Reksa Dana Diborong Investor Tunggal, OJK Suspensi Penerbitan Baru

Sebuah berita mengejutkan tentang reksa dana menggemparkan investor nusantara pekan lalu. Konon, kepemilikan investor tunggal dalam sejumlah produk reksa dana terlalu besar. Ada produk reksa dana yang hanya menampung investasi dari 50, 30, hingga 1 investor saja. Situasi ini dianggap janggal, sehingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghentikan penerbitan reksa dana baru untuk sementara waktu.

Agen Penjual Reksa Dana Di Indonesia

Menurut data yang dihimpun oleh OJK, terdapat 689 dari 2,158 reksadana yang dimiliki investor tunggal dengan nilai dana kelolaan sebesar Rp 190.82 Triliun. Dengan kata lain, jumlah investor tunggal sudah hampir mencapai sepertiga dari total produk reksa dana. Ke-689 reksa dana itu dikelola oleh 64 perusahaan Manajer Investasi (MI), atau setara dengan 68 persen MI yang beroperasi di Indonesia.

Selain itu, masih ada kejanggalan lain. Sebanyak 68 dari 689 reksa dana tadi disinyalir hanya mengelola satu portofolio di dalamnya. Artinya, puluhan reksa dana itu tidak dikelola aktif oleh Manajer Investasi. Menurut pernyataan Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal II OJK Fakhri Hilmi yang dikutip oleh CNBC Indonesia, instrumen semacam ini mulai bermunculan sejak periode 2007-2008 dan makin lama makin bertambah.

Di satu sisi, MI maupun investor tunggal tidak menyalahi aturan apapun, karena regulasi mengenai batas maksimal kepemilikan reksa dana sebesar 2 persen memang telah dihapus. Akan tetapi, reksa dana selayaknya merupakan aset investasi publik, sehingga tak semestinya hanya didedikasikan kepada satu atau segelintir investor berduit saja. Apabila investor ingin menyalurkan dana kepada satu aset keuangan secara tunggal, maka banyak medium investasi lain yang dapat dipilih.

Untuk sementara waktu, OJK belum menentukan sikap apa yang akan diambil dalam situasi ganjil ini. Selagi penerbitan reksa dana baru dihentikan, OJK kemungkinan akan mengevaluasi dan berdiskusi dengan para Manajer Investasi untuk menguraikan ujung-pangkal perkara.

Baca Juga:   Tips Siapkan Modal Nikah Lebih Cepat Dengan Reksa Dana

Bagaimana investor kecil seperti kita menyikapi situasi seperti ini? Tenang saja. Asalkan produk reksa dana yang Anda pilih itu cukup populer (dana kelolaan besar) dan menunjukkan portofolio yang sehat (mengelola lebih dari satu aset), maka anomali serupa bisa jadi tak akan menyeret Anda. Untuk memastikan berapa banyak dana kelolaan dan portofolio reksa dana, periksalah prospektus dan fact sheet produk reksa dana favorit Anda.

Tagged With :

Leave a Comment