Teknologi Retail di Tahun 2020 Dipengaruhi 3 Trend Ini…

Cara kita berbelanja dan apa yang kita beli selalu berubah dari waktu ke waktu. Perubahan ini salah satunya dipicu oleh teknologi internet yang berkembang begitu pesat. Salah satu contoh dari perubahan ini adalah tutupnya sejumlah departemen store yang sebelumnya mendominasi pasar. Hal ini juga mempengaruhi teknologi retail di Tahun 2020. Ya, internet tidak hanya mempengaruhi toko-toko besar berskala global, namun juga penjual eceran.

Teknologi pendukung yang mempengaruhi cara kita berbelanja dan apa yang kita beli saat ini menjadi sasaran investasi besar-besaran. Akibatnya, investasi di bidang teknologi retail di Tahun 2020 menjadi target yang sangat digemari. Laporan tentang trend investasi di bidang ini hampir seragam di seluruh dunia – yakni, kenaikan secara signifikan dari waktu ke waktu. Sebenarnya, kenaikan ini sudah mulai terlihat sejak Tahun 2015, namun trend-nya semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Teknologi Retail di Tahun 2020

Trend Yang Mempengaruhi Teknologi Retail di Tahun 2020

Meski demikian, retail bukanlah bisnis yang mudah diperkirakan. Tidak semua orang sukses di bidang ini. Para pengusaha dan investor tidak hanya harus menciptakan produk berteknologi tinggi. Mereka juga harus bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan yang terkadang lambat mengadopsi digitalisasi. Nah, beberapa trend berikut diperkirakan ikut mempengaruhi perkembangan teknologi retail di Tahun 2020:

Konsumen Tetaplah Misteri

Para pengusaha dan investor di bidang bisnis retail hingga saat ini masih dihadapkan dengan dilema dalam memperlakukan konsumennya. Setiap konsumen mengharapkan perlakuan yang personal, namun produsen juga harus tetap mematuhi aturan-aturan tentang privasi konsumen. Menyingkap identitas konsumen ke publik tanpa persetujuan adalah pelanggaran.

Pada intinya, perusahaan retail bisa sukses jika mereka semakin memahami alasan konsumen membeli sesuatu dan apa yang mereka cari dari produk tersebut. Dengan pengetahuan ini, perusahaan bisa menetapkan harga yang tepat untuk produk atau jasa yang ditawarkan. Studi menunjukkan bahwa perusahaan yang berinvestasi pada big data dan tool analisis canggih menikmati pertumbuhan penjualan yang lebih tinggi hingga 10%.

Baca Juga:   10 Produk Pertanian yang Potensial Untuk di Ekspor

Meski demikian, masih ada tantangan lain. Banyak perusahaan retail memiliki data, namun mereka tidak menggunakannya secara efektif. Misalnya, kebijakan harga dan pemberian diskon tidak didasarkan pada analisis data, melainkan hanya tebakan atau momentum semata.

Investasi Mengalir di Mana Uang Berada

Satu lagi trend yang menggerakkan teknologi retail di Tahun 2020 tetaplah di mana uang berada. Teknologi yang mampu mengubah ‘pengguna internet’ menjadi konsumen adalah sasaran investasi yang paling banyak dicari. Tentunya, ini adalah fokus bagi perusahaan-perusahaan yang berorientasi pada inovasi dan kesinambungan produk. Ketika kesinambungan menjadi trend yang terus berkembang di kalangan konsumen, maka investasi akan mengalir lebih besar di bidang ini.

Retail Tanpa Gesekan

Banyak perusahaan baru saat ini mencoba membangun perusahaan retail yang bebas gesekan. Tujuannya adalah untuk mempermudah konversi dari ‘keinginan’ menjadi ‘kepemilikan.’ Misalnya, layanan “buy now pay later” memberi peluang bagi konsumen untuk membeli suatu barang atau jasa tanpa harus membayar di saat yang sama. Mereka bisa menggunakan dulu produk atau jasa tersebut dan membayarnya kemudian.

Contoh lain dilakukan oleh Alibaba di China dengan menggunakan teknologi pengenalan wajah dan QR codes untuk mengenali konsumen. Artinya, konsumen tidak perlu berbuat apa-apa untuk melakukan pembayaran. Sebelum keluar dari toko, konsumen hanya perlu melewati ‘pintu pembayaran’. Di sini, benda yang dibeli di-scan dan tagihannya akan langsung masuk ke akun milik konsumen.

Layanan retail tanpa gesekan ini tidak hanya mengurangi panjang antrian di kasir, namun juga meminimalisir kebutuhan untuk membawa uang tunai. Kemudahan seperti ini bahkan diharapkan dapat mendorong konsumen untuk berbelanja lebih banyak.

Teknologi Retail di Tahun 2020: Apakah Berlebihan?

Ketika para teknisi sibuk menulis berbagai kode dan membangun aplikasi canggih, apakah target konsumen sudah siap untuk menggunakannya? Keberadaan teknologi retail di tahun 2020 diperkirakan jauh lebih banyak daripada yang mampu ‘dicerna’ perusahaan retail yang ada saat ini. Seberapa canggihpun teknologi yang dibangun tidak akan ada artinya jika konsumen tidak siap untuk menggunakannya.

Baca Juga:   Cara Menghitung Untung Rugi Bisnis Secara Mudah dan Sederhana

Pada kenyataannya, banyak brand besar dan perusahaan retailer justru tidak menggunakan banyak teknologi canggih maupun keahlian digital. Perusahaan-perusahaan besar ini bahkan kesulitan untuk menarik para talent muda yang mahir dalam teknologi. Tetap ada gap antara budaya dengan ketersediaan sumber daya. Artinya, meskipun tool, aplikasi, dan data sudah tersedia, perusahaan retail mungkin belum bisa menggunakannya.

Teknologi retail adalah sektor yang terus berkembang. Namun, jika ingin sukses di bidang ini, teknologi yang bagus saja tidaklah cukup. Perusahaan maupun investor harus memahami konsumen, bekerja sama dengan konsumen secara sabar, dan tetap menjaga fokus secara konsumen. Perkembangan teknologi retail di tahun 2020 adalah suatu hal yang tidak bisa dielakkan, namun perusahaan retail harus cerdas untuk memilih dan mengadopsinya.

Tagged With :

Leave a Comment