Strategi Pemasaran CPG Yang Perlu Dipelajari Retailer

XM broker promo bonus

Anda mungkin akrab dengan istilah pengecer (retailer), bukan? Lalu, bagaimana dengan istilah Consumer Packaged Goods (CPG)? Di masa lalu, dua istilah ini digunakan untuk merujuk ke satu sistem yang sama, yakni tempat penjualan barang-barang harian. Namun sebenarnya, ada beberapa hal mendasar yang membedakan kedua istilah ini. Di satu sisi, retailer sebenarnya mengadopsi beberapa ciri khas dari CPG. Namun, strategi pemasaran CPG telah banyak berkembang dalam beberapa tahun terakhir, yakni telah mengadopsi beberapa model terbaru, seperti direct-to-consumer (DTC) dan consumer-forward commerce (CFC). Perubahan ini terutama terjadi selama pandemi, di mana para pelaku usaha harus menghindari kebangkrutan akibat penutupan toko fisik.

Strategi Pemasaran CPG dan Pembelajaran bagi Retailer

Perkembangan yang terjadi di dunia retail merupakan suatu peluang belajar yang unik bagi para retailer, karena mereka bisa merancang strategi promosi, peningkatan loyalitas, dan pengolahan data konsumen secara lebih baik. Dengan strategi yang baik, mereka bisa mendapatkan posisi yang lebih menguntungkan di masa mendatang. Beberapa fakta berikut tentang strategi pemasaran CPGC:

strategi pemasaran CPG

Retailer Bergantung pada CPG Sejak Lama

Para retailer mungkin tidak sadar atau tidak mengakui bahwa sebenarnya mereka telah lama bermain di dunia CPG, meski keduanya memiliki sejumlah berbedaan. CPG lebih cenderung diartikan sebagai pemasok produk, sedangkan retailer lebih fokus kepada pelayanan langsung kepada konsumen. Mungkin terlalu berlebihan jika dikatakan bahwa para retailer lebih banyak mengadopsi strategi pemasaran CPG.

Faktanya, retailer telah lama bergantung kepada CPG, karena sejumlah alasan. Riset kategori dan konsumen dilakukan oleh sejumlah brand CPG menggunakan anggaran studi pemasaran dan konsumen yang sangat besar. Kemudian, hasilnya dimanfaatkan oleh para retailer untuk membantu mereka dalam menerapkan strategi pemasaran terlokalisir. Para retailer memandangnya sebagai hal yang saling menguntungkan: CPG mendapatkan strategi pemasaran yang cocok, sementara para retailer menggunakan hasil risetnya – semua orang diuntungkan.

Baca Juga:   Mengenal Apa itu OJK dan Fungsinya
Apa Yang Membuat CPG Unik

Selama satu tahun terakhir, para pengusaha CPG ‘dipaksa’ untuk melakukan diversifikasi usaha, agar tidak hanya bergantung pada model yang mengandalkan retailer saja. Ketika banyak toko terpaksa ditutup dan rantai pasok terganggu, para pemilik brand membutuhkan peluang lain untuk memastikan produknya sampai di tangan konsumen secara langsung. Akibatnya, peran retailer atau perantara jadi berkurang.

Suatu hal yang unik adri CPG di dunia pemasaran DTC adalah para pemilik DTC umumnya pengusaha pemula yang didukung modal cukup dan dukungan dari brand-brand besar, dibekali dengan data dan informasi yang lengkap tentang konsumen, nama yang sudah dikenal, serta sarana dan prasarana teknologi yang mendukung dalam berbagai upaya pemasaran yang inovatif. Berkat dukungan modal dan teknologi yang mumpuni CPG bekerja lebih praktis dan cepat.

Di satu sisi, para retailer telah menghabiskan waktu bertahun-tahun dan bahkan puluhan tahun untuk melatih konsumennya mengantisipasi siklus penjualan atau mengembangkan berbagai bentuk diskon, CPG yang memasuki dunia DTC bisa melakukannya dalam waktu singkat. Kebebasan inilah yang membuat mereka bisa lebih inovatif dalam merancang dan menerapkan strategi penjualan.

Apa yang Dapat Dipelajari Retailer dari CPG

Pada akhirnya, trend penjualan yang sudah dilakukan brand dan retailer dalam satu dekade terakhir berkembang dengan sangat cepat dalam satu tahun terakhir, saat pandemi menghantam dunia. Ada beberapa strategi pemasaran CPG yang layak menjadi pelajaran bagi para retailer, antara lain:

  • Pentingnya personalisasi dalam pemasaran. Perusahaan harus mampu menawarkan pengalaman yang lebih pesonal, namun tetap menghormati privasi dan pilihan pribadi konsumen. Sebenarnya, dalam 10 tahun terakhir, banyak perusahaan mulai beralih dari pemasaran yang diarahkan kepada penduduk secara luas ke pemasaran berbasis personal. Para pemilik brand mulai menyadari pentingnya personalisasi dan pengalaman konsumen dalam sistem pemasaran.
  • Pentingnya nilai bagi konsumen. Pertukaran antara retailer dengan konsumen semakin penting. Selain itu, ketersediaan data yang terkumpul juga semakin meningkat. Konsumen semakin berharap bahwa para retailer menggunakan data tersebut agar bisa memberikan pelayanan yang lebih baik. CPG berupaya meningkatkan nilai pelayanan agar mampu menawarkan pengalaman unik bagi konsumen, sebagai pengganti atas informasi personal yang mereka dapatkan. Dengan data-data tersebut. mereka bisa menciptakan kondisi-kondisi yang mengintegrasikan kehidupan sehari-hari konsumen.
  • Adaptability model. Ketika model-model pemasaran konvensional tidak lagi memungkinkan untuk dilakukan selama pandemi, maka para retailer harus menggunakan pendekatan baru untuk menciptakan personalisasi konsumen, yang berpusat pada pertukaran nilai yang mengedepankan kepentingan konsumen.
Baca Juga:   Strategi Pemasaran Digital Efektif Jika Mempertimbangkan 9 Hal Ini

Meski strategi pemasaran CPG bukan sesuatu yang baru, perspektif-perspektif baru yang ditawarkan di bidang DTC bisa menjadi suatu peluang bagi retailer untuk mengeksplorasi model-model baru yang dapat meningkatkan jangkauan pemasaran mereka dan mengantisipasi perubahan-perubahan yang akan datang. Para retailer mungkin tidak dibekali sumber daya yang banyak seperti CPG, namun mereka bisa mengoptimalkan pelayanan dengan belajar, mengadopsi, serta mengadaptasi hal-hal baik yang sudah didapatkan CPG.

Tagged With :

Leave a Comment