Paradigma Pemimpin Masa Depan: Kemenangan untuk Semua Adalah Prioritas

Lingkungan bisnis terus berubah, dan setiap era ditandai dengan brand kepemimpinan yang berbeda pula. Berbeda dengan para pemimpin di masa lalu yang lebih fokus pada upaya memaksimalkan keuntungan, maka pemimpin masa depan menggunakan pendekatan yang lebih kolaboratif dan humanistik. Kita mulai melihat perubahan paradigma kepemimpinan ini di kalangan CEO dan pendiri perusahaan-perusahaan besar. Paradigma pemimpin masa depan tidak lagi berorientasi pada strategi menang-kalah, namun berorientasi pad menang bersama tanpa merusak ekosistem.

Model-model ekonomi semakin tergantung satu sama lain. Menang dengan mengorbankan kepentingan pemangku kepentingan mungkin akan membawa keuntungan jangka pendek, namun akan kontraproduktif dalam jangka panjang.  Dunia bisnis bukanlah permainan yang dimainkan dua orang saja. Anda bisa melibatkan semua pemangku kepentingan, mulai dari karyawan, konsumen, penyedia, masyarakat, dan bahkan pesaing anda untuk bermain dalam tim dan menang bersama.

paradigma pemimpin masa depan

Paradigma Pemimpin Masa Depan: Contoh Kasus

Kita ambil salah satu contoh bagaimana paradigma pemimpin di masa depan dari Deidre Martyn, seorang profesional muda yang memulai karir di sebuah perusahaan konsultan. Dia ‘terlempar’ ke sebuah proyek bersama sebuah perusahaan konsultan yang menjadi saingan utama perusahaan. Ketika perusahaan mereka diserang, Deidre tidak hanya memastikan timnya tidak ‘karam,’ namun juga menjaga agar kinerja perusahaan tidak turun. Itulah bentuk semangat yang sedang kita bahas saat ini.

Sekalipun anda memiliki kesempatan untuk menghancurkan lawan karena mereka lengah, masalahnya bukanlah anda menang atau kalah. Paradigma pemimpin masa depan tidak seperti itu. Namun, para pemimpin masa depan mestinya mengulurkan tangan untuk membantu dan mencari sekutu atau teman, bukan hanya mencapai target sendiri. Itu adalah contoh sederhana bagaimana seorang pemimpin masa depan dilahirkan, yakni pemimpin yang menganut filosofi menang bersama.

Salah satu cara mempraktekkan folosofi menang bersama saat ini adalah dengan mengorganisir program-program formal untuk bekerja sama dengan organisasi non-profit atau NGO. Untuk industri bidang konsultasi manajemen, berarti anda bisa menyumbangkan tenaga kerja terampil untuk membantu  organisasi non-profit yang memenuhi kriteria. Sekali lagi, prioritasnya bukanlah laba atau rugi, melainkan keuntungan bagi semua orang.

Cara ini tidak hanya membawa kebaikan bagi semua orang, namun juga memperkaya pengalaman perusahaan, karena anda ikut berkontribusi terhadap proyek-proyek penting yang bermanfaat bagi masyarakat banyak. Jelasnya, anda memperlihatkan kepada ekosistem pemangku kepentingan bahwa misi perusahaan anda ada bukan hanya di website atau di dokumen resmi perusahaan, namun benar-benar menjadi penentu perilaku anda dan perusahaan secara keseluruhan.

Paradigma Pemimpin Masa Depan: Siapa yang Diuntungkan?

Jika anda menerapkan paradigma pemimpin masa depan sebagaimana dibahas di atas, lalu siapa saja yang akan memetik manfaatnya?

  • Konsumen, akan merasa lebih baik berurusan dengan sebuah perusahaan yang benar-benar peduli untuk membantu masyarakat luas, dengan misi yang sangat baik.
  • Karyawan, mendapat keuntungan berupa pengalaman yang berbeda-beda dan lebih banyak terkait tema-tema yang mereka dukung di tengah-tengah masyarakat.
  • Masyarakat, di sekitar konsumen dan karyawan mendapatkan manfaat dari dua aspek: dari dampak langsung yang diciptakan perusahaan sebagai mitra masyarakat dan meningkatnya kesadaran, karena karyawan anda menjadi pendukung misi-misi mulia.
  • Investor, merasa senang karena mereka tahu bahwa inisiatif mereka akan mempengaruhi pertumbuhan pendapatan secara positif, karena setiap aspek perusahaan menjadi lebih baik: karyawan yang lebih baik, rekam jejak yang lebih baik, dan hubungan yang lebih baik dengan pasar.
  • Terakhir, para pesaing, akan merasa tertantang untuk tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai misinya. Konsultan manajemen diharapkan menjadi orang-orang dengan integritas tertinggi. Lalu, cara apa yang lebih baik untuk menunjukkan integritas dibanding mendonasikan sebagian dari kapasitas perusahaan anda untuk misi-misi kebaikan bagi semua? Harapannya, praktek mendonasikan waktu atau sumber daya untuk kegiatan-kegiatan non-profit akan diikuti oleh semua perusahaan.

Mengingat bahwa ini adalah masa-masa yang dipenuhi ketidakpastian, probabilitas resesi yang tinggi, serta inflasi yang terus mengancam, banyak pimpinan perusahaan memilih menggunakan mode ‘bertahan’. Dalam hal ini, perusahaan cenderung fokus untuk menang sendiri. Keuntungan menjadi target utama, sedangkan misi mereka lupakan. Perilaku berpandangan sempit semacam ini cenderung arogan sekaligus kontraproduktif. Di dunia bisnis yang semakin terhubung satu sama lain seperti saat ini, jangan pernah lupa untuk tetap menjadi warga negara yang baik, karena dampaknya akan sangat fatal.

Paradigma pemimpin masa depan tidaklah menang sendiri. Ketika perusahaan anda menang, konsumen anda menang, karyawan anda menang, dan bahkan pesaing anda juga tertantang untuk memperbaiki permainannya. Cobalah menciptakan ombak yang mengangkat semua perahu, dan tidak menenggelamkan yang lain.

Para pemimpin muda di seluruh perusahaan sudah berfikir dalam konteks ekosistem. Mereka mencari model-model dan paradigma pemimpin masa depan yang menguntungkan semua pemangku kepentingan.  Seperti inilah lingkungan bisnis masa depan bekerja. Tidak lama lagi, kisah menang-kalah akan terdengar sebagai cerita generasi masa lalu. Mari kita dukung generasi pemimpin masa depan dengan pendekatan kepemimpinan yang lebih baik.

Tagged With :

Leave a Comment