Penjualan Business-to-Business (B2B) dan lingkungan pemasaran mengalami banyak sekali perubahan dalam 5 tahun terakhir, dibanding satu abad sebelumnya. Pertama, pandemi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap pola interaksi konsumen. Sekarang, perkembangan teknologi yang pesat, seperti munculnya teknologi Artificial Intelligence, secara permanen mengubah bagaimana pembeli B2B berinteraksi dengan vendor dan betapa kompleksnya penjualan saat ini. Berikut akan dibahas beberapa strategi pemasaran modern bagi perusahaan B2B, agar perusahaan anda tetap memiliki daya saing di lingkungan persaingan yang semakin ketat.
Strategi Pemasaran Modern Bagi Perusahaan B2B
Berikut adalah beberapa strategi pemasaran bagi perusahaan B2B yang bisa membuat perusahaan anda tampil beda dan memiliki daya saing kompetitif di Tahun 2024:

Review Kembali Digital Yang Berbeda
Bagi banyak perusahaan B2B, salah satu daftar PR yang menjadi prioritas di Tahun 2024 adalah menelaah kembali pola interaksi dengan konsumen. Meskipun kebanyakan perusahaan sudah menggunakan saluran digital untuk berinteraksi dengan konsumen dan calon konsumen, interaksi tersebut terkadang terasa terputus-putus, tidak seperti sebuah komponen kumulatif yang merupakan bagian integral dari perjalanan berbelanja yang lebih luas.
Artinya, perusahaan B2B tidak lagi sekedar memposting konten dan mengharapkan yang terbaik. Namun, mereka mereview dan menyesuaikan kembali interaksi digital dengan menciptakan pengalaman yang terkoneksi satu sama lain: demo produk dengan Virtual Reality, webinar interaktif, dan perjalanan online personal. Ini tidak hanya tentang bagaimana menarik perhatian konsumen B2B, namun tentang bagaimana menciptakan suatu pengalaman berkesan yang akan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan.
Di era teknologi saat ini, konsumen dan calon konsumen B2B mengharapkan pengalaman tanpa hambatan dalam interaksi langsung maupun saluran digital, termasuk aplikasi berbasis web, aplikasi mobile, penggunaan Virtual Reality dan Augmented Reality, serta interaksi secara langsung (face to face), seperti halnya di pameran dagang.
Gunakan Artificial Inteliigence
AI tidak lagi sekedar kata-kata, namun telah menjadi sebuah tool yang sangat kuat dan ikut mengubah dunia B2B. Jika anda ingin menerapkan pemasaran modern bagi perusahaan B2B, maka jangan abaikan AI. Perusahaan yang menggunakan teknologi untuk segala sesuatunya, mulai dari analisis prediktif hingga rekomendasi personal yang diberikan kepada konsumen oleh tenaga customer service. Konsumen bisa bercakap-cakap dengan chatbot yang lebih memahami kebutuhan dan kesukaan mereka bahkan lebih dari manusia. Selain itu, ada tool berbasis AI yang bisa memprediksi trend pasar dan perilaku konsumen secara akurat.
Setiap orang berpikir bahwa setiap orang menggunakan AI generatif. Namun sebenarnya, kebanyakan masih di tahap belajar dan mengeksplorasi. Perusahaan B2B yang bergerak cepat untuk mengadopsi teknologi AI akan mendapatkan keunggulan komparatif dibanding perusahaan yang mengabaikannya. Mereka bisa memandang masa depan, tetap berada di garis depan dalam menyikapi trend pembelian, dan mengejar berbagai peluang dengan akurasi yang luar biasa.
Mengoptimasi Video
Saat ini, para pengambil kebijakan di perusahaan B2B dibombardir dengan arus informasi yang seolah tiada hentinya. Akibatnya, akan sulit untuk menarik perhatian mereka dan mempertahankaannya dalam waktu yang cukup lama, agar bisa menghasilkan nilai tambah. Memperkenalkan produk kepada calon konsumen kini lebih sulit dari biasanya, namun di sinilah pentingnya peran video marketing.
Perusahaan B2B mengoptimalkan strategi video marketingnya agar terlihat menonjol dan berbeda di tengah kerumunan konten digital saat ini. Video lebih dari sekedar tool promosi. Perusahaan B2B memproduksi segala sesuatu, mulai dari cerita serial edukasi, rekaman behind-the-scene, hingga testimoni konsumen yang menceritakan kisah-kisah menarik.
Konten video saat ini juga diintegrasikan ke dalam berbagai platform, untuk memastikan bahwa konten tersebut menjangkau konsumen B2B, di manapun mereka berada. Ketika membawa segala sesuatunya ke media sosial, perusahaan memproduksi konten yang berpengaruh dan menarik, sehingga mampu menarik perhatian audiens. Konten on-site sebenarnya belum tertinggal, namun saat ini menjadi lebih dinamis, lebih menarik, dan lebih komprehensif.
Memungkinkan Sistem Layanan Mandiri
Orang sering berfikir bahwa hanya konsumen ‘langganan’ yang bisa melakukan segala sesuatunya sendiri, baik menggunakan layanan checkout mandiri di toko hingga mengelola layanan berlangganan di app. Namun, menurut sebuah studi di TrustRadius, 87% pengambil keputusan di perusahaan B2B adalah konsumen juga dan mereka lebih menyukai perusahaan yang menerapkan sistem layanan mandiri.
Seperti halnya pembeli biasa, mereka juga suka melakukan apa-apa sendiri saat berbelanja. Itulah sebabnya semakin banyak perusahaan yang menjual produk B2B juga menawarkan cara-cara atau fitur untuk layanan mandiri bagi konsumennya. Misalnya, melalui website, di mana konsumen bisa menemukan dan membeli produk yang mereka inginkan, termasuk tool khusus yang memungkinkan mereka memilih produk atau jasa sesuai apa yang mereka inginkan.
Awal dari sistem baru pemasaran modern bagi perusahaan B2B baru saja dimulai, di mana Tahun 2024 diperkirakan sebagai tahun yang menandai terjadinya perubahan secara signifikan. Jadi, perusahaan anda harus bergerak cepat dan mencari ide-ide baru agar tidak tertinggal. Cobalah mengadopsi teknologi baru, lakukan riset di pasar yang belum pernah anda eksplorasi sebelumnya, dan temukan cara-cara baru agar bisa terhubung dengan calon konsumen anda.
Tagged With : manajemen bisnis • pemasaran bisnis