Pengembangan Usaha Kecil Menengah: Kapan Waktunya Outsourcing?

Biasanya, ketika kita membangun perusahaan atau berusaha mengembangkan usaha kecil, kita cenderung menambah karyawan untuk mengisi posisi-posisi tertentu, bukan? Saat ini, ketika perusahaan anda sudah berkembang dan semakin dikenal, maka mulailah berfikir untuk merekrut tenaga pemasaran. Pengembangan usaha kecil menengah membutuhkan pemasaran yang tepat, sehingga diperlukan orang yang tepat untuk menenganinya. Selain itu, anda juga memerlukan analisis keuangan yang lebih baik.

Di satu sisi, semua ini terdengar biasa, dan mungkin tidak lagi relevan dengan model bisnis di masa mendatang. Model bisnis di masa mendatang mungkin lebih banyak memfokuskan perhatian pemilik pada keahlian pokok yang dimilikinya, sisanya dikerjakan oleh pihak lain (outsourcing). Jadi, tidak salah jika industri outsourcing diperkirakan akan terus meningkat. Menurut Grand View Research, nilai pasar dari industri outsourcing global mencapai $245.91 milyar di Tahun 2021.

pengembangan Usaha Kecil Menengah

Pengembangan Usaha Kecil Menengah: Pentingkah Outsourcing?

Memang, ada sebuah megatrend investasi di bidang outsourcing. Di satu sisi, sebuah survey di Tahun 2021 oleh Clutch menunjukkan bahwa 8 dari 10 usaha kecil berusaha melakukan outsourcing. Mereka ingin melakukannya sebagai upaya pengembangan usaha kecil menengah, mengurangi biaya, menghemat waktu, dan meraih kesuksesan dengan menggunakan keahlian khusus yang dimiliki.

Usaha kecil, mulai dari usaha kue, perusahaan pengembang software, hotel, hingga perusahaan perkayuan, menyadari bahwa mereka tidak perlu melakukan semuanya sendiri. Ketika persaingan memanas dan segala biaya meningkat (termasuk biaya sewa, biaya operasi, tagihan listrik dan air, dan sebagainya), bagaimana jika sebuah perusahaan perkayuan hanya bertahan dengan kendaraan dan tukangnya, tanpa lokasi usaha, tanpa biaya operasi, dan hanya fokus melayani konsumen? Sementara pekerjannya lainnya dilakukan secara online atau dikerjakan oleh karyawan outsourcing?

Apakah sebuah hotel kecil benar-benar membutuhkan staf atau bisakah pemilik hanya fokus pada upaya terbaik untuk mendapatkan konsumen menggunakan teknologi digital, sementara aktivitas seperti reservasi, kebersihan, akunting, dan marketing diserahkan kepada perusahaan outsourcing? Sepertinya terdengar memungkinkan, bukan? Anda tentunya bertaruh dalam hal ini.

Outsourcing dan Pengembangan Usaha Kecil Menengah

Mari kita lihat beberapa top trend yang memungkinkan pengembangan usaha kecil menengah melalui outsourcing di sejumlah industri dan perusahaan:

  • Mempertahankan top talent tidaklah semudah di masa lalu. Masa-masa penuh kegilaan – pandemi covid-19 telah memicu ketidakpuasan masyarakat dengan pekerjaan mereka, terutama di masa-masa ketika peluang kerja banyak tersedia. Mereka bisa pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi, tunjangan yang lebih banyak, atau bahkan waktu luang lebih banyak. Di pihak perusahaan, daripada memperkerjakan orang-orang yang sulit seperti itu, bukankah lebih baik mereka menyewa karyawan outsourcing untuk mengerjakan tugas-tugas rutin?
  • Teknologi berbasis cloud memberikan akses kapan saja dan di mana saja. Di masa lalu, anda mesti berada di kantor untuk mendapatkan data yang dibutuhkan untuk pekerjaan. Dengan praktek bisnis dan teknologi berbasis cloud, anda bisa mendapatkan akses data, kapan saja dan di mana saja. Dengan teknologi ini juga, karyawan yang bekerja dari rumah atau staf outsourcing bisa menyelesaikan pekerjannya tanpa harus berada di perusahaan secara fisik.
  • Pekerjaan jarak jauh atau hybrid mungkin akan bertahan lama. Dari sudut pandang budaya, sebagian orang berkata bahwa budaya perusahaan akan hilang karena sistem kerja jarak jauh. Namun, jika anda hanya butuh akuntan paruh-waktu, dan anda bisa memberikan sejumlah pekerjaan kepada staf outsourcing, lalu apakah anda benar-benar peduli di mana mereka bekerja?
  • Sistem keamanan semakin membaik. Dalam upaya pengembangan usaha kecil menengah berbasis cloud, keamanan adalah hal mutlak. Meski anda selalu mengkhawatirkan kalau para hacker yang mungkin menyerang sistem perusahaan anda, faktanya adalah bahwa perusahaan anda mungkin lebih aman menggunakan solusi berbasis cloud dari Amazon atau Microsoft. Dengan sistem otentifikasi 2-tahap, peluang untuk masuknya penyerang ke sistem data anda bisa diminimalisir.
  • Otomasi dan AI akan terus tumbuh. Ketika perusahaan-perusahaan besar terus berinvestasi dalam sistem otomasi canggih dan Artificial Intelligence (AI), manfaat dari investasi tersebut akan dirasakan oleh perusahaan-perusahaan kecil. Tugas-tugas berulang, pekerjaan rutin, dan bahkan analisis bisa dilakukan secara dinamis dalam waktu dekat. Hal ini akan membantu perusahaan beroperasi dengan jumlah staf yang lebih kecil, pekerjaan lebih ringkas, dan pada akhirnya, akan menghasilkan produk atau jasa yang lebih baik dengan biaya lebih kecil.

Artinya, outsourcing tidak semestinya diabaikan dalam pengembangan usaha kecil menengah. Anda perlu mempertimbangkannya secara seksama, baik dari segi keuntungan dan kerugiannya. Sisi positif dan negatif outsourcing sangat bervariasi, tergantung kepada masing-masing perusahaan, tugas-tugas yang diserahkan, dan budaya organisasi.  Kuncinya adalah memilih sebuah model bisnis dan filosofi bisnis yang dapat membuat karyawan selalu bahagia dan konsumen selalu puas. Jika sudah demikian, maka mengembangkan bisnis tidak lagi sesulit yang anda bayangkan, bukan?

Tagged With :

Leave a Comment