Sudahkah Anda Mengenal Siapa Agen Penjual Reksa Dana Di Indonesia?

Apabila Anda ingin berinvestasi dengan membeli reksa dana, maka harus tahu bahwa agen penjual reksa dana resmi semestinya telah mengantongi ijin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Agen penjual reksa dana resmi ini disebut juga Agen Penjual Efek Reksa Dana (APERD).

Dahulu, agen penjual reksa dana hanya perbankan saja, sehingga calon investor perlu datang langsung ke kantor bank tertentu untuk membuka rekening investasi dan membeli atau menjual reksa dana. Namun, kini peraturan mengenai APERD sudah jauh lebih fleksibel. Berdasarkan Peraturan OJK Nomor 39/POJK.04/2014 Tentang Agen Penjual Efek Reksa Dana, APERD bisa berupa perusahaan sekuritas, perusahaan asuransi, perusahaan pos dan giro, perusahaan pergadaian, perusahaan pembiayaan, maupun dana pensiun. Tak terkecuali, perusahaan fintech (financial technology) juga bisa memperoleh ijin untuk menjadi APERD.

Agen Penjual Reksa Dana Di Indonesia

Laporan OJK per tanggal 9 Agustus 2019 menunjukkan sudah ada 62 perusahaan yang mengantongi ijin APERD. Perusahaan-perusahaan ini mencakup perbankan, sekuritas, dan fintech. Semua bank umum nasional masuk di dalamnya, termasuk Bank Mandiri, BCA, BRI, BNI, Bank Bukopin, OCBC NISP, dan lain sebagainya. Dari kategori sekuritas mudah diduga, berisi perusahaan ternama seperti Danareksa Sekuritas, Henan Putihrai Sekuritas, BNI Sekuritas, Indo Premier Sekuritas, dan lain-lain.

Menarik untuk dicatat bahwa jumlah perusahaan fintech yang menjadi agen penjual reksa dana kian meningkat. Saat ini terdapat PT Bareksa Portal Investasi, PT Bibit Tumbuh Bersama, PT Investamart Principal Optima, PT Supermarket Reksa Dana Indonesia, PT Nusantara Sejahtera Investama (Invisee), PT Raiz Invest Indonesia, PT Star Mercato Capitale (Tanamduit), PT Takjub Teknologi Indonesia (AJAIB), dan PT Xdana Investa Indonesia (XDana).

Fleksibilitas peraturan mengenai APERD membuat reksa dana jadi makin terjangkau untuk masyarakat luas. Tersedia opsi investasi mulai dari Rp10,000 saja, pendaftaran mudah melalui aplikasi mobile, dan transaksi portable dimana saja kita berada. Namun, fleksibilitas ini juga membuka celah bagi munculnya modus investasi ilegal baru yang kemungkinan mengambil kedok sebagai APERD.

Baca Juga:   Aturan Pajak bagi Investasi Reksa Dana yang Menguntungkan

Untuk mencegah terjadi hal-hal yang tak diinginkan, sebaiknya Anda memastikan hanya berinvestasi dengan perusahaan berijin dan kredibel. Lakukan crosscheck ijin perusahaan di situs OJK. Jika perlu, lakukan googling untuk menemukan review para pengguna aplikasi dari perusahaan tersebut. Jangan mudah tergiur iming-iming keuntungan besar, dan selalu waspada terhadap promosi yang kedengarannya terlalu berlebihan.

Tagged With :

Tinggalkan sebuah Komentar