usaha kecil tahun 2022 berikutnya adalah prediksi bahwa perusahaan manufaktur dalam negeri akan kembali. Hal ini diprediksi oleh CEO Munchy Play, yakni Sophia Procter. Perusahaan ini merancang dan membuat piring untuk anak toddler dan anak usia dini (PAUD). Dengan mendirikan kantor manufaktur di dalam negeri, perusahaan bisa mengurangi dampak dari permasalahan import akibat pandemi dan regulasi seputar Brexit. Akibatnya, muncul trend baru di mana perusahaan-perusahaan manufaktur cenderung kembali ke negara asalnya.
Outsourcing untuk Mendorong Pertumbuhan
Salah satu pelajaran penting yang diambil banyak perusahaan selama pandemi adalah fokus pada apa yang terbaik dan melibatkan pakar ketika mereka membutuhkan solusi-solusi spesifik. Joanna Swash, CEO dari Moneypenny, percaya bahwa trend usaha kecil tahun 2022 ini akan berlanjut. Misalnya, banyak perusahaan yang menggunakan outsourcing untuk ponsel, Live Chat, dan layanan resepsionis selama pandemi, dan mereka merasakan manfaatnya dari segi biaya dan efisiensi.
Selain outsourcing di bidang komunikasi, Joanna Swash juga memperkirakan bahwa trend ini akan meluas ke fungsi lain, termasuk HR, marketing, dan penjualan. Menurutnya, perusahaan yang mengadopsi model outsourcing ini bisa berkembang dan berinovasi lebih cepat, dan semakin kompetitif di tengah lingkungan bisnis yang berubah terus-menerus.
Penguasaan Model Hybrid
Transisi ke sistem kerja hybrid juga menghadirkan tantangan bagi perusahaan semua ukuran. James King dari Fig percaya bahwa perusahaan-perusahaan baru akan cepat mengembangkan keahlian yang dibutuhkan dan mengelola budaya kerja tim hybrid secara efektif.
Perusahaan-perusahaan baru akan berusaha menemukan bagaimana caranya agar mereka unggul dalam hal cara kerja. King juga mengantisipasi munculnya tool bisnis baru untuk mengatasi pemborosan dalam operasi kantor, termasuk dalam sistem pengadaan baru, sistem permintaan peralatan baru, dan tool untuk menghubungkan semuanya.
Itulah beberapa tren usaha kecil tahun 2022 yang mungkin akan mempengaruhi cara kerja perusahaan anda, jika anda sedang menjalankan sebuah perusahaan skala kecil atau menengah. Siap untuk menghadapinya?
Tagged With : Aneka Bisnis • bisnis • Usaha Kecil Menengah