Sektor Saham yang Paling Minim Terdampak COVID-19

Bursa saham Indonesia ambruk sejak awal tahun ini sehubungan dengan pandemi virus Corona (COVID-19). Hampir tidak ada saham yang mengalami penurunan di semua sektor. Proyeksi kondisi bisnis domestik dan global sepanjang sisa tahun ini pun tetap suram. Namun, penurunan saham secara drastis ini juga membuka peluang bagi investor jangka panjang untuk serok bawah (buy low).

Pertanyaannya, saham sektor mana yang tidak terdampak COVID-19? Secara umum, semua sektor saham sebenarnya terdampak COVID-19. Akan tetapi, dampak tersebut berbeda-beda bagi masing-masing sektor tergantung bidang bisnisnya. Ada sektor saham yang terdampak tinggi, moderat, dan rendah.

Memahami trading forex sebagai proses, bukan cara mendapat profit instan

Bisnis otomotif, tambang, ritel, transportasi dan pariwisata jelas menderita efek paling buruk, khususnya maskapai dan perhotelan. Sementara itu, sektor properti, keuangan, konstruksi, dan manufaktur menanggung efek moderat. Investor perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan dengan baik sebelum berinvestasi dalam saham-saham di sektor terkait, termasuk memperhitungkan pula strategi perusahaan dalam menanggapi dampak pandemi.

Di luar sektor-sektor tersebut, ada dua bidang yang sebenarnya menderita dampak COVID-19 paling minim, yaitu:

  1. Sektor Telekomunikasi dan bisnis terkait: Tren Work From Home (WFH) justru mendorong peningkatan penggunaan data dan komunikasi via internet. Banyak pengguna baru maupun pengguna lama yang meningkatkan konsumsi mereka dikarenakan perintah agar belajar dan bekerja di rumah. Beberapa saham unggulan di sektor ini antara lain TLKM dan TBIG.
  2. Sektor Barang Konsumsi: Sektor ritel memang terdampak besar oleh pandemi, karena banyak orang tidak dapat lagi pergi berbelanja seperti biasa dan banyak gerai terpaksa ditutup sementara. Namun, pembelian barang konsumsi tetap tinggi, khususnya dengan pergeseran tren ke arah online shopping. Beberapa saham unggulan di sektor ini antara lain UNVR dan MYOR.
Baca Juga:   Investasi yang Perlu Diwaspadai Dalam Masa Krisis dan Resesi

Investor juga layak bidang bisnis tertentu yang memiliki permintaan relatif stabil seperti rokok dan peternakan. Bisnis-bisnis ini memiliki kemampuan untuk mempertahankan kinerja dengan lebih baik. Krisis kemungkinan akan tetap mempengaruhi bisnis mereka karena pandemi COVID-19 mengakibatkan penurunan daya beli masyarakat dan bahkan sempat pula memicu depresiasi rupiah. Namun, efek Pandemi secara umum lebih rendah ketimbang sektor lain.

Tagged With :

Leave a Comment