Perang Iran telah meluluhlantakkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan bursa ekuitas dunia lainnya. Gejolak juga berdampak pada kenaikan yield dan kemerosotan harga obligasi berbagai negara. Hal ini menimbulkan pertanyaan, apakah investasi reksa dana masih untung di tengah Perang Iran?
Jawaban sederhananya, ya, investasi reksa dana masih bisa memberikan keuntungan. Syaratnya, investor harus pandai menerapkan strategi defensif.

Strategi defensif berarti menghindari instrumen investasi yang berisiko tinggi atau fluktuatif, sekaligus berfokus pada investasi yang menghasilkan keuntungan lebih terjamin meskipun tidak terlalu besar. Dalam dunia investasi reksa dana, investor sebaiknya memusatkan sebagian besar portofolio untuk reksa dana pendapatan tetap dan reksa dana pasar uang yang tidak terdampak langsung oleh volatilitas bursa saham global.
Reksa Dana Pasar Uang merupakan opsi terbaik dan paling likuid untuk melindungi harta kita dari ancaman volatilitas pasar. Perlu diperhatikan, keuntungan diperoleh dari bunga deposito dan surat berharga lainnya yang relatif stabil dalam jangka pendek.
Reksa Dana Pendapatan Tetap biasanya relatif tangguh di tengah gejolak. Kendati kejatuhan harga obligasi dapat mengakibatkan penurunan nilai aktiva bersih (NAB), investor tetap berpotensi memperoleh keuntungan dari pembayaran kupon obligasi yang justru mengalami kenaikan dalam kurun waktu yang sama.
Hanya saja, investor perlu berhati-hati dalam memilih reksa dana pendapatan tetap yang bonafide. Utamakan reksa dana yang memegang obligasi pemerintah dan obligasi korporasi berkualitas tinggi. Hindarilah reksa dana yang berinvestasi dalam obligasi korporasi berisiko besar, karena dampak dari konflik yang berkepanjangan dapat memicu krisis di berbagai negara.
Reksa Dana Saham merupakan pilihan terburuk dalam situasi saat ini. Namun, investor dapat mengalihkan maksimal sepertiga portofolio ke dalam reksa dana saham sektor komoditas atau energi yang berpotensi menguat seiring kenaikan harga minyak mentah dunia.
Strategi investasi reksa dana ini memungkinkan investor untuk ikut memperoleh cuan dari kenaikan harga komoditas energi tanpa menanggung risiko yang terlalu besar. Alokasi portofolio lebih besar untuk reksa dana pasar uang dan pendapatan tetap juga dapat melindungi integritas modal investor.
Tagged With : analisa fundamental • reksadana