Bulan September telah berlalu dan bulan Oktober bahkan sudah mencapai pertengahan. Di Amerika Serikat sendiri, di mana vaksinasi sudah menjangkau sebagian besar penduduk, pertumbuhan lapangan kerja tetap mengecewakan sepanjang bulan September. Meskipun perekonomian AS tumbuh, masih banyak kantong-kantong kelemahan di pasar tenaga kerja, karena kurangnya tenaga kerja semakin mengetat di bulan lalu. Hal ini sesuai dengan laporan lapangan kerja bulanan dari Departemen Tenaga Kerja AS.
Penyerapan tenaga kerja melambat kembali pada bulan September, akibat terjadinya lonjakan kasus Covid-18, yang dipicu oleh munculnya variandelta setelah sekolah-sekolah dibuka kembali. Pada saat yang sama, pemerintah menghentikan beberapa bantuan sosial, seperti bantuan bagi pekerja yang dirumahkan. Pada bulan September, lapangan kerja yang tersedia diperkirakan hanya 194.000. Pertumbuhan lapangan kerja ini jauh dibawah perkiraan para ahli ekonomi, yakni sekitar 488.000.

Sekali lagi, para ahli ekonomi mengatakan bahwa laporan ketenagakerjaan terakhir menunjukkan adanya fluktuasi di pasar tenaga kerja. Pertumbuhan lapangan kerja mestinya menguat dalam beberapa bulan ke depan, karena gelombang kasus Covid-19 sudah mulai reda. Selain itu, jumlah penduduk yang sudah divaksin juga meningkat, dan para pekerja sudah kembali bekerja.
Fakta Tentang Pertumbuhan Lapangan Kerja September 2021
Angka Pengangguran Berkurang
Selama bulan September, angka pengangguran turun menjadi 4.8%, angka ini terendah selama hampir satu setengah tahun terakhir. Angka terendah dicapai pada bulan Februari 2020, yakni 3.5%, sebelum pandemi mengacau perekonomian global. Namun, banyak pekerja yang masih enggan untuk kembali bekerja karena takut terpapar Covid-19. Selain itu, ada hambatan bagi orang tua yang harus menjaga anak-anaknya di rumah karena proses pembelajaran tatap muka belum dibuka kembali. Akibatnya, orang tua harus menahan diri untuk kembali bekerja.
Namun, proporsi penduduk Amerika yang bekerja atau sedang mencari pekerjaan justru turun menjadi 61,6% dari sebelumnya 61,7%. Artinya, sekitar 3 juta orang terdaftar sebagai angkatan kerja, dan angka ini justru lebih rendah dibanding angka sebelum pandemi. Angka partisipasi angkatan kerja terkendali karena meningkatnya jumlah penduduk yang mencapai usia pensiun dan banyaknya kasus komplikasi akibat virus. Hal ini mempengaruhi keinginan masyarakat untuk bekerja dan mempengaruhi ketersediaan orang untuk memenuhi kebutuhan pengasuhan anak. Belum lagi, banyak penduduk yang mempertimbangkan kembali keinginan untuk kembali bekerja.
Lalu, kemana para pekerja ini?
Faktanya, biaya gaji masih sama di kebanyakan perusahaan. Sektor konstruksi membuka 22.000 lapangan kerja pada bulan Agustus. Meningkatnya peluang kerja di sektor lain mencerminkan adanya permintaan yang kuat di beberapa sektor, seperti perumahan. Meski kebutuhan terhadap tenaga kerja tinggi dan total partisipasi kerja di beberapa sektor masih berada di bawah angka sebelum pandemi, banyak perusahaan justru sedang bekerja keras untuk memenuhi ‘ruang kosong’ untuk posisi-posisi tertentu.
Sektor jasa profesional dan bisnis bertambahan 60.000, sektor retail 56.000, dan sektor transportasi dan perumahan 47.000. Sementara itu, sektor manufaktur bertambah 26.000 meskipun banyak masalah seputar rantai pasokan produk.
Apa Yang Menghambat Penyerapan Tenaga Kerja di Bulan September?
Rendahnya pertumbuhan lapangan kerja menjadi pertanyaan bagi banyak pihak. Partisipasi angkata kerja di sektor pendidikan swasta dan negeri turun sebesar 180.000 setelah proses belajar-mengejar dipindahkan ke rumah. Kebutuhan tenaga tentunya jauh berkurang dibanding sebelumnya. Sebagian sekolah masih menerapkan sistem pembelajaran campuran, antara offline dan online.
Masalah lainnya adalah kesulitan yang dihadapi perusahaan untuk merekrut calon karyawan untuk posisi tertentu, seperti pengemudi bus, pekerja layanan makanan, pekerja pemeliharaan gedung, atau guru pengganti. Posisi paruh waktu dan posisi yang gajinya termasuk rendah ini umumnya diisi oleh pekerja yang lebih tua. Permasalahannya, infeksi covid-19 lebih mengkhawatirkan jika terjadi pada kelompok usia ini.
Industri hiburan dan pariwisata terdampak paling buruk akibat pandemi, namun masih bisa menambah 74.000 lapangan kerja dan 29.000 dari restoran dan bar. Tetap saja, penyerapan tenaga kerja di sektor hiburan dan pariwisata turun sekitar 1.6 juta, atau lebih rendah 9% dari angka sebelum pandemi.
Tunjangan Pengangguran Berakhir
Laporan pertumbuhan lapangan kerja ini adalah yang pertama dikeluarkan sejak program tunjangan pengangguran dihentikan pemerintah AS pada tanggal 06 September 2021. Tunjangan tersebut diyakini tidak banyak membantu pemulihan perekonomian. Namun, jumlah angkatan kerja justru turun 183.000 bulan lalu dibanding bulan Agustus 2021. Fakta ini bertentangan dengan perkiraan kalau pertumbuhan lapangan kerja akan meningkat setelah berakhirnya program bantuan bagi orang-orang yang tidak bekerja tersebut.
Sejuah ini, proses pemulihan di sektor ketenagakerjaan sudah dilakukan. Sekitar 17.4 juta (atau 78%) dari total 22.4 juta lapangan kerja yang hilangan di puncak pandemi telah berhasil dikembalikan. Artinya, ada sekitar 5 juta lagi yang masih belum kembali. Berdasarkan kondisi rata-rata 3 bulanan, sektor ketenagakerjaan diperkirakan akan pulih pada bulan Juni 2022. Tentunya, ini adalah harapan dari jutaan tenaga kerja di AS, demikian juga di negara-negara lainnya di dunia.
Tagged With : manajemen bisnis • Manajemen Usaha