Dasar-Dasar Trading Minyak Untuk Pemula

Trading minyak menawarkan potensi keuntungan sama besarnya dengan trading emas atau forex, karena fluktuasi harga harian yang sangat besar. Apalagi, status komoditas minyak mentah sebagai salah satu sumber energi utama dipastikan akan membuat likuiditasnya selalu tinggi.

Namun, bagaimana cara trading minyak? Lewat broker mana? Simbol aset apa yang harus dipilih? Di sini, kita akan mengulas secara singkat dan padat dasar-dasar trading minyak yang harus diketahui oleh pemula.

Dasar-Dasar Trading Minyak Untuk Pemula

Pertama-tama, agar bisa trading minyak, Anda harus mendaftar dan membuka akun di suatu broker forex atau pialang berjangka. Pembukaan akun bisa dilangsungkan secara online dan selesai dalam waktu singkat. Setelah akun dibuka, setorkan sejumlah dana untuk dijadikan modal awal. Tak perlu menyediakan banyak dana, cukup sekitar USD500-1000 saja untuk permulaan.

Kedua, unduh dan install platform trading online yang disediakan broker. Platform ini biasanya bisa digunakan pada laptop maupun ponsel pintar. Pada platform, carilah simbol aset WTI (USOIL), Brent, atau CL (Crude Oil). Umumnya, komoditas minyak yang paling banyak diperdagangkan adalah simbol CL dari bursa NYMEX. Namun, tak tertutup kemungkinan kalau broker menggunakan simbol berbeda, sehingga jika Anda mengalami kesulitan untuk menemukan aset, segera hubungi saja broker.

Spesifikasi kontrak untuk trading minyak dengan simbol CL biasanya terdiri atas:

  • Ukuran kontrak per lot: 1,000 barel
  • Jarak perubahan harga: 0.01
  • Jam trading: 14:00 GMT-7:30 GMT (22:00 WIB-02:30 WIB)

Setelah menemukan simbol aset yang akan diperdagangkan, Anda dapat langsung memanfaatkan platform trading untuk melakukan analisis teknikal dan bertransaksi jual maupun beli.

Untuk meningkatkan probabilitas kesuksesan dalam trading minyak, ada baiknya Anda melakukan dua hal ini terlebih dahulu:

  1. Pelajari analisis fundamental minyak dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi perubahan harga dalam beberapa bulan terakhir. Secara khusus, berhati-hatilah jika ada kabar pemangkasan atau peningkatan kuota produksi OPEC. Apabila OPEC memangkas kuota, maka harga minyak berpotensi naik; sedangkan jika OPEC menaikkan kuota, maka harga minyak berpotensi melemah.
  2. Pelajari analisis teknikal dan cobalah menerapkannya pada grafik harga minyak untuk menemukan titik jual dan beli paling optimal. Sekedar tips, pergerakan harga minyak biasanya mengikuti level-level Pivot Points dan sering berubah arah pada titik support dan resistance penting. Pahami hal ini agar trading minyak Anda bisa sukses.

Selain itu, sebelum mulai trading minyak dengan uang sungguhan, cobalah trading pada akun demo selama 1-2 bulan. Akun demo yang disediakan broker akan memungkinkan Anda untuk berlatih simulasi trading minyak sepuasnya secara gratis. Apabila sudah lancar dan berhasil mendapatkan keuntungan dalam simulasi, barulah mencoba trading dengan uang sungguhan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar