Pedoman Menggunakan Bollinger Bands Untuk Trading Forex

Bollinger Bands termasuk salah satu indikator populer di kalangan trader teknikal di pasar forex. Alasannya, Bollinger Bands dapat menunjukkan perubahan volatilitas dan tren secara sederhana. Namun, bagaimana cara menggunakan Bollinger Bands untuk trading forex?

Bollinger Bands dapat dipasang secara langsung pada grafik harga dan umumnya sudah tersedia pada platform trading. Bagi Anda yang menggunakan platform Metatrader, maka dapat menemukannya pada menu “Insert”, lalu klik opsi “Indicators”.

Berdasarkan setting bawaan (default), tiga garis Bollinger Bands akan muncul pada grafik harga. Ketiga garis itu adalah Upper Band, Middle Band, dan Lower Band. Middle Band biasanya merupakan Simple Moving Average berperiode 20 atau 21, sedangkan Upper dan Lower Band terbentuk berdasarkan standar deviasi 2. Tampilannya seperti ini:

Pedoman Menggunakan Bollinger Bands Untuk Trading Forex

Perhatikan bahwa tren harga memiliki kecenderungan untuk berbalik turun setelah menyentuh batas Upper Band, kemudian berbalik naik setelah menyentuh Lower Band. Oleh karenanya, trader dapat menggunakan Bollinger Band secara sederhana dengan open Sell pada Upper Band dan open Buy pada Lower Band.

Namun, perhatikan pula bahwa jarak antar band bisa melebar dan menyempit. Hal ini merupakan indikasi volatilitas harga.

Ketika jarak antara Upper Band dan Lower Band menyempit hingga menghimpit Middle Band dan harga, maka itu artinya volatilitas menyempit. Situasi yang disebut sebagai “The Squeeze” oleh para trader mancanegara itu biasanya mengawali breakout signifikan saat volatilitas kembali meningkat pesat (jarak Upper dan Lower Band kembali melebar). Sebagaimana nampak pada area yang ditandai kotak kuning di atas, setelah terjadi Squeeze, harga yang sudah mencapai Lower Band tidak berbalik ke Upper Band, melainkan merosot makin jauh.

Dalam hal ini, trader sebaiknya tidak hanya menggunakan Bollinger Band dengan memasang ancang-ancang Sell dan Buy pada Upper dan Lower Band saja, melainkan juga memperhatikan pelebaran dan penyempitan jarak antar band. Setelah terjadi Squeeze, pergerakan harga bisa breakout dari batas Upper dan Lower Band, bukannya rebound seperti biasanya. Pasang Stop Loss atau Trailing Stop dengan baik agar Anda tak sampai rugi besar akibat terjebak oleh Squeeze.

Selain itu, perlu diperhatikan pula bahwa reaksi harga belum tentu sedemikian kuatnya hingga harga menyentuh Upper dan Lower Band. Agar Anda tak ketinggalan sinyal, ada baiknya memasang order sejengkal di bawah Upper atau Lower Band, bukan tepat pada masing-masing band. Alternatif lainnya, ada pula trader yang memasang Bollinger Band kedua dengan standar deviasi 1 sebagai patokan open Buy dan Sell. Cara manapun yang Anda pilih, pastikan bahwa Anda menguji kehandalannya terlebih dahulu pada akun demo, sebelum berlanjut pada real account.

Tagged With :

Leave a Comment