Sistem Pembayaran Tahun 2021: 4 Trend Penggerak Transformasi

Perubahan pasar yang tidak bisa diprediksi hingga awal Tahun 2020 masih menjadi tantangan bagi industri sistem pembayaran Tahun 2021. Perubahan ini semakin memperkuat tiga tema yang terus-menerus membentuk dinamika kompetitif di dalam ekosistem pembayaran, yakni: pertumbuhan digital e-commerce yang sangat cepat, perkembangbiakan metode-metode pembayaran baru, dan perkembangan infrastruktur pembayaran next-gen. Di Tahun 2021, ini ada tiga tema yang saling terkait dan berada di jantung transformasi dan inovasi dalam industri sistem pembayaran.

Sistem Pembayaran Tahun 2021 dan Trend Berpengaruh

Setidaknya ada lima trend yang berpotensi menimbulkan efek yang luas dalam industri sistem pembayaran Tahun 2021 ini, yakni:

sistem pembayaran Tahun 2021

Evaluasi Sistem Pembayaran Eksisting

Munculnya berbagai sistem pembayaran yang baru akan memberikan efek yang cukup besar bagi para pelaku bisnis. Mereka akan mengevaluasi efektivitas kemitraan sistem pembayaran yang digunakan saat ini. Diperlukan infrastruktur pembayaran berkinerja tinggi untuk mengakomodir peralihan dalam volume pembayaran, tuntutan baru dari konsumen, serta perubahan dalam praktek penipuan cyber yang terjadi selama Tahun 2020.

Tidak semua sistem pembayaran sama. Banyak pelaku usaha yang dibuat pusing di Tahun 2020 oleh sistem pembayaran yang tidak jelas, sehingga menghambat terciptanya pengalaman berbelanja yang nyaman dan terintegrasi. Padahal, bukankah itu yang diingikan konsumen. Yang dibutuhkan adalah infrastruktur pembayaran yang bisa bekerja lintas-channel untuk mendukung volume e-commerce yang semakin tinggi.

Selain itu, diperlukan banyak pilihan sistem pembayaran agar sebuah bisnis tetap kompetitif dan relevan di mata konsumen. Dengan kata lain, pelaku usaha yang merasa tertantang untuk melakukan transisi agar mampu melayani konsumen secara sefektif sejak Tahun 2020 mungkin akan mengevaluasi kembali kapasitas sistem pembayaran yang ada saat ini.

Baca Juga:   Sistem Pembayaran Baru: Contoh Keberhasilan dan Potensi PayFuture

Evaluasi sistem pembayaran eksisting menjadi sebuah prioritas sebelum pandemi, di mana hampir 1 dari 3 pelaku usaha melakukan modernisasi terhadap sarana dan prasarana pembayaran yang ada, sebagai suatu inisiatif prioritas dalam organisasi mereka.

Peralihan Strategi Bisnis

Satu lagi trend yang diperkirakan akan mempengaruhi sistem pembayaran tahun 2021 adalah adanya peralihan strategi. Para pelaku bisnis akan mulai mengalihkan strategi dari upaya pencegahan penipuan cyber ke upaya meningkatkan pengalaman konsumen (CX, Customer eXperience) sebagai suatu kerangka pikir yang baru.

Meskipun para pelaku dagang tetap bisa mendapatkan aliran pendapatan dari transaksi di dalam toko, sebenarnya potensinya lebih tinggi secara online. Bahkan, gesekan sekecil apapun bisa membuat konsumen meninggalkan keranjang belanjaannya dan mencari toko lain. Jadi, sistem pembayaran non tunai merupakan suatu bidang yang perlu ditingkatkan, di mana 57% pedagang digital sangat setuju bahwa pendekatan yang mereka gunakan untuk pencegahan penipun cyber justru menyulitkan mereka dalam memberikan pengalaman berbelanja yang senyaman mungkin kepada konsumen.

Akibatnya, saat e-commerce semakin meluas, manajemen perusahaan harus memperluas tujuan mereka, yakni meningkatkan pengalaman konsumen sekaligus mencegah terjadinya kerugian. Perusahaan harus mengubah strategi pencegahan penipuan cyber ini sebagai suatu kerangka untuk menghilangkan gesekan-gesekan dengan konsumen setia. Caranya adalah dengan mempermudah proses login dan memberikan pengalaman berbelanja yang lebih personal.

Agar hal ini bisa dilakukan, maka diperlukan kemampuan untuk menilai legitimasi setiap interaksi konsumen sebelum transaksi terjadi. Perusahaan penyedia jasa perlindungan dari penipuan cyber juga berusaha membantu klien emreka dalam memantau perilaku konsumen. Dengan demikian, mereka bisa memberikan rekomendasi yang sesuai dengan perilaku konsumen.

Perkembangan Infrastruktur Keuangan

Selama beberapa tahun terakhir, layanan keuangan telah melekat (embedded) ke berbagai software dan aplikasi yang disediakan oleh penyedia non-bank. Trend ini dikenal dengan embedded finance, yang diperkirakan akan ikut mempengaruhi industri sistem pembayaran Tahun 2021 ini. Namun di sisi lain, trend ini memberikan tantangan yang lebih berat bagi lembaga-lembaga keuangan, karena mereka harus mencari cara baru untuk menarik dan mempertahankan konsumen di lingkungan perbankan yang semakin dipengaruhi oleh teknologi baru.

Baca Juga:   Pengaruh Web Hosting pada SEO

Peluangbagi embbeded finance ini masih sangat dini. Namun, fakta menunjukkan bahwa pasar bergerak sangat cepat. Lihat saja bagaimana dampaknya bagi perusahaan-perusahaan seperti Square, Shopify, atau Lightspeed dan grab. Tahun 2021 sepertinya akan diingat sebagai tahun bagi kebangkitan embedded finance. Pasalnya, ada begitu banyak perusahaan yang sedang mencari cara untuk melayani konsumen secara lebih baik, dengan memadukan layanan finansial.

Penggunaan QR Code

Seperti dibahas pada post sebelumnya, banyak yang meyakini penggunaan QR code dalam transaksi akan menjadi standar emas bagi konsumen. Semua ini berawal dari segala kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan oleh sistem pembayaran tanpa-kontak ini. Meluasnya penggunaan QR code dipengaruhi oleh Covid-19. Akibatnya, para pelaku usaha akan cenderung mengadopsi sistem QR code sebagai bagian dari strategi checkout dan pembayaran tanpa-kontak.

Sistem QR code juga telah menjadi teknologi yang memudahkan bagi banyak penyedia sistem pembayaran cicilan. Jadi, tidak mengherankan jika akan semakin banyak muncul sistem pembayaran baru yang memanfaatkan teknologi scanning QR code. Ini hanya beberapa trend yang akan ikut mempengaruhi industri sistem pembayaran tahun 2021.

Tagged With :

Leave a Comment