Panduan Trading Forex Pada Sesi Asia

Tidak banyak trader yang mulai trading forex pada sesi Asia. Alasannya karena fluktuasi lebih kecil dibandingkan sesi Eropa (London) maupun New York sehingga jumlah pip yang bisa diperoleh juga sedikit. Padahal, kita tetap bisa memetik cuan dari sesi ini asal tahu caranya.

Panduan Trading Forex Pada Sesi Asia

Sesi Asia sering juga disebut sebagai sesi Tokyo, tetapi sebenarnya juga mencakup jam kerja bursa lain di benua Asia seperti Hong Kong dan Singapura. Sesi Asia berlangsung antara 12.00-9.00 GMT, atau sekitar 07.00-16.00 WIB.

Berikut ini tujuh (7) kiat trading forex pada sesi Asia:

  1. Scalper dan day-trader dapat berfokus pada saat overlap antara sesi Asia dengan sesi Eropa pada pukul 7.00-9.00 GMT (14.00-16.00 WIB). Sering terjadi pivot dan rilis berita penting dalam masa-masa ini, dengan tendensi tren harian berlanjut sampai sesi Eropa.
  2. Berfokuslah pada pasangan mata uang yang berkaitan erat dengan wilayah Asia dan Australia, terutama USD/JPY, AUD/USD, dan NZD/USD. Peminat cross-pair juga dapat menjajaki AUD/JPY, EUR/JPY, atau GBP/JPY. Namun, berhati-hatilah kalau ingin trading beberapa mata uang yang berkorelasi erat seperti AUD/JPY dan NZD/JPY.
  3. Waspadalah terhadap penerbitan laporan ekonomi China, karena dapat berdampak luas terhadap semua mata uang lain di kawasan Asia dan Australia. Tren bursa saham China juga dapat memengaruhi kinerja bursa saham dan mata uang kawasan.
  4. Fluktuasi dan volatilitas pasar selama sesi Asia biasanya cukup kalem. Oleh karena itu, trader biasanya menggunakan strategi range trading berdasarkan level support dan resistance dalam kerangka waktu 1 jam sambil menunggu breakout. Indikator andalan antara lain RSI, Stochastic, dan Bollinger Band.
  5. Penggemar news-trading dapat berfokus pada rilis data tenaga kerja Australia serta pengumuman suku bunga Australia, Jepang, dan New Zealand. Semuanya berpotensi menggerakkan kurs antara 50-100 pips dalam waktu singkat.
  6. Beberapa mata uang Asia-Australia terkenal memiliki selisih suku bunga yang sangat besar, sehingga seringkali muncul peluang beli AUD/JPY dan NZD/JPY yang bisa dibiarkan floating sampai berbulan-bulan. Namun, trader perlu selalu mewaspadai perkiraan suku bunga negara-negara terkait.
  7. Likuiditas pasar Asia cenderung tipis, sehingga berisiko terjadi lonjakan/kemerosotan sekejap sewaktu-waktu. Karenanya, manajemen risiko perlu disesuaikan dengan ukuran lot yang lebih kecil dan stop loss yang lebih ketat.

Nah, setelah mengetahui beberapa kiat trading forex pada sesi Asia ini, apakah kamu berminat untuk mencoba? Semoga beruntung!

Tagged With :

Leave a Comment