Harga minyak mentah (crude oil) makin murah pada tahun 2025, sesuai dengan perkiraan mayoritas analis dari perbankan investasi terkemuka dunia. Di tengah perayaan Natal, harga minyak mentah tipe Brent berada pada kisaran USD60 dan WTI pada USD57 per barel. Ini merupakan rekor harga minyak dunia paling rendah sejak bulan Februari 2021.

Prediksi harga minyak tahun 2026 tetap murah gara-gara oversupply. Negara-negara produsen yang tergabung dalam OPEC+ maupun non-OPEC+ terus berlomba-lomba menggenjot produksi minyak mentah, padahal permintaan atas BBM dan produk turunan lainnya terancam melemah seiring dengan perlambatan ekonomi global.
Berikut ini beberapa prediksi harga minyak tahun 2026 menurut analis terkemuka:
- Goldman Sachs memperkirakan harga minyak mentah tipe Brent mencapai USD56 dan WTI USD52 per barel pada tahun 2026.
- US Energy Information Administration (EIA) memprediksi rata-rata harga minyak mentah tipe Brent mencapai USD55 dan WTI USD51 per barel pada tahun 2026.
- ABN Amro mengamini perkiraan harga minyak versi EIA. Secara lebih terperinci, mereka memperkirakan harga minyak Brent bertahan pada kisaran USD58 per barel pada kuartal pertama, tetapi kemudian merosot secara perlahan sampai USD50 pada akhir tahun seiring dengan makin parahnya oversupply.
Para analis mengakui masih ada banyak faktor yang menyokong harga minyak mentah tahun 2026, khususnya permintaan dari China. Namun, permintaan minyak dari China juga berisiko melambat lantaran meningkatnya penggunaan kendaraan listrik dan penerapan kebijakan ramah lingkungan. Dekarbonisasi berpotensi untuk terus mengekang permintaan atas energi fosil, meskipun kinerja ekonomi global ternyata lebih baik dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Pasokan minyak mentah dunia pada tahun 2026 kemungkinan akan terus terganggu oleh kontrol kuota produksi OPEC+ serta konflik geopolitik berkepanjangan. Rusia/Ukraina, Iran, dan Amerika Selatan tengah menghadapi konflik militer yang dapat mengganggu pasokan minyak mentah dari kawasan tersebut sewaktu-waktu. Kendati demikian, para analis yakin akan terjadi oversupply pada tahun 2026. Keseimbangan penawaran dan permintaan di pasar minyak mentah kemungkinan baru akan terstabilisasi pada tahun 2027.
Tagged With : analisa fundamental • harga komoditas • minyak