Pemulihan Perekonomian Pasca-Pandemi: Di Mana Peran Wanita?

Meski kurang mendapat perhatian maupun dukungan, pada kenyataannya para pengusaha wanita memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap perekonomian selama pandemi covid-19. Sayangnya, harga yang harus dibayar oleh para pengusaha wanita ini akibat krisis ini justru lebih besar daripada harga yang dibayar para pengusaha pria. Akibatnya, pemulihan perekonomian pasca-pandemi diperkirakan akan semakin sulit.

Sebenarnya, pangsa bisnis yang dimiliki wanita telah menunjukkan kenaikan yang sangat signifikan dalam pilihan tahun. Di Amerika Serikat, pangsa bisnis milik wanita naik dari 4.6% pada Tahun 1972 menjadi 42% pada Tahun 2019. Untungnya, kontribusinya bagi dunia kewirausaha sudah semakin dipahami dan dihargai. Sebuah riset di Amerika Serikat menunjukkan bahwa para pengusaha berperan menggerakkan upaya pemulihan perekonomian pasca-pandemi dan membantu masyarakat bangkit kembali setelah krisis.

pemulihan perekonomian pasca-pandemi

Pemulihan Perekonomian Pasca-Pandemi dan Kesetaraan Gender

Secara alamiah, kejadian-kejadian bencana seperti badai, gempa bumi, banjir, resesi, atau kerusakan akibat pandemi telah mendorong para pengusaha kreatif untuk berkarya. Para pengusaha ini membantu komunitas untuk bertahan dan bangkit setelah kejadian-kejadian buruk itu. Namun, pandemi covid-19 yang terjadi  justru menunjukkan adanya ketidakadilan bagi para pengusaha wanita.

Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai upaya untuk mendorong kesetaraan gender sebenarnya sudah mulai membuahkan hasil. Menurut laporan Total Entrepreneurial Activity (TEA) melaporkan bahwa kesenjangan gender di Amerika Serikat sudah berkurang antara tahun 2018 dan 2019. Pada tahun 2018, kesenjangan gender adalah 7.5 banding 10, sedangkan pada Tahun 2019, kesenjangan gender di Amerika Serikat sudah berkurang menjadi 9 banding 10. Dalam penelitiannya, TEA melibatkan orang-orang yang sedang berencana untuk membuka bisnis, sedang dalam proses mendirikan bisnis, dan sudah memulai bisnis dalam 3 tahun terakhir.

Baca Juga:   Bangun Motivasi Dalam Bisnis Melalui Pemikiran Positif

Sayangnya, krisis yang disebabkan oleh pandemi covid-19 menyingkap fakta yang cukup mengkhawatirkan. Sekitar 60% dari lapangan kerja yang hilang adalah milik kaum wanita. Tentunya, hal ini mestinya menjadi perhatian banyak pihak. Kewirausahaan di kalangan wanita terbukti sangat berperan selama resesi tahun 2007-2008. Menurut banyak pengamat, kondisinya akan sama pada resesi akibat pandemi ini.  Kaum wanita semakin kesulitan mendapatkan pekerjaan yang berkualitas dan bahkan banyak di antara mereka menjadi pengangguran. Jadi, pilihan terbaik bagi mereka adalah memulai bisnis sendiri.

Peran Wanita dalam Pemulihan Perekonomian Pasca-Pandemi

Dari beberapa fakta di atas, muncul sebuah pertanyaan tentang bagaimana wanita bisa berkontribusi dalam pemulihan perekonomian pasca-pandemi covid-19. Menurut sejumlah studi yang ada, wanita berpeluang lebih besar meninggalkan pekerjaan mereka karena pertimbangan keluarga. Sebuah survey oleh Syndo, sebuah perusahaan software, ditemukan bahwa 14% wanita mempertimbangkan untuk berhenti bekerja selama pandemi untuk menjaga anak-anaknya. Sebagian lagi memilih menjalankan usaha yang fleksibel dari rumah agar bisa menjaga keluarganya.

Faktanya, usaha-usaha semacam ini lebih banyak dijalankan sebagai usaha sampingan. Bisnis paruh waktu ini tentunya lebih kecil dibanding bisnis full-time. Ada kemungkinan kalau pendiri (pemiliknya) akan kembali bekerja sebagai karyawan atau pegawai jika kondisi sudah memungkinkan nantinya. Para pengusaha ini mencoba melihat kemungkinan dan peluang pasar yang bisa mereka manfaatkan. Mereka lebih memilih memasuki pasar saat perekonomian sedang baik, bukan ketika perekonomian sedang buruk.

Saat krisis seperti saat ini, peluang usaha tetaplah ada. Ketakutan akan kegagalan membuat wanita cenderung menahan diri untuk tidak membuka usaha dibanding kaum pria. Bisa jadi, mereka tidak memiliki Plan A atau Plan B, dan seterusnya, yang bisa dijalankan jika rencana awal bisnis tidak berjalan dengan baik.

Baca Juga:   Meningkatkan Produktivitas dengan 4 Hal Kecil dan Sederhana

Dukungan Pemerintah bagi Pengusaha Wanita

Kurangnya dukungan dan apresiasi terhadap para pengusaha wanita dalam upaya pemulihan perekonomian pasca-pandemi bukannya tidak disadari pemerintah. Di Amerika Serikat, sebenarnya sudah muncul indikasi kalau pemerintah pusat, negara bagian, maupun pemerintah daerah serta perusahaan-perusahaan besar sedang mencoba membantu usaha-usaha kecil dan menengah untuk bangkit kembali. Salah satu upayanya adalah dengan memberikan bantuan dan pinjaman bunga rendah.

Tentunya, itu semua belumlah cukup untuk memulihkan perekonomian. Padahal, studi menunjukkan kalau usaha-usaha yang dijalankan kaum wanita akan berkembang baik jika ada dukungan kebijakan dari pemerintah, infrastruktur legal dan komersil yang memadai, serta budaya normatif yang berpihak kepada dunia usaha. Umumnya, pemeirntah sangat lemah dalam hal program kewirausahaan, transfer riset dan teknologi, kebijakan pemerintah yang relevan, serta kemudahan pasar. Padahal, di sektor-sektor inilah pemerintah dapat berperan paling besar dalam mendukung sektor wirausaha yang digawangi kaum wanita.

Suatu fakta yang tidak bisa dipungkiri adalah 51% dari penduduk dewasa di Amerika Serikat adalah wanita, namun hanya 42% dari usaha yang ada dimiliki kaum wanita. Kondisi yang hampir sama juga ditemukan di hampir semua negara. Padahal, jika sumber daya yang besar ini diberdayakan dengan baik, dampaknya akan sangat besar bagi perekonomian dulu. Ketimpangan struktural dalam hal kekayaan pribadi, pengalaman bisnis, dan jaringan antara pengusaha wanita dan pria masih menjadi pekerjaaan rumah yang harus dijawab oleh semua pihak.

Tagged With :

Leave a Comment