Midas Touch Syndrome: Fenomena dan Cara Menghindarinya

Pernah mendengar istilah midas touch. Ini bukan tentang kisah film kartun tentang karakter dengan ‘tangan ajaib’ – apapun yang disentuh menjadi emas. Namun, analoginya hampir sama. Midas touch syndrome dikaitkan dengan ‘kekuatan jari’ seseorang, ketika apapun yang dikerjakannya berhasil dengan gemilang.  Anda mungkin kerap mendengar kisah tentang pengusaha yang mengalami kesuksesan secara cepat sejak peluncuran produk pertamanya kemudian bankrut tiba-tiba ketika hal besar lainnya muncul secara cepat dan masif juga. Faktanya, tidak ada satu orang, produk, atau brand pun yang memiliki catatan sempurna 100%. Setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda dan kelemahan di sana-sini.

Lalu, mengapa kesalahan yang sama (ketika anda melihat kesuksesan besar yang tiba-tiba diikuti kegagalan fatal) tetap terjadi secara teratur? Pada kasus Midas Touch Syndrome, di mana seseorang melihat kesuksesan di satu bidang, kemudian merambah ke bidang lain untuk melanjutkan momentum yang sudah diciptakan dengan optimisme tinggi dan keyakinan diri bahwa mereka tidak akan berbuat kesalahan apapun.

midas touch syndrome

Fenomena Midas Touch Syndrome dalam Dunia Bisnis

Seperti diketahui, midas touch syndrome berasal dari cerita rakyat Yunani.  Raja Midas diberkahi sebuah kemampuan untuk mengubah apapun yang ia pegang menjadi emas. Namun, “berkah” atau keajaiban tersebut tidak lama berubah menjadi sebuah bencana, yang pada akhirnya harus dilepaskan oleh Raja Midas.

Sama halnya dengan yang terjadi di pasaran, konsumen akan berbondong-bondong menyerbu sebuah produk yang sedang hit di pasaran. Namun, trend ini tidak lama. Mereka kemudian akan mengejar produk lain yang lebih hits dan lebih tenar, dan meninggalkan produk sebelumnya. Selain itu, ada kecenderungan terhadap tingkat toleransi resiko yang lebih tinggi, karena adanya keyakinan bahwa kesuksesan di satu bidang biasanya akan diikuti dengan kesuksesan di bidang lain. Tapi, lihatlah pada begitu banyak album musik yang tidak populer meski berasal dari penyanyi papan atas.

Baru-baru ini, kita melihat satu contoh kasus midas touch syndrome yang cukup kentara, setelah peluncuran game nomor tujuh paling sukses di dunia, apalagi kalau bukan Kickstarter. Kita seperti mengendarai begitu banyak gelombang keberhasilan, sehingga muncullah begitu banyak tawaran untuk jenis permainan dan peluang lainnya. Berkat rasa percaya diri yang baru terbangun ini, kita mungkin mulai melirik peluang untuk membuat games di luar tema yang sudah diusung selama ini, dengan pertimbangan bahwa perusahaan ternyata berhasil dengan satu produk sebelumnya. Optimisme yang sama dibangun untuk produk berikutnya.

Bahkan, perusahaan mungkin mempertimbangkan untuk menawarkan produk di luar tema games, dan mencoba merambah ke berbagai bidang bisnis yang lain. Sekali lagi,  ekspansi ini dibangun di atas optimisme bahwa perusahaan mampu menularkan keberhasilan yang sama di sektor games ke sektor lain atau bidang bisnis lainnya. Semua kasus di atas adalah resep yang sempurna untuk kegagalan. Alangkah beruntung jika perusahaan mampu mengubah strategi dan arah tindakan sebelum produk-produk tersebut diluncurkan.

Cara Menghindari Midas Touch Syndrome

Daya tarik produk dan inovasi baru bisa dipandang sebagai sebuah tool untuk menumbuhkaan perusahaan secara cepat. Namun sesungguhnya, tindakan ini bisa jadi sama bahayanya, jika tidak diselaraskan dengan produk yang telah menjadi kunci sukses bagi perusahaan. Ekspansi secara terus-menerus, perubahan arah dan strategi bisa merusak semangat kerja karyawan atau tim jika inisiatif baru tersebut tidak disesuaikan dengan ekspektasi karyawan terhadap perushaaan.

Midas Touch Syndrome bisa jadi sangat mematikan bagi perusahaan-perusahaan kecil jika tidak ditangani tepat waktu, karena sindrom ini pada akhirnya bisa mempengaruhi strategi kunci perusahaan dan membuat perusahaan bisa kehilangan visi dan tujuannya. Lebih penting lagi, resiko finansial dari sebuah kegagalan yang disebakan oleh sindrom ini bisa membuat perusahaan gulung tikar. Pertumbuhan laksana pedang bermata dua. Masing-masing membawa dampak positif dan dampak negatifnya. Jadi, perusahaanlah yang harus cerdas menyikapinya.

Setelah melalui sejumlah masalah, perusahaan mungkin bisa mengambil keputusan dengan benar dan perusahaan semakin kuat dengan nilai kunci yang baru dan lebih kokoh. Berikut adalah beberapa tips untuk membantu perusahaan menghindari midas touch syndrome.

  • Fokus pada apa yang bisa anda lakukan beserta tim dengan sebaik mungkin
  • Kembangkan pernyataan misi yang kuat dan gunakan sebagai cahaya pemandu anda
  • Dapatkan bimbingan atau konseling secara menyeluruh dari luar, misalnya dari stakeholders atau mungkin non-stakeholders tentaang bagaimana cara mengambil keputusan dengan benar. Biarkan mereka berperan seperti advokat bagi anda.
  • Jika terlihat mustil untuk terjadi, mungkin keadaannya memang seperti itu. Analisa kembali;
  • Belajarlah untuk mengatakan “tidak” untuk meminimalisir distraksi akibat proyek-proyek baru yang tambah bersinar;
  • Hilangkan rasa tidak percaya diri atau merugi karena tidak memanfaatkan peluang baru dengan mentransfer energi anda untuk berinovasi di aspek produk kunci;
  • Seorang CEO wajib fokus dan tidak disibukkan oleh hal-hal remeh temeh yang sebenarnya bisa dikerjakan pejabat fungsional atau staf.

Secara keseluruhan, fokuslah pada apa yang membuat perusahaan anda lebih kuat, dan teruslah bekerja untuk mendorong inovasi dan meningkatkan produk dan jasa kunci. Dengan demikian, perusahaan anda tidak menjadi korban midas touch syndrome berikutnya

Tagged With :

Leave a Comment