Reksa Dana Ambles, Bagaimana Investor Bisa Pilih Reksa Dana yang Bagus?

Laporan CNBC Indonesia kemarin menunjukkan ada 32 reksa dana saham dengan kinerja ytd hingga 29 November 2019 merosot lebih dari 50 persen. Padahal, indeks harga saham gabungan (IHSG) hanya terkoreksi 2.95 persen dalam kurun waktu yang sama. Hal ini menumbuhkan pertanyaan, apakah reksa dana masih menjadi produk investasi yang prospektif? Bagaimana investor dapat memilih reksa dana yang tahan banting dan tidak akan jeblok separah itu?

Pertama-tama, perlu dipahami bahwa semua aktivitas investasi itu memiliki risiko kerugian. Kita tidak dapat menerawang situasi di masa depan, sehingga kepastian “reksa dana tidak akan rugi” itu menjadi sebuah ilusi yang tidak mungkin diwujudkan. Terlepas dari itu, kita dapat melakukan sejumlah upaya untuk meminimalisir kemungkinan rugi saat investasi reksa dana saham. Salah satunya dengan cara memperhatikan Fund Fact Sheet.

5 Hal Yang Harus Diketahui Saat Memilih Pialang Saham

Fund Fact Sheet merupakan lembar deskripsi investasi yang menjelaskan struktur biaya, kinerja masa lalu, dan rencana distribusi dana investasi yang digariskan oleh Manajer Investasi. Ini biasanya disajikan dalam bentuk file pdf oleh agen penjual reksa dana atau Manajer Investasi. Sebelum subscribe ke suatu produk reksa dana, Anda semestinya disodori Fund Fact Sheet agar dapat mengenal baik-baik produk yang akan dibeli.

Nah, dalam Fund Fact Sheet ini, perhatikanlah beberapa aspek berikut:

1. Total Asset Under Management (Fund Size)
Data ini menunjukkan besarnya dana kelolaan dalam produk reksa dana tersebut. Semakin besar jumlahnya, berarti makin tinggi pula kepercayaan investor terhadapnya. Patokan ini tidak mutlak, tetapi bisa jadi bahan perbandingan saat Anda memilih antara dua atau beberapa produk reksa dana.

2. Top 5 Holdings (Kepemilikan Terbesar)
Bagian ini mengungkap saham-saham apa saja yang dipilih oleh Manajer Investasi. Biasanya sudah tercantum lima besar saham. Apabila Manajer Investasi tidak mengungkapkan saham-saham apa saja yang dipilihnya, maka Anda patut curiga. Apabila Manajer Investasi sudah memaparkannya, maka Anda dapat menilai sendiri apakah prospek emiten saham-saham tersebut bagus atau tidak.

Baca Juga:   3 Aplikasi Investasi Online yang Memberikan Komisi Referral

3. Performance (Kinerja)
Dalam mengevaluasi bagian ini, Anda tidak boleh terpukau pada kinerja total sejak pendirian yang kelihatannya luar biasa. Lebih baik, perhatikan bentuk grafik kinerja. Grafik kinerja yang bagus semestinya terus menerus meningkat, bukan jatuh-bangun. Demikian pula, bandingkan kinerja 1 tahun dan kinerja YTD dengan produk pembanding (benchmark) yang semestinya sudah tercantum dalam lembar Fund Fact Sheet juga.

Nah, demikianlah tiga poin yang dapat membantu Anda menyeleksi produk reksa dana saham unggulan. Semoga sukses!

Tagged With :

Leave a Comment