Kita berbicara tentang analisa data saat ini seolah-olah ini adalah trend lapangan kerja baru. Padahal, bidang pekerjaan ini sudah ada sejak lama. Seperti halnya yang lain, bukan istilahnya yang berbeda saat ini, melainkan waktunya. Pada Tahun 1980an, bidang ini hanya mengacu kepada data, disertai peluncuran pemasaran database. Namun saat ini, kita melihat kombinasi produk-produk manufaktur yang terkoneksi dengan teknologi elektronik, dan dioperasikan oleh software yang terkoneksi dengan internet.
Trend Lapangan Kerja dan Fakta tentang Data Analytics
Atau, data analytics hanya mengacu kepada software yang terkoneksi di internet. Para manajer bidang pemasaran dan eksekutif lainnya di masa lalu menggabungkan ‘data’ dengan poin input lainnya seperti trend, kompetisi, riset konsumen, dan strategi pemasaran untuk menentukan strategi dan taktik yang benar dalam melaksanakan suatu rencana strategis.

Saat ini, para eksekutif mulai banyak mengandalkan data. Hal ini bisa berarti baik dan buruk. Waktulah yang akan membuktikannya. Pada prinsipnya, data hanyalah data. Anda harus mencari cara bagaimana merubahnya menjadi informasi. Berita baiknya adalah bahwa perlunya data dan teknologi telah menghasilkan sejumlah peluang yang menarik bagi usaha kecil, usaha pemula, dan bahkan perorangan.
Trend Lapangan Kerja di Bidang Data
Sebuah perusahaan analist mempublikasikan sebuah laporan pada bulan Oktober Tahun 2020, dan berikut adalah tiga trend lapangan kerja terkait data yang harus anda antisipasi dalam satu atau dua tahun mendatang.
Menjadi Seorang Analist/Ilmuwan Data
Dalam jangka panjang, menentang karir di bidang data dianggap sebagai hal yang tidak bijak, terutama ketika anda memperluas bidang ini ke posisi-posisi terkait seperti teknisi riset dan teknisi machine learning. Di Amerika Serikat, Data Statistik Tenaga Kerja menunjukkan angka pertumbuhan lapangan kerja bidang ilmu data yang cukup tinggi. Diprediksi bahwa bidang pekerjaan ini akan tumbuh sekitar 28% hingga Tahun 2026.
Selain itu, saat teknologi berkembang, perusahaan sudah mampu mengoperasikan data dan analisis data secara lebih canggih. Artinya, mereka sudah mulai memasukkan teknologi Artificial Intelligence (AI) ke dalam proses bisnis perusahaan. Artinya lagi, permintaan terhadap ilmuwan data dan posisi terkait juga akan berkembang.
Sementara tool yang ada semakin baik, para ilmuwan data masih harus tetap memiliki pemahaman yang solid tentang dasar-dasarnya, seperti modeling data, database relasional, dan analisis statistik dasar. Pekerjaan-pekerjaan tersebut adalah keahlian yang sangat penting dan diperkirakan masih akan terus bertahan di masa mendatang di tengah berbagai trend lapangan kerja yang berkembang saat ini.
Pengambilan Keputusan Otomatis dengan AI
Seseorang pernah bercerita bahwa mobilnya tiba-tiba berhenti padahal ia tidak menginjak rem. Sepertinya, sistem pencegahan kecelakaan pada kendaraan itu diaktivasi oleh sejumlah faktor, sehingga berjalan tanpa dikomandoi. Selamat datang di era machine learning, di mana ML dan software bekerja sama dalam pengambilan keputusan secara otomatis ketika sejumlah prasyaratnya telah terpenuhi. Pada kasus mobil di atas, bisa saja terjadi kecelakaan, andaikan mobil tersebut tidak berhenti otomatis!
Baik itu kendaraan, kamera keamanan di pintu masuk rumah, Google Home, dan seterusnya, industri data memang berkembang cepat. Apakah itu Artificial Intelligence atau program-program software yang merespon terhadap serangkaian algoritma atau kriteria? Tidak ada masalah. Yang Jelas, teknologi memungkinkan pengambilan keputusan secara otomatis. Lalu, apa kaitannya dengan trend lapangan kerja saat ini?
Industri ini akan terus tumbuh hingga 20 tahun ke depan. Terlepas dari aplikasinya, Artificial Intelligence telah mengubah bagaimana konsumen, operator, dan pembuat data berinteraksi dengan alat. Hal ini telah menciptakan begitu banyak peluang bagi usaha baru di industri ini.
Marketplace dan Pertukaran Data
Akhir-akhir ini, Apple, Facebook, Google dan beberapa perusahaan teknologi lainnya mengumumkan akan membatasi data pihak pertama (tanpa izin penggunaan). Hal ini diperkirakan dapat memicu masalah bagi para pembuat iklan (advertiser) namun sekaligus menciptakan peluang munculnya marketplace dan jasa pertukaran data.
Secara umum, marketplace data adalah suatu istilah yang mengacu kepada suatu tempat (platform) untuk jual-beli data pihak ketiga. Platform ini biasanya difokuskan pada aspek transaksi, yakni jual beli data, termasuk publikasi, linsensi, penemuan, dan distribusi. Sementara itu, pertukaran data (exchange) paling sering digunakan untuk teknologi yang memungkinkan terjadi pertukaran data tanpa melibatkan transaksi keuangan.
Exchange Data diarahkan kepada organisasi yang tidak mungkin menjual data mereka, namun justru berusaha mendapatkan nilai dari data dengan cara mempertukarkannya. Pertukaran bisa dilakukan satu arah atau dua arah untuk menggerakkan proposi nilai bersama. Sejumlah pertukaran data masih sangat mendasar, namun muncul tawaran-tawaran baru yang menjanjikan fungsi lebih mendalam.
Para peneliti masih memperkirakan seperti apa trend lapangan pekerjaan di bidang data ini. Yang pasti, industri ini akan terus berkembang. Tenaga-tenaga muda yang menguasai sektor ini akan semakin dibutuhkan. Jadi, apakah anda siap bersaing dengan tenaga muda lainnya?
Tagged With : karir • manajemen bisnis