Di bangku sekolah, kita diajari betapa pentingnya persiapan yang matang apabila kita ingin melakukan kegiatan apa saja. Agar sukses dalam saham, kita juga perlu menyusun persiapan seperti itu dalam bentuk perencanaan dalam trading atau investasi. Seperti apa bentuknya?

Berdasarkan pengalaman penulis, sebuah rencana trading atau investasi saham yang bagus, setidaknya memuat keenam unsur berikut ini, disertai catatan hasil setelah rencana diterapkan:
- Pilihan Strategi
Dalam hal ini, Anda harus memahami perbedaan antara trading saham dan investasi saham. Orang yang trading akan mengincar Capital Gain saja, sedangkan investor pasti menginginkan Capital Gain dan Dividen.
- Pilihan Saham
Catatlah saham-saham apa saja yang menarik, berdasarkan strategi yang telah ditentukan pada poin pertama tadi. Apabila sasarannya investasi, tentu Anda harus menengok Laporan Keuangan dan track record emiten lainnya untuk memastikan keunggulan fundamental perusahaan. Apabila sasarannya trading, maka perlu memastikan bahwa saham-saham tersebut berpotensi secara teknikal.
- Kapan Waktunya Beli
Perlu dicamkan bahwa momen beli suatu saham akan sangat menentukan apakah Anda akan untung atau rugi, baik dalam trading maupun investasi saham. Apabila harga ternyata bergerak menyimpang dari ekspektasi harga beli yang ditargetkan, maka sebaiknya justru jangan beli sama sekali.
- Kapan Waktunya Jual
Jika Anda hanya beli, beli, beli terus, lalu kapan akan memanen keuntungannya? Padahal, harga saham yang meningkat itu suatu saat bisa saja turun lagi. Oleh karena itu, sejak awal, Anda harus sudah merencanakan saham yang dibeli itu akan dilepas kapan.
- Aturan Manajemen Modal
Manajemen Modal berarti bagaimana Anda akan mengalokasikan modal yang telah disiapkan. Apakah Anda akan membaginya dalam tiga atau enam saham berbeda? Dari sektor saham apa saja? Berapa persen porsi masing-masing saham dalam portofolio? Hal-hal seperti ini harus dipertimbangkan sejak awal, agar jangan sampai Anda keliru “menaruh semua telur dalam satu keranjang”. Kalau keranjangnya jatuh, habislah seluruh modal Anda.
- Aturan Manajemen Risiko
Manajemen Risiko berarti apa yang akan Anda lakukan ketika pergerakan harga saham ternyata tak sesuai dengan perkiraan, alias merugi. Sampai level harga berapa Anda akan mempertahankan saham tersebut, dan pada level harga berapa Anda akan Cut Loss?
Pemain saham pemula maupun berpengalaman perlu membuat rencana lengkap seperti ini agar tak mudah terhanyut oleh emosi. Tanpa perencanaan begini, boleh jadi Anda akan melepas saham yang untung terlalu dini, atau justru terlalu lama membiarkan suatu saham merugi.
Sebagian besar kesuksesan dan kegagalan di dunia saham bersumber dari perencanaan seperti ini. Apabila Anda masih berstatus pemula, maka boleh jadi akan mengalami beberapa “trial and error“. Namun, pengalaman itu malah dapat menjadi bahan studi berharga bagi Anda untuk “memasak” perencanaan menjadi lebih matang lagi.
Tagged With : investasi • saham