6 Tips Mengatur Keuangan Rumah Tangga agar Tidak Boros

XM broker promo bonus

Untuk membangun keluarga yang tentram dan damai diperlukan kondisi finansial yang tentram juga. Tidak perlu harus berpenghasilan besar, cukup memiliki tips mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros. Salah satunya dengan berpikir realistis akan kebutuhan dan pengeluaran sehari-hari.

Kondisi rumah yang tentram dan damai tentu idaman semua pasangan suami dan istri. Banyak pasangan suami dan istri bertengkar karena mempermasalahkan kondisi finansial keluarga. Oleh karena itu, kita perlu memiliki strategi atau tips mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros.

Dikutip dari Hai Bunda, menurut Perencanaan Keuangan Josh Monroe yang diutarakan kepada CNBC International, ada 5 tips mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros yang bisa diterapkan sehari-hari.

Tumbuhkan sikap realistis

Tumbuhkan sikap realistis pada diri kita dan pasangan. Hadapi kenyataan bahwa selama satu bulan kita memerlukan uang sebanyak Rp3 juta untuk memenuhi kebutuhan seperti membayar cicilan rumah dan kendaraan, membayar tagihan listrik dan air.

Belum lagi untuk membayar pendidikan anak hingga kebutuhan internet di rumah. Tulis semua kebutuhan selama satu bulan yang memang perlu dan dibutuhkan, bukan yang hanya diinginkan.

Jika kita belum terlalu membutuhkan internet di rumah karena seluruh anggota keluarga beraktivitas di luar rumah, untuk apa memasang fasilitas internet di rumah. Atau, bila kita masih bisa mengerjakan pekerjaan di rumah untuk apa memanggil asisten rumah tangga.

Yang paling terlihat adalah saat sekeliling tetangga sudah memiliki mobil dan kita ikut membelinya. Pertimbangkan dahulu apakah kita memang benar-benar membutuhkan mobil. Bila masih bisa naik motor kenapa harus membeli mobil.

Dan perilaku-perilaku serta pemikiran realistis lainnya, latih diri sendiri dan pasangan untuk bersikap realistis.

Segera melakukan praktik kelola keuangan

Untuk membangun ketentraman finansial keluarga, sering kita mencari ilmu mengenai pengaturan finansial keluarga. Ada banyak kelas-kelas baik secara offline maupun daring atau online yang bisa kita ikuti. Ada banyak ilmu mengenai finansial keluarga yang kita dapatkan dan kita terapkan pada keluarga kita.

Namun, ilmu tersebut tidak ada artinya bila hanya menjadi ilmu dan tidak langsung dipraktekkan di kehidupan sehari-hari. Setelah mencari ilmu seputar finansial keluarga dan mencatat seluruh pengeluaran kebutuhan sehari-hari. Kita bisa langsung mempraktekkan seluruh ilmu yang sudah didapatkan.

Seperti, segera membayar seluruh tagihan di awal bulan, menulis pengeluaran sekecil apapun termasuk hanya membeli sawi seharga Rp2.000. Selain mengatur dan mengelompokkan pengeluaran, rutin mencatat juga penting untuk dibiasakan di diri kita.

Dengan rutin mencatat pengeluaran sekecil apapun, ini bisa membantu untuk penyusunan anggaranan secara keseluruhan.

Bikin kalender khusus kalender tagihan

Tagihan keluarga yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda. Meskipun begitu, ada beberapa tagihan yang pasti dimiliki setiap keluar. Misalnya tagihan cicilan rumah, tagihan cicilan kendaraan, tagihan listrik dan telepon, biaya pendidikan anak, biaya kesehatan, dan biaya untuk makan sehari-hari.

Kita bisa menuliskan daftar tagihan beserta waktu pembayarannya. Lalu buat kalender khusus tagihan atau kalender tagihan. Tujuannya adalah sebagai pengingat kita agar kita membayar tagihan tepat pada waktunya. 

Bila lewat satu hari saja, biasanya kita akan dikenakan denda berupa bunga keterlambatan. Besaran biayanya pun tidak sedikit. Daripada boros karena harus membayar denda keterlambatan tagihan, lebih baik bayar tagihan tepat pada waktunya.

Nabung, nabung, dan nabung

Saat mengelompokkan keuangan dan menulis pengeluaran, hal pertama yang harus kita tetapkan sebenarnya berapa persen yang akan kita sisihkan untuk tabungan.

Jika biasanya kita akan membayar seluruh tagihan dan kebutuhan lalu ada sisa uang baru kita tabungkan, maka kini kita bisa mengubah kebiasaan tersebut dengan menyisihkan sejumlah uang terlebih dahulu untuk tabungan.

Baik tabungan masa depan, dana darurat, hingga investasi, kita harus memiliki semuanya dan menyisihkan dari penghasilan di awal bulan sebelum seluruh uang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Ubah gaya hidup

Gaya hidup merupakan salah satu faktor kenapa kita sering menghambur-hamburkan uang. Ubah gaya hidup boros atau senang main dengan teman kantor dengan gaya hidup lebih hemat. Ingat, hal ini penting dilakukan demi ketentraman finansial keluarga kita.

Salah satu contoh yang terlihat nyata adalah coba untuk mengurangi kebutuhan hiburan kita seperti berlibur atau makan di restoran. Tidak semuanya harus dihilangkan, hanya kita perlu mengaturnya. Seperti tahun ini kita tetap makan di restoran sesekali tetapi tidak liburan dahulu.

Atau, bila kita tetap memerlukan liburan, cari tempat liburan yang hemat biaya dan pilih restoran yang sederhana saja untuk menghabiskan waktu bersama keluarga.

Dengan mengontrol gaya hidup, ini bisa membantu meningkatkan keuangan dan membangun ketentraman finansial keluarga.

Hindari utang konsumtif

Hindari utang konsumtif melalui kartu kredit atau paylater. Meskipun memiliki segudang keuntungan untuk kita, namun jika dibiasakan takutnya nanti kembali menimbulkan sifat boros di dalam diri kita.

Untuk membangun sifat dan sikap gaya hidup hemat, tentu kita menghindari perilaku dan hidup boros. 

Itulah tips mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros yang bisa diterapkan di rumah. Prinsip yang harus diingat adalah komitmen dan kedisiplinan. Tanpa komitmen dan disiplin, ilmu finansial keluarga sebanyak apapun yang kita dapatkan tentu tidak akan berguna.

Oleh karena itu, berkomitmen untuk disiplin mengubah dan mengatur finansial keluarga agar tercipta keluarga yang tentram dan damai. Semoga berhasil!

Tagged With :

Leave a Comment