Perbedaan ETF dan Reksa Dana Biasa yang Harus Diketahui Pemula

Reksa dana ETF (Exchange-traded Fund) belakangan ini mulai naik daun. Bursa Efek Indonesia (IDX) bahkan mengadakan berbagai kegiatan untuk memperkenalkan surat berharga baru ini kepada masyarakat. Tapi, apa perbedaan ETF dan reksa dana biasa? Dan mana yang lebih menguntungkan diantara keduanya? Kita akan mengulasnya secara singkat dan jelas dalam artikel ini.

Perbedaan ETF dan Reksa Dana Biasa yang Harus Diketahui Pemula

Definisi ETF adalah Reksa Dana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan di Bursa Efek. Secara sedehana, kita dapat menyebutnya sebagai aset investasi yang menggabungkan karakter reksa dana dan saham. Tapi tentu saja, ada banyak perbedaan antara ETF dan reksa dana biasa. Berikut ini beberapa perbedaan paling menonjol antara keduanya:

  1. Investor dapat memperoleh reksa dana melalui manajer investasi atau agen penjualan reksa dana online dan offline. Tetapi ETF tak dapat diakses melalui agen penjualan sama sekali. Kita dapat mengakses melalui dealer partisipan dan broker saham yang memfasilitasi perdagangan ETF.
  2. Pembelian minimum reksa dana biasa berupa 1 unit penyertaan, tetapi pembelian ETF di pasar sekunder mengikuti aturan minimum 1 lot (100 unit).
  3. Transaksi reksa dana terbebani biaya pembelian (subscription), penjualan kembali (redemption) dan peralihan (switching). Sedangkan transaksi ETF terkena biaya broker dan pajak saja.
  4. Reksa dana tidak dapat dijual kembali kepada pihak lain, sedangkan ETF dapat diperjualbelikan layaknya saham selama jam buka pasar modal.
  5. Harga-harga pada reksa dana ditentukan berdasarkan harga pada penutupan akhir hari, sedangkan harga ETF berubah secara real-time mengikuti perubahan pasar secara aktual.
  6. Siklus penyelesaian transaksi (settlement) reksa dana mengikuti aturan T+7, sehingga perpindahan dana dari pembelian maupun penjualan baru akan tercatat 7 hari setelah kita mengirimkan perintah transaksi. Tetapi siklus settlement ETF mengikuti aturan yang sama dengan saham, yakni T+2.
Baca Juga:   Ini Dia 10 Reksa Dana Syariah Terbaik Tahun 2019

Kita dapat menyimpulkan bahwa ETF memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas dibanding reksa dana pada umumnya. Namun, keunggulan ETF itu menimbulkan risiko-risiko yang serupa dengan trading saham dan menjadikannya lebih riskan daripada reksa dana biasa.

Apabila kamu sudah mahir trading saham dan ingin meningkatkan diversifikasi portofolio, ETF merupakan opsi yang cukup recommended. Tapi kalau kamu masih berstatus pemula, ada baiknya berlatih trading saham dulu hingga mampu menghasilkan keuntungan secara konsisten.

Tagged With :

Leave a Comment