Momentum FinTech di Tahun 2020: Ini Dia Penandanya….

Bulan Januari 2020 ini diawali dengan salah satu akuisisi FinTech terbesar dalam sejarah, yakni pembelian Plaid oleh Visa dengan valuasi mencapai $5.3 milyar. Secara harfiah, akuisisi ini adalah validasi dunia teknologi finansial. Ya, Plaid adalah salah satu pendorong utama bagi para pemain di dunia FinTech. Tidak heran jika banyak yang memperkirakan kalau momen ini akan menjadi penentu arah pergerakan FinTech di Tahun 2020. Tahun ini akan menjadi tahunnya FinTech. Benarkah?

4 Penggerak Utama FinTech di Tahun 2020

Ronde Besar FinTech di Tahun 2020

Plaid tidaklah sendiri. Sebelumnya juga telah terjadi sejumlah akuisisi perusahaan FinTech meskipun valuasinya lebih kecil. Namun, hal ini menandakan kalau perusahaan-perusahaan besar sudah menunjukan ketertarikan terhadap perusahaan Fintech yang berkembang baik. Selama beberapa tahun terakhir, telah terjadi beberapa ronde akuisisi, misalnya, ketika PayPal melakukan akuisisi terbesarnya untuk Honey dengan nilai mencapai $4 milyar.

FinTech di Tahun 2020

Sumber-sumber pendanaan untuk perusahaan-perusahaan FinTech juga berkembang. Pendanaan triwulanan selalu menunjukkan trend kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Sebagai contoh, pada Tahun 2019, terdapat sebagai 59 mega ronde, dengan nilai mencapai $100 Milyar secara global. Bahkan, angka ini hanya tercatat untuk Kuartal 3 saja.

Momen bagi FinTech di Tahun 2020 diperkirakan akan terus meningkat. Jumlah pendanaan semakin meningkat. Hal ini menunjukkan kalau dana-dana arus utama sudah mulai memasuki dunia teknologi finansial. Jadi, diperkirakan kalau kita akan terus melihat munculnya inovator-inovator besar pada dunia Fintech di tahun 2020 ini.

FinTech Semakin Dewasa

Teknologi finansial memang semakin dewasa dan berkembang. Tentunya, industri ini semakin mampu memberikan solusi yang lebih holistik dan inovatif bagi konsumen. Munculnya bank-bank kecil berbasis FinTech adalah salah satu wujud dari fenomena ini. Bank-bank alternatif ini menempatkan diri mereka lebih dekat dengan konsumen.

Baca Juga:   Automatisasi di Bidang Keuangan dan Industri Penagihan Kredit

Mereka mampu memberikan gambaran yang lebih cerdas tentang kesehatan finansial calon konsumen serta menyediakan konektivitas terhadap layanan-layanan terbaik di kelasnya untuk produk berbasis FinTech. Di Tahun 2019, bank-bank alternatif ini mendapatkan asupan dana yang cukup besar dari bisnis skala besar.  Saat ini, diperkirakan terdapat lebih dari 75 bank berbasis Fintech di seluruh dunia. Semuanya akan berupaya untuk menarik konsumen dalam rangka meningkatkan skala bisnisnya.

Pada kenyataannya, bank-bank FinTech bukanlah satu-satunya penantang bagi sistem perbankan saat ini. Sejumlah pemain fintech juga terus meningkatkan layanan dan jenis produk yang disediakan. Selain itu, bank-bank yang sudah ada juga terus berupaya menciptakan pelayanan berbasis digital. Semua akan terus berkembang dan bersaing.

Globalisasi FinTech Semakin Cepat

Saat ini, sejumlah inovator FinTech sudah bermunculan di seluruh dunia. Salah satu contoh bank FinTech terbesar di dunia adalah Nubank, yang terletak di Brazil. Contoh lainnya adalah penyedia layanan mobile banking paling terkenal di Kenya, inovator asuransi dan sistem pembayaran terbesar di Cina, dan sebagainya.

Munculnya aktivitas dan layanan FinTech baru terjadi di seluruh dunia, bukan hanya di Amerika atau Eropa. Bahkan, wilayah Asia Tenggara dan Afrika menunjukkan volume transaksi yang meningkat hingga dua kali lipat di Triwulan Ke-3 Tahun 2019 yang lalu.

Ya, FinTech berkembang secara global. Ide-ide kreatif yang muncul di satu tempat, diadopsi dan dikembangkan dengan cepat di daerah lain. Para pemain Fintech terus berkembang di seluruh dunia. Dan yang pasti, konsumen lah yang akan semakin diuntungkan.
Fintech Membuat Pemain Lama untuk Bereaksi

Seperti dijelaskan di atas, persaingan di industri FinTech di Tahun 2020 tidak hanya akan diramaikan oleh perusahaan-perusahaan Fintech, namun juga oleh bank-bank yang suduah ada. Sebuah survey yang dilakukan di Tahun 2019 menunjukkan bahwa hampir seluruh responden yang diwawancarai mengenali setidaknya 1 jenis layanan FinTech. Dengan kata lain, FinTech tidak lagi berada di ‘pinggiran’, namun sudah memasuki arus utama (mainstream).

Baca Juga:   Trend Dunia FinTech Yang Perlu Diperhatikan di Tahun 2020

Akibatnya, bank-bank konvensional ‘dipaksa’ untuk bereaksi. Mereka mulai mengembangkan model-model layanan digital untuk menjaga agar konsumennya tidak beralih ke layanan lain. Keuntungannya adalah bahwa para pemain lama ini memiliki sumber daya yang besar untuk berinovasi.

Momentum Bagi FinTech di Tahun 2020?  

Melihat beberapa trend di atas, tidak heran jika banyak yang memperkirakan kalau industri ini memiliki masa depan yang kuat. Banyak modal yang mengalir ke industri ini dan hal ini diperkirakan akan memunculkan era atau gelombang baru. Meningkatnya skala FinTech di Tahun 2020 ikut mempengaruhi industri keuangan secara global. Hal ini terjadi di seluruh dunia.

Tentunya, solusi-solusi yang ditawarkan teknologi FinTech semakin menyatu untuk memudahkan konsumen. Akuisisi terjadi di mana-mana, dan nilainya cenderung meningkat. Industri ini semakin menarik, termasuk bagi pemain-pemain lama yang sudah dikenal secara global. Akuisisi Plaid oleh Visa hanyalah salah satu contohnya. Hal ini semakin meyakinkan adanya momentum bagi FinTech di Tahun 2020 ini.

Tagged With :

Leave a Comment